Kecewa PBVSI Kalsel
MASUK pemusatan latihan nasional (Pelatnas) merupakan impian atlet Indonesia. Namun
demikian, Dwi Widyanti (23) memilih melewatkan kesempatan bergabung dalam Pelatnas Voli
Pantai SEA Games 2007, yang dipersiapkan berlaga di Thailand, Desember mendatang.
Kepada BPost yang menghubungi, Senin kemarin, atlet andalan Kalimantan Selatan
tersebut mengungkapkan alasan penolakannya.
"Usai meloloskan tim voli pantai putri Kalsel ke PON 2008 bersama Margareta, saya
yakin diantara kami berdua bakal dipanggil memperkuat Pelatnas SEA Games 2007," tutur
Wiwi, sapaannya.
Sebab, ujar kelahiran Barabai, Hulu Sungai Tengah, 12 Mei 1984 ini, Pengurus Besar
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) sebelumnya telah menjanjikan tempat bagi
tim tiga besar kualifikasi PON di Jakarta, Juni lalu itu.
Memang Pelatih Kepala Pelatnas, Agus Salim, memanggil Wiwi bersama manajer tim Kalsel,
H Samsudi, dan menyatakan keinginan memboyongnya ke Pelatnas.
"Tawaran itu tak langsung saya terima. Saya masih berpikir tentang program jangka
panjang Pelatnas, dimana konsekuensinya harus meninggalkan suami saya, Tito Samboro.
Padahal belum genap satu tahun kami menikah," beber Wiwi.
Setelah berpikir selama sehari, lanjutnya, tawaran tersebut ditampik demi keharmonisan
rumah tangganya. Selain itu, juga karena minimnya perhatian dari Pengurus Daerah (Pengda)
PBVSI Kalsel.
"Jangankan penghargaan. Ucapan selamat dari pengurus pun belum ada hingga saat
ini," timpalnya.
Hal itu, sambungnya, ditambah dengan masalah program latihan untuk persiapan PON yang
masih belum jelas. Wiwi sendiri terpaksa kembali ke Kalsel tanpa menjalani latihan.
Padahal bungsu dari dua bersaudara ini nyaris membela DKI Jakarta. Ceritanya, setelah
lulus sekolah di Ragunan, Wiwi ikut Pelatihan Daerah Pra-PON Jakarta. Tapi menjelang
kualifikasi, PBVSI Kalsel memintanya membela Banua.
Penampilan gemilangnya bersama Margareta, diantaranya menjadi juara kelima Kejurnas
2007 di Sidoarjo, membuat DKI menggugat statusnya. Beruntung persoalan bisa diselesaikan
dengan kekeluargaan.
"Tak hanya Jakarta, beberapa daerah lain juga menginginkan saya, tapi saya ingin
mengabdi untuk daerah saya," tekad Wiwi. arl |