Palangka Raya, BPost
Bantuan masyarakat Kalimantan Tengah untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di
Nangro Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, kini terlantar. Pemprop Kalteng yang
menyalurkan bantuan ke daerah gempa menolak bantuan berupa barang.
Hampir di semua posko peduli korban tsunami yang dibuat secara spontan oleh masyarakat
Kota Palangka Raya, terlihat tumpukan barang bantuan. Rata-rata bantuan yang tak bisa
terangkut berbentuk pakaian, selimut dan bahan makanan.
Seperti di Posko Pasar Besar Palangka Raya, sebanyak 17 karung besar berisi pakaian
layak pakai hasil sumbangan masyarakat tidak bisa disalurkan ke korban bencana di Aceh.
Menurut H Hanipi, salah seorang petugas posko di pasar tersebut, semua instansi
pemerintah di kota tersebut kini menutup bantuan berupa barang. Mereka hanya menerima
bantuan berupa uang. "Tidak jelas apa alasan mereka sehingga tak menerima lagi
bantuan berupa barang. Sekarang justru kami kebingungan, karena banyak masyarakat
penyumbang menanyakan kapan barang bantuan dikirim ke Aceh," ujar H Hanipi.
Selain belasan karung besar pakaian layak pakai, Posko Perkumpulan Pasar Besar juga
berhasil mengumpulkan dana dari dermawan sebanyak Rp5.529.000 dan telah disalurkan melalui
rekening sebuah televisi yang menayangkan Peduli Aceh. Hanya saja 17 karung besar pakaian
layak pakai dan selimut yang kini masih menumpuk di gudang milik warga.
Kepala Dinas Kesejahtraan Sosial Propinsi Kalteng, Suroso, membenarkan instasi yang
dibawahinya kini tak menerima bantuan berbentuk barang. "Sesuai surat edaran Gubernur
Kalteng H Asmawi Agani, nomor 361/1630/diskesos tanggal 28 Desember, mengimbau agar
memberikan bantuan untuk korban gempa dan tsunami dalam bentuk uang, tidak berbentuk
barang," ujar dia kemarin di ruang kerjanya.
Alasan edaran tersebut, karena biaya pengiriman barang ke Aceh sangat mahal.
"Sementara kalau pun kami akan mengirim barang-barang tersebut, terlebih dulu harus
berkoordinasi dengan pemerintah kota yang pertama kali membuka posko bantuan bencana gempa
dan tsunami," jelasnya.
Sementara Danrem 102 Panju-Panjung Kolonel Inf Suharsono, sangat menyayangkan
menumpuknya barang bantuan di posko-posko. Dia juga tak mengerti kenapa Pemprop Kalteng
tidak segera mendistribusikan bantuan tersebut. Danrem mengatakan akan segera membahas
masalah ini dengan DPRD Kalteng.
"Juga bagaimana tranparansi posko-posko yang bertebaran di Kota Palangka Raya,
karena kini banyak posko yang tidak jelas siapa yang membuat," ujarnya. buy