- Korban keracunan tinggalkan RSUD Ulin
Banjarmasin, BPost
Nyonya Ngadinah terlihat pucat. Warga Jalan Kelayan Besar RT 1 Banjarmasin ini
mengaku stres atas kejadian yang menimpa tetangganya setelah menyantap hidangan saat
menghadiri yasinan di rumahnya.
Maklum, sebagai tuan rumah, dialah yang menyajikan menu nasi kuning sebagai hidangan
santap malam kepada jamaah. Malah dia sendiri yang memasak nasi itu.
Seperti diwartakan, belasan Balita dan dua orang dewasa yang merupakan jamaah yasinan,
mual lalu muntah-muntah tiada henti, sehingga harus dilarikan ke IGD RSUD Ulin.
Namun perempuan berusia 52 tahun, mengaku hanya bisa pasrah dengan peristiwa tersebut.
Dia sama sekali tidak menyangka kalau sampai menimbulkan kejadian yang menggegerkan
tersebut. Karena, dia memasak makanan tersebut seperti halnya untuk dimakan sendiri.
"Barang dan kebersihannya pun seperti halnya masakan untuk makan
sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, kondisi korban keracunan sudah membaik. Rizha (4), salah satu korban,
terlihat sumringah. Pemandangan ini berbeda dengan sehari sebelumnya, saat bocah ini
menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Jarum infus yang menancap di
tangannya, kini sudah dilepas. Di gendongan ibunya, Masmunah, dia mulai meninggalkan RSUD
Ulin.
Saat ditemui BPost di halaman IGD Ulin, bocah mungil itu menceritakan awal
kejadian yang menimpanya. Dengan mimik yang terlihat lemah, dia tidak menyangka kalau
bakal mengalami hal itu. Karena baginya, menyantap nasi kuning dengan telur masak habang
adalah kebiasaan.
Sayangnya, begitu pulang dari yasinan dan sampai di rumah, perutnya terasa mual dan
mules.
Pengakuan tersebut dibenarkan ibunya, Masmunah. Dia mengaku tidak habis pikir tentang
sakit yang diderita buah hatinya, yang tiba-tiba muntah. Meski sudah diobati, muntah
tersebut tidak mau berhenti.
Kini, semua pasien keracunan sudah pulang karena sudah dinyatakan sembuh.coi