:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
MAIN PAGE
Berita Utama
Nusantara
Borneo
Trans Kalimantan
Banjarmasin Bungas

Persona
Olahraga
FEMALE
Smart Mom
Ragam
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Minggu, 15 April 2007 01:10


Jabatan Adalah Amanah

SOSOK wanita yang satu ini memang tak pernah lepas dengan persoalan gender. Bagi Dra Hj Masyithah Umar MHum, gender bukan sekadar sebuah istilah. Tapi yang terpenting bisa diaplikasikan secara adil dan nyata, jangan hanya secara normatif. Apalagi Allah tidak pernah membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki.

alam menerapkan gender itu sendiri perempuan harus menyadari posisinya. Ketika wanita merasa dirinya lemah jangan malah pesimis, namun harus bisa memberdayakan dirinya. Begitu pula bila merasa mampu, tumbuhkan rasa optimis dan bersikap mandiri.

Karena dengan adanya penyadaran dan pemahaman akan potensi diri dalam diri wanita, akan mudah mencapai suatu kemajuan. Sulit bagi seorang perempuan untuk maju atau mengembangkan diri jika ia sendiri tak tahu potensi dirinya. Begitu pula kelemahan guna perbaikan diri.

"Pemberdayaan itu sendiri harus sesuai hu- kum Islam, dengan kapa- sitas yang tidak berlebihan seperti pemahaman akan hak dan kewajibannya sebagai isteri," tutur wanita yang juga Ketua Women & Child Crissis Center (WCCC) Kalsel.

Selain tertarik persoalan gender, kekerasan yang menimpa kaum hawa terutama kekerasan dalam rumah tangga juga jadi pekerjaannya di Women & Child Crissis Center (WCCC) Kalsel. Bahkan ia dipercaya menjadi Ketua WCCC untuk membantu berbagai persoalan menyangkut wanita.

"Tidak banyak orang yang menangani permasalahan wanita, saya melihat trauma dan kekerasan dalam rumah tangga banyak terjadi saat ini. Karena itu, keberadaan WCCC sebagai wadah untuk membantu dan mendengarkan keluhan para wanita," jelasnya.

Sebagai wanita yang aktif yang juga Pembantu Rektor III IAIN Antasari, ibu empat anak ini menyadari jabatan yang diembannya cukup berat. Namun ia memandang jabatan sebagai suatu amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dan kalangan wanita harus menyadari hal itu. Jangan sampai suatu jabatan yang dipegang kaum hawa malah jadi bumerang.

"Bagi saya, jabatan yang diraih kaum wanita sebagai prestasi karena memang punya kemampuan. Dan saya memangdang jabatan suatu amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Wanita kelahiran Banjarmasin, 13 Agustus 1955 ini melaksanakan tugasnya sebagai Pembantu Rektor III IAIN Antasari sesuai aturan atau job yang diberikan. Baginya, kebijakan yang dibuat jangan sampai merugikan orang lain.

Ia ingin mahasiswa IAIN Antasari bisa menjadi orang yang berkualitas, akhlaqul kharimah dan memiliki wawasan keilmuan sesuai kapasitas masing-masing. Termasuk menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan sebaik-baiknya.mia

Biodata

Nama : Dra Hj Masyithah Umar MHum
TTL : Banjarmasin, 13 Agustus 1955
Pekerjaan : PNS/Pembantu Rektor III IAIN Antasari Banjarmasin
Suami : DR H Muhammad Hasyim MA (Alm)
Anak :
-
dr Noor Maziyati Nida (24)
- Muhammad Ajib Nuzula (21)
- Maulidah Nur Afa (18)
- Mufidah Nur Pasha (18)

Orangtua : H Muhammad Umar (Alm) - Hj Saniah
Hobby : Berbincang
Motto : Kebenaran tutur, kejujuran hati dan keadilan sikap
Riwayat Pendidikan :
- D Negeri I Tanah Grogot (1968)
- SMP Negeri I Tanah Grogot (1971)
- Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SPIAIN) Banjarmasin (1973)
- IAIN Antrasari Banjarmasin Fakultas Syariah (1981), Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta (1993) jurusan Kajian Wanita

Riwayat Pekerjaan :
- Kepala jurusan perbandingan Mazhab IAIN Antasari Fakultas Syariah
- Ketua jurusan Tafsir Hadist IAIN Antasari Fakultas Syariah
- Pembantu Dekan III IAIN Antasari
- Dekan Fakultas Syariah IAIN Antasari
- Pembantu Rektor III IAIN Antasari

Organisasi/Diklat :
- Ketua Senat mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Antasari Banjarmasin (1978-1981)
- Ketua Pusat Studi Wanita IAIN Antasari (1996)
- Ketua Women & Child Crissis Center (WCCC) Kalsel 2006
- Wakil Ketua MUI Kalsel (2007 - 2012)
- Wakil Ketua ICMI Kalsel (2006 - 2011)
- Wakil Ketua PKBI Kalsel
- Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalsel
- Mengikuti workshop tentang gender di Pakistan (2000)
- Penelitian kerjasama 3 negara (Pakistan, Indonesia, Kanada) tergabung dalam kajian wanita UI (2000-2005)

Prestasi :
- Pelajar Teladan Tingkat SMP (1971)
- Mahasiswa Teladan IAIN Antasari (1975)
- Dosen Teladan Tingkat Nasional untuk Perguruan Tinggi Agama Islam


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

PERSONA
Jabatan Adalah Amanah

Raih Gelar Dosen Teladan


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123