Jakarta, BPost
Sejenis kecoa berukuran besar dan beberapa spesies serangga baru telah ditemukan di hutan
belantara Kalimantan Timur, demikian diungkapkan para ilmuwan Nature Conservancy dan LIPI
yang tergabung dalam ekspedisi penelusuran gua dan tebing-tebing di pulau tersebut. Selain
serangga, para peneliti juga melihat beberapa ikan dan tanaman yang belum pernah dikenal
sebelumnya.
Menurut Cahyo Rahmadi, peneliti arthropoda goa dari Bidang Zoologi Pusat Penelitian
Biologi LIPI, kecoa berukuran sekitar 8-10 cm itu diduga merupakan kecoa goa terbesar di
dunia. "Ada beberapa jenis kecoa raksasa lain seperti kecoa Madagaskar, namun untuk
jenis yang hidup di goa, kami belum pernah melihat yang sebesar ini," kata Cahyo,
Senin (3/1).
Hewan yang disebut Cahyo sebagai kecoa monster ini bergerak relatif lamban.
"Mereka mudah sekali ditangkap karena gerakannya tidak secepat serangga-serangga lain
seukurannya. Dalam salah satu kesempatan, kami bahkan melihat seekor kecoa sedang dimangsa
oleh sejenis laba-laba goa yang bisa jadi juga merupakan spesies baru."
Kecoa ini memiliki keunikan, ungkap Cahyo, karena mereka ditemukan selalu berdua-dua.
"Tidak jelas apakah mereka berpasangan dalam arti berjenis kelamin jantan dan betina
karena hal itu sedang diteliti."
Adapun kecoa dan hewan-hewan lain itu ditemukan dalam ekspedisi dari 31 Juli hingga 3
September 2004 di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur.
Selain itu ditemukan juga kepiting mikro dalam ekspedisi di wilayah karst Sangkulirang.
Jenis kepiting ini ukurannya kecil dan kaki seribu troglobitic yang berukuran besar.
"Hampir seluruh serangga yang kami kumpulkan adalah jenis yang belum dikenal dunia
ilmu pengetahuan," ujar Louis DeHarveng, peneliti serangga dari Akademi Ilmu
Pengetahuan Prancis yang ikut dalam ekspedisi.
Para peneliti juga menemukan setidaknya dua spesies baru tanaman begonia, satu spesies
baru tanaman berdaun satu yang disebut Monophyllaea, dua spesies keong, beberapa spesies
ikan baru, serta sejenis udang kecil yang bisa bergerak cepat.
"Hanya dalam lima minggu, tim ekspedisi telah menemukan beberapa spesies baru yang
sebelumnya tidak dikenal dunia ilmu pengetahuan," kata Scott Stanley, program manager
Nature Conservancy wilayah Kalimantan Timur, seperti dikutip dalam situs The Nature
Conservancy. "Siapa yang tahu ada apa lagi di sana," lanjutnya.
Stanley berharap wilayah tempat ditemukannya spesies-spesies baru itu mendapat
perlindungan. "Bila sesuatu tidak dilakukan untuk melindungi wilayah tersebut,
lusinan spesies bisa hilang sebelum seorangpun tahu mereka pernah ada," katanya.
JBP/wsn