:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 03:14


Kecewa PBVSI Kalsel

MASUK pemusatan latihan nasional (Pelatnas) merupakan impian atlet Indonesia. Namun demikian, Dwi Widyanti (23) memilih melewatkan kesempatan bergabung dalam Pelatnas Voli Pantai SEA Games 2007, yang dipersiapkan berlaga di Thailand, Desember mendatang.

Kepada BPost yang menghubungi, Senin kemarin, atlet andalan Kalimantan Selatan tersebut mengungkapkan alasan penolakannya.

"Usai meloloskan tim voli pantai putri Kalsel ke PON 2008 bersama Margareta, saya yakin diantara kami berdua bakal dipanggil memperkuat Pelatnas SEA Games 2007," tutur Wiwi, sapaannya.

Sebab, ujar kelahiran Barabai, Hulu Sungai Tengah, 12 Mei 1984 ini, Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) sebelumnya telah menjanjikan tempat bagi tim tiga besar kualifikasi PON di Jakarta, Juni lalu itu.

Memang Pelatih Kepala Pelatnas, Agus Salim, memanggil Wiwi bersama manajer tim Kalsel, H Samsudi, dan menyatakan keinginan memboyongnya ke Pelatnas.

"Tawaran itu tak langsung saya terima. Saya masih berpikir tentang program jangka panjang Pelatnas, dimana konsekuensinya harus meninggalkan suami saya, Tito Samboro. Padahal belum genap satu tahun kami menikah," beber Wiwi.

Setelah berpikir selama sehari, lanjutnya, tawaran tersebut ditampik demi keharmonisan rumah tangganya. Selain itu, juga karena minimnya perhatian dari Pengurus Daerah (Pengda) PBVSI Kalsel.

"Jangankan penghargaan. Ucapan selamat dari pengurus pun belum ada hingga saat ini," timpalnya.

Hal itu, sambungnya, ditambah dengan masalah program latihan untuk persiapan PON yang masih belum jelas. Wiwi sendiri terpaksa kembali ke Kalsel tanpa menjalani latihan.

Padahal bungsu dari dua bersaudara ini nyaris membela DKI Jakarta. Ceritanya, setelah lulus sekolah di Ragunan, Wiwi ikut Pelatihan Daerah Pra-PON Jakarta. Tapi menjelang kualifikasi, PBVSI Kalsel memintanya membela Banua.

Penampilan gemilangnya bersama Margareta, diantaranya menjadi juara kelima Kejurnas 2007 di Sidoarjo, membuat DKI menggugat statusnya. Beruntung persoalan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

"Tak hanya Jakarta, beberapa daerah lain juga menginginkan saya, tapi saya ingin mengabdi untuk daerah saya," tekad Wiwi. arl


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

LOCAL SPORT
Pentas Pemain Nasional

Petenis Tunggal Terjungkal


Mental Sebagai Pemenang


Terbaik di Asia Pasifik


Singgasana HSU Terancam


Kecewa PBVSI Kalsel


Model Iklan Bersama Tukul


Buang Peluang ke Olimpiade


Kalah Telak karena Telat


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123