:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
Borneo
Trans Kalimantan
Banjarmasin Bungas

Persona
Olahraga
FEMALE
Smart Mom
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 15 April 2007 02:18


Penjara Khusus IPDN Terkuak

Sumedang, BPost
Ketidakwajaran IPDN juga ditandai dengan keberadaan sel di dalam kampus. Sel ini diduga kuat kerap digunakan untuk menghukum praja yang dianggap nakal. Ruang kurungan itu letaknya agak tersembunyi, di pos pengendalian keamanan Kesatrian IPDN.

Tak sembarang orang bisa masuk ke dalam kawasan tahanan ini. Keberadaannya pun tidak banyak diketahui publik, selain para petugas keamanan kampus.

Akan tetapi, sejak kasus kematian Cliff Muntu mencuat, sel tak lagi digunakan untuk menghukum praja-praja bandel. Sel berukuran enam meter persegi itu hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang dan tempat shalat bagi para anggota pengamanan dalam IPDN.

Toh demikian, keberadaan sel di dalam sekolah praja-- yang sesungguhnya tak lazim itu, makin menguatkan fakta bahwa pola pembinaan yang lekat dengan kekerasan memang ada di IPDN.

Priyo Susilo, seorang di antara perancang sekolah itu mengatakan bahwa IPDN memang mengadopsi sekolah militer. "Kita belajar di West Point, itu asramanya Akabri-nya Amerika," kata Priyo.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh, Kepala Sub Bagian Keamanan dalam IPDN, Azhari, menyatakan, sel itu dibangun pada tahun 1998. Namun ia menolak jika keberadaan sel dikaitkan dengan aksi kekerasan yang sering terjadi di kampus. Sel baru digunakan jika terjadi tindak kejahatan. Sel juga diperuntukkan untuk menahan pelaku sebelum diserahkan ke polisi.

Ada fakta lain di sekitar Kampus IPDN yang sampai kini masih menjadi misteri. Sebuah kompleks makam tersembunyi berada di antara rerimbunan semak. Beberapa di antaranya tanpa nisan dan nama. Adapun informasi yang diperoleh dari sejumlah kalangan kampus, disebutkan, di antara makam tersebut adalah kuburan praja IPDN atau STPDN.

Dukung Tim

Atas munculnya berbagai tindak kekerasan--bahkan hingga mengakibatkan kematian, mantan ketua DPR RI, Akbar Tandjung pun mengharapkan agar IPDN diubah total. Diharapan, ke depan lembaga pendidikan tersebut sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya yang ada di bawah Depdiknas.

"Kalau tujuannya untuk mencetak pamong atau pegawai ya harus diubah seperti lembaga pendidikan lain. Artinya budaya kekerasan juga harus dihilangkan dan benar-benar dijauhi di kampus tersebut," tegasnya, saat menghadiri pelantikan Badko HMI Kalsel-teng di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (14/4) siang.

Mantan ketua Golkar ini, juga mendukung upaya pemerintah membentuk tim investigasi terhadap kasus-kasus kekerasan yang ada. Dengan begitu semua kebiadaban di kampus pencetak pamong praja itu terungkap.

Praja Kalteng

Kemarin siang, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang menemui 147 praja asal Kalteng di aula Balairung Jenderal Rudini, kampus IPDN. Dalam pertemuan itu sebagian praja mengakui pernah melakukan tindak kekerasan.

"Saya mewakili teman-teman, mengakui ada sebagian kecil praja (Kalteng) yang melakukan penyimpangan (kekerasan, red). Tapi jangan hanya melihat itu, masih banyak prestasi (kami) yang dapat dibanggakan. Kami berharap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota mengunjungi kami untuk memantau kegiatan kami seperti yang dilakukan pemerintah daerah lain," tutur Erwindi, Koordinator Kontingen Praja Kalteng.

Mendengar ini, Teras meminta meminta mereka tidak mengulangi. "Saya minta kalian menyetop penganiayaan. Kami meminta kalian untuk terbuka dan tidak menutup-nutupi kejadian yang sebenanya. Beranikah kalian melaporkan praja yang melakukan penganiayaan kepada rektor, jika terjadi penganiayaan? Saya bangga pada praja yang berani melaporkan. Praja yang seperti inilah yang layak jadi PNS," kata Teras. TJ/coi/lip/mtv

Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Penjara Khusus IPDN Terkuak

Praja Kaltim Hilang


Golkar Deadline Presiden


Dibekuk Bak Teroris


Polly Gelisah


Indra Hanya Bercelana Pendek


Dekati Sejarah


Tetap Centil


MISTERI KEMATIAN TIGA KIAI CIREBON
Mobil Itu Pemberian Sang Jenderal


20 Ribu Soal Ujian Nasional Beredar


"Yang Penting Baca Tulis"


LUNCURKAN BUKU DECISIVE MOMENTS
Lho Kok Ada Prangkonya?


LATEST NEWS!
Bom Rakitan Meledak


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123