:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 05 Januari 2005 01:51:36


Bantuan Untuk Aceh Tak Terangkut

Palangka Raya, BPost
Bantuan masyarakat Kalimantan Tengah untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di Nangro Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, kini terlantar. Pemprop Kalteng yang menyalurkan bantuan ke daerah gempa menolak bantuan berupa barang.

Hampir di semua posko peduli korban tsunami yang dibuat secara spontan oleh masyarakat Kota Palangka Raya, terlihat tumpukan barang bantuan. Rata-rata bantuan yang tak bisa terangkut berbentuk pakaian, selimut dan bahan makanan.

Seperti di Posko Pasar Besar Palangka Raya, sebanyak 17 karung besar berisi pakaian layak pakai hasil sumbangan masyarakat tidak bisa disalurkan ke korban bencana di Aceh.

Menurut H Hanipi, salah seorang petugas posko di pasar tersebut, semua instansi pemerintah di kota tersebut kini menutup bantuan berupa barang. Mereka hanya menerima bantuan berupa uang. "Tidak jelas apa alasan mereka sehingga tak menerima lagi bantuan berupa barang. Sekarang justru kami kebingungan, karena banyak masyarakat penyumbang menanyakan kapan barang bantuan dikirim ke Aceh," ujar H Hanipi.

Selain belasan karung besar pakaian layak pakai, Posko Perkumpulan Pasar Besar juga berhasil mengumpulkan dana dari dermawan sebanyak Rp5.529.000 dan telah disalurkan melalui rekening sebuah televisi yang menayangkan Peduli Aceh. Hanya saja 17 karung besar pakaian layak pakai dan selimut yang kini masih menumpuk di gudang milik warga.

Kepala Dinas Kesejahtraan Sosial Propinsi Kalteng, Suroso, membenarkan instasi yang dibawahinya kini tak menerima bantuan berbentuk barang. "Sesuai surat edaran Gubernur Kalteng H Asmawi Agani, nomor 361/1630/diskesos tanggal 28 Desember, mengimbau agar memberikan bantuan untuk korban gempa dan tsunami dalam bentuk uang, tidak berbentuk barang," ujar dia kemarin di ruang kerjanya.

Alasan edaran tersebut, karena biaya pengiriman barang ke Aceh sangat mahal. "Sementara kalau pun kami akan mengirim barang-barang tersebut, terlebih dulu harus berkoordinasi dengan pemerintah kota yang pertama kali membuka posko bantuan bencana gempa dan tsunami," jelasnya.

Sementara Danrem 102 Panju-Panjung Kolonel Inf Suharsono, sangat menyayangkan menumpuknya barang bantuan di posko-posko. Dia juga tak mengerti kenapa Pemprop Kalteng tidak segera mendistribusikan bantuan tersebut. Danrem mengatakan akan segera membahas masalah ini dengan DPRD Kalteng.

"Juga bagaimana tranparansi posko-posko yang bertebaran di Kota Palangka Raya, karena kini banyak posko yang tidak jelas siapa yang membuat," ujarnya. buy


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Palangka Raya
Bantuan Untuk Aceh Tak Terangkut

Harta Pembobol Kas Daerah Diinventarisir


Kabupaten Pemekaran Perlu Perhatian


Penyakit Menular Renggut 238 Jiwa


Banjir Barut Dianggap Biasa


Pemko Sumbang Rp100 Juta


Gaji Honorer Diusulkan Naik


Kinerja Pemkab Disorot


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123