Prosentase penurunan risiko terkena penyakit jantung
bisa mencapai 46 persen bagi yang terbiasa mengkonsumsi satu sampai dua cangkir sehari.
Sedangkan bagi yang gemar minum the sampai empat cangkir sehari prosentase penurunannya
bisa lebih besar lagi, yaitu 69 persen.
Beragam jenis teh yang baik bagi kesehatan, seperti teh hitam dan teh hijau dideteksi
mengandung partikel antioksidan berupa bio-flavanoids yang mampu mencegah terjadinya
kerusakan dalam tubuh juga banyak diminum untuk menjaga kesehatan tubuh.
Begitu juga dengan kandungan kafein dalam teh yang kadarnya hanya setengah dari kafein
yang terdapat pada kopi dan hal ini tidak terlalu membahayakan. Bahkan saat ini minuman
teh banyak yang dicampur dengan susu, madu ataupun jeruk lemon. Nggak perlu kuatir,
walaupun ada penambahan materi khasiat teh tetap tidak hilang.
Sampai saat ini masih banyak dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara
teh dengan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Teh berasal dari bahasa Cina tay. Bangsa Cina mengenal teh sejak 2700 SM, kemudian
orang Jepang mulai mengembangkan penanaman teh sejak 800 M serta menjadikannya sebagai
bagian tradisi sosial dan agama. Teh hijau adalah teh yang berasal dari pucuk daun teh
yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang
terdapat.
Teh hijau identik dengan simbol minuman kesehatan. Teh hijau bermanfaat untuk
menyegarkan tubuh, kaya akan vitamin C dan vitamin B terutama tiamin (150-600 mg) dan
riboflavin (1,3-1,7 mg). Teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi
layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh
fermentasi.
Tampaknya teh hijau makin menunjukkan banyak manfaat kesehatan. Yang sudah kita semua
dengar adalah bahwa teh hijau dapat melindungi kita dari kanker dan penyakit jantung. Nah,
tampaknya teh hijau juga dapat mencegah penyakit parkinson, menurut sebuah penelitian yang
dipresentasikan dalam pertemuan rutin the American Academy of Neurology.
Dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan. Minuman teh hijau berwarna kuning
hijau dan terasa lebih sepat dibandingkan teh hitam.Sebagian besar 98 persen teh yang
beredar di pasaran adalah teh hitam. Daun teh mempunyai susunan kimia yang spesifik.
Komposisi ini akan mempengaruhi mutu teh yang dihasilkan karena terjadinya reaksi-reaksi
selama proses pengolahan berlangsung.
Satu kelompok peneliti Houston meneliti polyphenol, suatu antioksidan kuat yang
merupakan komponen utama teh hijau. Penelitian terhadap hewan terdahulu mengindikasikan
kalau ekstrak teh hijau mungkin memiliki efek mencegah Parkinson. Namun, mekanisme yang
mendasari perlindungan ini belumlah dimengerti oleh para ahli.
Penyakit Parkinson terjadi jika sel otak yang memproduksi sebuah senyawa, disebut
dopamine, mati di daerah otak yang mengontrol gerakan. Karena level dopamin jatuh, gemetar
dan gerakan kejang yang tak terkontrol terjadi. Penderita Parkinson juga memiliki gerakan
sangat lambat dan beberapa menderita demensia.
Beberapa teori menyatakan kalau Parkinson disebabkan oleh bahan beracun yang membunuh
sel otak dan menyebabkan level dopamine jatuh. Para peneliti ingin melihat apakah efek
yang dimiliki polyphenol atau teh hijau terhadap sel otak tersebut.
Pada penelitian terhadap tikus, para peneliti menemukan kalau polyphenol menghambat
MPP+ untuk memasuki sel-sel otak ini, sebuah bahan yang diketahui dapat membunuh sel otak
dan menyebabkan parkinson pada tikus.
Polyphenol tampaknya terlibat dalam sistem penyaluran yang memungkinkan racun merusak
masuk ke otak, kata peneliti Tianhong Pan, MD, PhD, dari Baylor College of Medicine di
Houston dalam siaran pers. Efek polyphenol di otak belumlah dites pada manusia, tapi jika
Anda ingin mencobanya dan memiliki masalah dengan rasa teh hijau, Anda dapat mencoba
kapsul teh hijau yang tersedia di pasaran. klp