:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 03:14


Pentas Pemain Nasional

TANJUNG, BPOST - Ayunan raket yang mantap dan bertenaga dari ganda Banjarmasin I, Hendri Susilo Pramono/Adrian Raturandang, membuat serangan duet Yulian/Mahyuni dari Hulu Sungai Tengah, seolah melempem.

Tak ayal, hasil pertandingan pasangan Hendri yang juga pemain nasional peringkat IV dan Adrian peringkat 18 melawan Yulian dan Mahyuni yang hanya pemain lokal itu pun cukup telak, 8-2.

Baru dua hari turnamen tenis terbuka Sarabakawa Cup V/2007 digelar, pemain nasional memang sudah menunjukkan tajinya. Setiap regu yang ada pemain nasionalnya pasti memenangi pertandingan.

Selain Hendri dan Adrian masih ada Eddy Kusdaryanto, Sunu Wahyu Trijati, Enrico Satria, Agung Bagus Dewantoro, Fendi Suyadi dan Budi Anshori.

Pemain nasional yang unggul pengalaman bertanding dan gemblengan latihan lebih intensif dengan mudah merobohkan pertahanan petenis lokal.

Namun petenis lokal juga tidak mau menyerah begitu saja. Mereka berjuang segala daya dan upaya meminimalisir selisih perolehan skor.

Pasangan Putra dan Reza, wakil dari Hulu Sungai Selatan misalnya, mampu lebih lama bertahan dari gempuran ganda yang juga menyandang peringkat nasional, Eddy Kusdaryanto dan Sunu Wahyu Trijati. Hasilnya, walaupun kalah skor mereka lebih tinggi dari pasangan lokal yang keok lainnya dengan perolehan 8-3.

Sebab dari semua nomor pertandingan single maupun double pemain nasional rata-rata mampu melibas lawannya dengan skor 8-0. Pemain lokal bisa unggul bila melawan pemain lokal juga. Contohnya tunggal Bachriansyah dari Balangan yang unggul 8-2 saat melawan Joko dari Palangka Raya 2.

"Memang sulit. Tapi penonton sebenarnya menanti-nanti kemenangan pemain lokal," komentar Ketua Pengcab Pelti Tabalong, Anang Syakhfiani.

Kemarin pertandingan kembali berlangsung secara marathon, mulai pukul 08.00 Wita sampai 22.00 Wita dengan sekali break saat magrib. Sampai dengan pukul 18.00 Wita kemarin, sementara Tabalong unggul dalam perolehan poin kemenangan di lapangan Taruna. Dari tujuh sesi, Tabalong unggul tiga sesi pertandingan, disusul Banjarmasin I dua sesi, HSU dan Balangan masing-masing satu sesi kemenangan. nda


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

LOCAL SPORT
Pentas Pemain Nasional

Petenis Tunggal Terjungkal


Mental Sebagai Pemenang


Terbaik di Asia Pasifik


Singgasana HSU Terancam


Kecewa PBVSI Kalsel


Model Iklan Bersama Tukul


Buang Peluang ke Olimpiade


Kalah Telak karena Telat


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123