Buang Peluang ke Olimpiade
BANJARMASIN ,BPOST - Pecatur junior Kalsel gagal berkompetisi pada seleksi
nasional (Seleknas) di Jakarta, 11-15 Juli.
Penyebabnya Percasi setempat memutuskan tak mengirimkan duta pada perhelatan di sekolah
catur milik pecatur Utut Adianto tersebut.
"Kita memang diundang. Tapi apa daya Percasi Banua tak punya dana," ungkap
Ketua Organisasi Percasi Kalsel, MPr Drs H Syahrir WN kepada BPost, Selasa (10/7).
Diakui Syahrir, keputusan tersebut memang pahit. Sebab selain cukup bergengsi, ajang
ini juga merupakan kualifikasi mengikuti World Youth Olympiade yang berlangsung di
Singapura, 4-12 Agustus mendatang
"Sayang memang harus melewatkan peluang bagus ini. Tapi kita juga harus
realistis," timpalnya.
Dituturkan Syahrir, selain masalah dana, lawan-lawan pada Seleknas tersebut juga
terhitung berat. Bukannya kalah sebelum perang, imbuh Syahrir, tapi itulah kenyataannya.
Belum lagi sifat Seleknas KU 16 yang open tournament atau terbuka bagi siapa
saja.
"Disamping itu, para pecatur kita dipersiapkan dan konsentrasi pada Kejurnas Catur
di Surabaya, 27 Agustus," tambahnya.
Jadi, simpulnya, ketimbang harus mengeluarkan dana besar untuk seleksi, lebih baik
digunakan untuk menjajal kemampuan di Kejurnas tersebut.
Sementara itu, keputusan lebih kurang sama juga diambil Percasi Kalimantan Timur. Meski
tak absen, namun mereka hanya mengutus dua dutanya.
Keduanya adalah Astian Dana Ahada, pecatur binaan
klub Putra Samarinda (Pusam) bersama Master Fide (MF) Nurdin Askali sebagai pelatih.
"Kita memberangkatkan Astian karena dia punya prestasi bagus dan saat Java Chees lalu
berhasil menempati peringkat kedua," kata Ketua Klub Catur Pusam H Harbiansyah
Hanafiah. buy |