:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Rabu, 05 Januari 2005


Teh Hijau, Dari Perawatan Sampai Penyembuhan

Minum secangkir teh selain nikmat rasanya juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan bahwa seseorang yang punya kebiasaan minum teh setiap hari berisiko kecil mengalami penyempitan pada pembuluh darah.

Prosentase penurunan risiko terkena penyakit jantung
bisa mencapai 46 persen bagi yang terbiasa mengkonsumsi satu sampai dua cangkir sehari. Sedangkan bagi yang gemar minum the sampai empat cangkir sehari prosentase penurunannya bisa lebih besar lagi, yaitu 69 persen.

Beragam jenis teh yang baik bagi kesehatan, seperti teh hitam dan teh hijau dideteksi mengandung partikel antioksidan berupa bio-flavanoids yang mampu mencegah terjadinya kerusakan dalam tubuh juga banyak diminum untuk menjaga kesehatan tubuh.

Begitu juga dengan kandungan kafein dalam teh yang kadarnya hanya setengah dari kafein yang terdapat pada kopi dan hal ini tidak terlalu membahayakan. Bahkan saat ini minuman teh banyak yang dicampur dengan susu, madu ataupun jeruk lemon. Nggak perlu kuatir, walaupun ada penambahan materi khasiat teh tetap tidak hilang.

Sampai saat ini masih banyak dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara teh dengan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Teh berasal dari bahasa Cina tay. Bangsa Cina mengenal teh sejak 2700 SM, kemudian orang Jepang mulai mengembangkan penanaman teh sejak 800 M serta menjadikannya sebagai bagian tradisi sosial dan agama. Teh hijau adalah teh yang berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat.

Teh hijau identik dengan simbol minuman kesehatan. Teh hijau bermanfaat untuk menyegarkan tubuh, kaya akan vitamin C dan vitamin B terutama tiamin (150-600 mg) dan riboflavin (1,3-1,7 mg). Teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi.

Tampaknya teh hijau makin menunjukkan banyak manfaat kesehatan. Yang sudah kita semua dengar adalah bahwa teh hijau dapat melindungi kita dari kanker dan penyakit jantung. Nah, tampaknya teh hijau juga dapat mencegah penyakit parkinson, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan rutin the American Academy of Neurology.

Dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan. Minuman teh hijau berwarna kuning hijau dan terasa lebih sepat dibandingkan teh hitam.Sebagian besar 98 persen teh yang beredar di pasaran adalah teh hitam. Daun teh mempunyai susunan kimia yang spesifik. Komposisi ini akan mempengaruhi mutu teh yang dihasilkan karena terjadinya reaksi-reaksi selama proses pengolahan berlangsung.

Satu kelompok peneliti Houston meneliti polyphenol, suatu antioksidan kuat yang merupakan komponen utama teh hijau. Penelitian terhadap hewan terdahulu mengindikasikan kalau ekstrak teh hijau mungkin memiliki efek mencegah Parkinson. Namun, mekanisme yang mendasari perlindungan ini belumlah dimengerti oleh para ahli.

Penyakit Parkinson terjadi jika sel otak yang memproduksi sebuah senyawa, disebut dopamine, mati di daerah otak yang mengontrol gerakan. Karena level dopamin jatuh, gemetar dan gerakan kejang yang tak terkontrol terjadi. Penderita Parkinson juga memiliki gerakan sangat lambat dan beberapa menderita demensia.

Beberapa teori menyatakan kalau Parkinson disebabkan oleh bahan beracun yang membunuh sel otak dan menyebabkan level dopamine jatuh. Para peneliti ingin melihat apakah efek yang dimiliki polyphenol atau teh hijau terhadap sel otak tersebut.

Pada penelitian terhadap tikus, para peneliti menemukan kalau polyphenol menghambat MPP+ untuk memasuki sel-sel otak ini, sebuah bahan yang diketahui dapat membunuh sel otak dan menyebabkan parkinson pada tikus.

Polyphenol tampaknya terlibat dalam sistem penyaluran yang memungkinkan racun merusak masuk ke otak, kata peneliti Tianhong Pan, MD, PhD, dari Baylor College of Medicine di Houston dalam siaran pers. Efek polyphenol di otak belumlah dites pada manusia, tapi jika Anda ingin mencobanya dan memiliki masalah dengan rasa teh hijau, Anda dapat mencoba kapsul teh hijau yang tersedia di pasaran. klp


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Hiburan-Gaya Hidup
Health : Teh Hijau, Dari Perawatan Sampai Penyembuhan

Health : Bagus Untuk Payudara


Health : Dijamin Mutunya


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123