- Gubernur kumpul di Jambi
- Bahas kebakaran hutan
Palangka Raya, BPost
Deklarasi Palangka Raya tentang program kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan
lahan serta pembakaran pekarangan tahun 2007 yang disepakati bersama di Palangka Raya tak
direspon Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Aburizal Bakri.
Hasil kesepakatan itu menurut Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang
disampaikan saat menghadiri lokakarya pengendalian kebakaran lahan dan hutan di Jambi,
Kamis (12/4).
Usulan program diajukan kepada Menkokesra, Aburizal Bakri agar mendapat dukungan
pemerintah pusat.
"Namun, hingga kini masih belum dijawab Menteri," ujar Karo Humas Setdaprov
Kalteng, Dendul Toepak, Jumat (13/4) melalui press rilisnya yang dikirim dari Jambi saat
mendampingi gubernur.
Pada pertemuan itu juga hadir Menkokesra Aburizal Bakri, Menteri Kehutanan MS Kaban,
Menteri Pertanian, serta Menteri Lingkungan Hidup serta Gubernur dan Bupati dari seluruh
provinsi rawan kebakaran lahan dan hutan yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi,Sumatera
Selatan, Kalbar, Kaltim, Kalsel dan Kalteng serta beberapa pimpinan perusahaan perkebunan,
pertanian dan kehutanan serta beberapa utusan dari negara tetangga Singapura.
Teras Narang menegaskan, masalah kebakaran tidak bisa hanya terfokus pada pengendalian,
penertiban dan pencegahan semata tetapi yang paling penting melakukan penindakan hukum
secara tegas terhadap pelakunya.
"Dalam menindak pelaku ini harus dibuat Peraturan Pengganti Undang-undang atau
Perpu sebagai revisi terhadap pasal-pasal dan ayat-ayat dalam Undang Undang (UU) Nomer 41
tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 23 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup serta
Undang-undang Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan yang menyangkut proses penyelidikan,
penuntutan dan sangsi-sangsi dalam putusan pengadilan.
Menurut Dendoel, dalam kesempatan itu Teras juga memprotes negara-neraga tetangga yang
sering menyalahkan Indonesia khususnya Kalteng sebagai negara pengekspor asap.
"Kami sangat memerlukan dukungan Dunia Internasional terlebih PBB agar dapat
mengatasi masalah kebakaran tersebut, jadi negara lain jangan hanya mengklaim kami sebagai
pengekspor asap," ujar Teras Narang. tur