Tidak ada anak yang bodoh. Tergantung bagaimana
orangtua menyiasati cara mendidik anak yang benar, salah satunya melalui PAUD.
Menurut Ketua Forum PAUD Kalsel, Hj Fauthyda Ismet Ahmad, melalui pendidikan non formal
seperti PAUD anak-anak diasah untuk berpikir melalui permainan sesuai usianya. Selain anak
menjadi lebih cerdas, si buah hati juga belajar bersosialisasi sekaligus persiapan untuk
pendidikan selanjutnya.
"Pendidikan usia dini sebagai pendidikan non formal bermanfaat untuk melatih
kecerdasan anak. Banyak manfaat yang didapat untuk perkembangan anak, salah satunya anak
bisa lebih cerdas," ujar Fauthyda.
Dalam pendidikan anak usia dini, anak diajarkan untuk mengenal sesuatu, seperti nama
benda, alam di sekitarnya dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Anak yang sebelumnya
pemalu dan tak bisa berbaur dengan orang lain, dengan mengikuti PAUD bisa bersosialisasi.
Dengan begitu, mereka akan mengenal lingkungan di sekitarnya. Karena jika di rumah anak
hanya mengenal keluarganya, sementara anak tidak bisa bersosialisasi dengan
teman-temannya.
Karena itu, sejak 2002 lalu pemerintah menggalakkan pentingnya PAUD bagi anak-anak usia
dini. Melalui PAUD, mampu menghasilkan anak bangsa yang cerdas serta berakhlak karena
dididik sejak kecil.
Bagi orangtua yang mempunyai anak usia 2-6 tahun, sebaiknya di sekolahkan pada PAUD
terdekat. Dalam pendidikan anak-anak usia dini, peran orang tua sangat dominan termasuk di
rumah.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini. Tujuan utama membentuk
anak berkualitas, anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya
sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta
mengarungi kehidupan di masa dewasa. Tujuan penyertanya, untuk membantu menyiapkan anak
mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Saat ini di Kalimantan Selatan jumlah PAUD sudah cukup banyak, di masing-masing
kabupaten dan kota ada sekitar 30 buah. mia