Banjarmasin, BPost
Maraknya posko bantuan bencana gempa bumi dan gelombang tsunami Aceh dan Sumut di
hampir seluruh ruas jalan mendapat perhatian serius anggota DPRD Kota Banjarmasin. Mereka
mendesak Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat untuk melakukan pengawasan
dan penertiban terhadap posko-posko tersebut.
"Di satu sisi kita gembira dengan kepedulian masyarakat Banjarmasin terhadap
penderitaan warga Aceh dan Sumut. Namun jika kita perhatikan posko-posko itu terus
bermunculan. Dikhawatirkan ada posko yang tidak bertanggungjawab. Karena itu sudah
selayaknya, pemko terutama Dispora lebih aktif mengawasi dan menertibkannya," pinta
Saifuddin Noor, anggota Komisi D DPRD Banjarmasin, Selasa (4/1).
Selain itu, Saifuddin juga meminta Dispora juga mengoordinir penyaluran bantuan.
"Akan lebih baik jika penyalurannya melalui satu pintu sehingga pertanggungjawabannya
kepada masyarakat terutama penyumbang akan lebih jelas," katanya.
Menanggapi ini, Kepala Dispora Soegiarto mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat
edaran yang ditujukan kepada semua pengelola posko-posko peduli Aceh tersebut. Isinya,
meminta mereka untuk segera melapor atau mendaftarkan diri ke Dispora agar lebih mudah
dilakukan koordinasi.
Namun diakui Soegiarto, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan apalagi penertiban
karena sifat kegiatannya yang spontanitas dengan tujuan penggalangan dana sosial
(bencana).
"Selama tidak melakukan pemaksaan, kegiatan itu tidak bisa disalahkan. Tidak bisa
dilarang karena dilindungi ketentuan baik undang-undang maupun perda yang memperbolehkan
masyarakat melakukan penggalangan dana sosial," katanya.
Selain itu, Soegiarto juga berkilah, sesuai wewenangnya Dispora hanya bisa melakukan
pengawasan terhadap posko yang sudah mempunai izin. "Karena yang sudah meminta izin
baru 3 posko, kami hanya dapat mengawasi mereka. Namun demikian kita mengimbau agar
melakukan koordinasi dengan kita sehingga penyalurannya bisa melalui satu pintu,"
tukasnya.
Kirim dai
Sementara, dalam pekan ini Satkorlak PBP Kalsel segera memberangkatkan 50 orang relawan
yang terdiri dari tenaga ahli dapur umum, RAPI, operator alat berat, tenaga evakuasi dan
P3K, serta sejumlah dai dari IAIN Antasari Banjarmasin ke Aceh pekan depan. Sebelumnya,
Satkorlak akan mengirimkan bantuan uang tunai sebesar Rp2 miliar melalui rekening Badan
Koordinasi Nasional (Bakornas).
Dalam rapat koordinasi intern Satkorlak PBP Kalsel, Selasa kemarin, diputuskan dua
tahap pengiriman bantuan ke Aceh. Untuk tahap awal Satkorlak akan mengirimkan dana bantuan
yang terkumpul dari seluruh satlak di Kalsel akhir pekan ini. Sedangkan tahap kedua akan
dikirimkan bantuan berbentuk natura serta relawan kemanusiaan.
Sekretaris Satkorlak PBP Kalsel Noor Fauzie Iberahim mengatakan, para relawan tersebut
akan disebar ke beberapa titik rawan di Aceh yang dinilai sangat memerlukan bantuan. Untuk
itu diimbau kepada para relawan agar dapat mempersiapkan diri baik fisik maupun mental,
karena medan yang dihadapi cukup berat.
"Untuk para relawan diharapkan kesiapan fisik dan mentalnya. Sebab, beberapa
daerah di Aceh yang menjadi tujuannya terutama di Pidie, Sigli dan Meulaboh termasuk
daerah yang saat ini masih rawan," ujarnya.
Ada yang unik dari pengiriman relawan Kalsel kali ini, karena juga melibatkan sejumlah
dai dari IAIN Antasari Banjarmasin. Menurut Fauzie, para dai tersebut merupakan mahasiswa
IAIN yang ingin turut membantu korban bencana di Aceh.
"Pascabencana pasti banyak orang yang terguncang dan kalut, sehingga bantuan pada
para dai itu mungkin dapat memberikan dukungan moral yang mencerahkan jiwa mereka yang
sedang tergoncang," katanya.
Selain itu Satkorlak PBP juga berencana mengganti 10 tenaga medis dari 20 relawan yang
telah dikirim 27 Desember 2004 lalu dengan 10 tenaga kesehatan pengganti yang baru.
Pasalnya, masa tugas para relawan tenaga kesehatan tersebut hanya 10 hari.
Terus bertambah
Meski bencana gempa bumi dan tsunami sudah berlalu 10 hari, bantuan masyarakat melalui
Posko Bencana Aceh-Sumut BPost Group tidak kunjung surut. Bahkan sebaliknya terus
bertambah. Seperti adanya bantuan dari main dealer Trio Motor Honda serta 45 dealer
se-Kalselteng sebesar Rp 109. 600.000. Sumbangan diserahkan Deputi General Manager Trio
Motor Honda Main Dealer Kalselteng, Junaidi dan diterima langsung oleh Pemimpin Umum Banjarmasin
Post Group, HG Rusdi Effendi AR.
Selain menyalurkan bantuan melalui posko ini, jelas Junaidi, mereka juga menyalurkan
Rp50 juta melalui PT Astra Honda Motor (AHM). "AHM juga membuka dompet peduli khusus
main dealer seluruh Indonesia. Kami harap bantuan ini bisa disalurkan segera dan berdaya
guna," harapnya.
Bantuan serupa senilai Rp7,5 juta diserahkan jajaran direksi serta karyawan dan
karyawati Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin.
Sekretaris Dirut PDAM M Noor Wahid usai menyerahkan bantuan kepada Pemimpin Perusahaan BPost
Group Noor Seciyoto mengatakan, selain menyalurkan bantuan melalui koran terbesar di
Kalimantan ini, pihaknya pun melakukan hal yang sama melalui Pemko Banjarmasin dan DPD
Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalsel.
"Pengumpulan dananya dilakukan spontan saat apel pagi, Senin (3/1) lalu. Meski
nilainya tidak seberapa, kami berharap ini dapat meringankan beban masyarakat di Aceh dan
sekitarnya," harap Wahid.
Cara lain dilakukan belasan mahasiswa STIENAS Banjarmasin yang tergabung dalam Aksi
Solidaritas Peduli Korban Bencana Alam. Untuk menggalang dana bantuan, berkeliling ke
jalan-jalan protokol Banjarmasin.
Korlap Aksi Solidaritas Peduli, Huda Saleh Abdat mengatakan aksi keliling ini selain
untuk menghilangkan rasa jenuh juga untuk lebih menyentuh hati para dermawan agar
menyumbangkan sebagian hartanya. Jumlah dana yang sudah terkumpul sekitar Rp10 juta. dws/m4/emj/m8/zdn