Marabahan, BPost
Barito Kuala mendapat kado istimewa pada hari jadi ke-45. Tidak hanya sukses menggelar
Lomba Perahu Naga Tingkat Nasional 2005, kabupaten di ujung barat Kalimantan Selatan ini
juga menempatkan salah satu wakil sebagai jawara.
Seperti diprediksi sebelumnya, tim-tim unggulan masih tidak bergeser dari papan atas
dan harapan agar Batola A atau Putra Banua menjadi juara terlaksana.
Tanpa mendapatkan kesulitan yang cukup berarti, tim yang berasal dari Banua Anyar
Kecamatan Bakumpai ini melibas lawan-lawan sejak semifinal hingga final, Selasa (4/1) di
Sungai Barito Marabahan.
Di semifinal, anak asuh Syaifuddin ini leluasa melewati semifinal yang digelar sesaat
setelah perlombaan ini dibuka Bupati Eddy Sukarma.
Mereka menyisihkan Raja Tumpang Batola C di urutan kedua dan dua wakil Tapin, yaitu
Buaya Kawah serta Buaya Kuning di semifinal pertama yang digelar sejak pukul 10.00 Wita.
Kesuksesan Putra Banua diikuti Banua Anyar B atau Batola B di semifinal kedua. Mereka
melibas Bintang 20 Alalak di posisi kedua, Turiang Citra Tapin dan Junior Flat Master
Banjarmasin.
Selanjutnya, kiprah Putra Banua semakin tak terhenti. Di grand final atau babak
empat besar yang mempertemukan Banua Anyar B, Bintang 20, Raja Tumpang Batola C dan Putra
Banua sendiri berlangsung seru.
Sejak start, Bintang 20 yang ingin mencetak sukses di Marabahan meluncur dengan cepat
di depan lawan-lawan mereka. Sementara Putra Banua, Banua Anyar B dan diikuti Raja
Tumpang.
Sayang, keunggulan Bintang 20 tak berlanjut.Di 600 meter, mereka disusul tiga tim
lainnya sehingga mereka terjepit diantara ketiga tim tersebut.
Alhasil, persaingan untuk menjadi tim terdepan dimiliki Batola A, Batola B dan Batola
C. Namun, Putra Banua alias Batola A cukup bagus menerapkan strategi di jalur balapan.
Dengan cepat, mereka meninggalkan lawan yang mulai kehabisan tenaga, hingga garis finish
pertama.
Tak hanya mencapai finish pertama, Putra Banua juga memperbaiki catatan waktu di
penyisihan. Di heat pertama, Senin (3/1) mereka mencatat waktu 2,7 menit. Sedangkan
di babak puncak, Putra Banua melaju selama 2 menit 33,76 detik.
Bagi Putra Banua, keberhasilan menjuarai event ini merupakan sukses kedua di
2004. Sebelumnya, mereka menempati podium tertinggi pada event serupa di Margasari
Tapin.
Di belakang pria-pria tangguh ini, terdapat Banua Anyar B Walau gagal juara, mereka
juga berhasil memperbaiki catatan waktu di kualifikasi. Sebelumnya, mereka hanya meraih
waktu 2 menit 42,11 detik di heat pertama. Sementara di final, Batola B melaju
selama 2 menit 39,10 detik.
Sementara, Bintang 20 yang sempat memimpin di awal lomba finish di urutan ketiga dengan
2 menit 42,49 detik. Padahal, di heat kedua, mereka mencatat waktu 2 menit 37,43
detik. Disusul Raja Tumpang di tempat keempat dalam waktu 2,42,93 detik.
Di kategori empat kecil, bercokol Buaya Kuning dengan catatan waktu 2 menit 53,24
detik, disusul Buaya Kawah dengan waktu 2 menit 54,22 detik.
Sementara di tempat ketujuh, ditempati Junior Flat Master dengan 2 menit 56,65 detik
dan Turiang Citra dengan waktu 2 menit 59,24 detik.
Dengan keberhasilan ini, Putra Banua berhak menggondol trofi bergilir Bupati Batola dan
trofi tetap, serta uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta.
Sedangkan posisi kedua hingga kedelapan masing-masing mendapatkan Rp5 juta, Rp2,5 juta,
Rp1 juta, Rp750 ribu, Rp500 ribu, Rp300 ribu dan Rp250 ribu. ban