:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
Borneo
Trans Kalimantan
Banjarmasin Bungas

Persona
Olahraga
FEMALE
Smart Mom
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 15 April 2007 01:42


Korban Lumpur Kelabui Polisi

  • Sesalkan sweeping
  • Izin demo tak keluar

Surabaya, BPost
Strategi korban lumpur PT Lapindo Brantas yang berasal dari Perumahan Umum Tanggulangin Anggun Sejahtera I Sidoarjo untuk berangkat berunjuk rasa ke Jakarta benar-benar jitu. Mereka berhasil mengelabui polisi yang menjaga ketat Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Saat dilakukan pemeriksaan, Sabtu (14/4), polisi hanya bisa menggagalkan satu warga. Ashari, warga Blok E Perum TAS I, diamankan karena kedapatan membawa KTP serta karcis kereta Kertajaya jurusan Jakarta. Polisi juga menemukan kaos orange yang akan digunakan untuk demo.

Sedang beberapa korban lumpur lainnya berhasil berangkat dengan menggunakan Kereta Api Rajawali jurusan Semarang yang berangkat Pukul 14.15 WIB. Meski mengetahui mereka membawa KTP dari daerah semburan lumpur, polisi tidak bisa menghalangi karena tujuannya ke Semarang.

"Sesampai di Semarang, kita melanjutkan ke Jakarta," ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Agar lolos dari sergapan polisi, warga dibagi dalam delapan kelompok. "Pengelompokan ini untuk mempermudah koordinasi saja," kata salah satu ketua kelompok, Soemitro. Apalagi demo sebelumnya batal.

Soemitro menyesalkan aksi aparat yang berlebihan terhadap rencana warga. Padahal, kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat diatur undang-undang.

Kapolsek Bubutan AKP Riswandi saat ditemui di Stasiun Pasar Turi mengelak dikatakan men-sweeping warga Perum TAS I. "Kita tidak melakukan sweeping. Ini hanya operasi multisasaran," ujarnya.

Ada sekitar 200 korban lumpur yang diba di Jakarta, Sabtu sore, untuk menuntut pembayaran ganti rugi tunai. Warga berkomitmen berkumpul di Tugu Proklamasi, Senin, dan demo di depan Gedung Istana Merdeka dan DPR.

Namun rencana mereka sepertinya gagal. Izin demonstrasi tak kunjung keluar hingga hingga Sabtu sore.

"Bahkan, Kapolres Sidoarjo secara langsung juga melarang kami ke Jakarta dan berjanji akan ikut memperjuangkan aspirasi warga ke pusat," ujar Koordinator aksi Yohanes Bambang Imam Suadi.dtc/ant/tic

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Nusantara
Korban Lumpur Kelabui Polisi

Umat Hindu Padati Pura


Aktivis Tolak Keinginan Eksportir Pasir


Polisi Pembunuh Pengusaha Dibekuk


Tanda Kemarau Muncul


Bocah Selamat Dari Kepungan Api


Putri Anggota Dewan Dipaksa Pose Bugil


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123