:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 00:41:32


Pemekaran RT Berujung Penutupan Jalan

PEMEKARAN RT tak selamanya mulus. Malah, tak sedikit yang justru memicu masalah di antara warga. Salah satunya seperti yang terjadi di Kompleks Surya Sakti, Banjarmasin Barat.

BLOKIR JALAN - Warga di kawasan Jalan Purnasakti RT28, Banjarmasin Barat memblokir jalan yang menghubungkan warga RT yang baru terbentuk ke jalan utama, Selasa (10/7). BPOST/AHMAD RIDUAN

Gara-gara warga membentuk RT baru, ketegangan terjadi di kompleks elite itu. Pada Selasa (10/7) dinihari, puluhan warga berasal dari dua RT, yakni RT 43 dan RT 26 saling nongkrong di jalan yang menghubungkan dua lingkungan tersebut.

Bahkan, para ibu-ibu serta anak-anak juga turut berbaur meskipun hanya duduk di teras rumah. Dengan begitu, suasana di kompleks yang baru dibangun itu tampak semakin tegang.

Ketegangan terjadi, menyusul aksi penutupan jalan yang dilakukan warga RT 26 tepatnya di jembatan yang menghubungkan dua kawasan tersebut. Diduga ketegangan berawal dari pemekaran lingkungan, sebagian warga membentuk RT baru.

Mereka dengan cepat menggelar proses pemilihan ketua RT secara langsung.

Bahkan, ketua RT terpilih, H Sam’an juga langsung dilantik sehari sebelum aksi penutupan jalan.

Saat ditemui bersama para warganya, menurut Sam’an, pemekaran RT dilakukan sesuai aturan berlaku, yakni minimal sebanyak 50 rumah. Bahkan, pihaknya juga sudah mengkonsultasikan kepada kepala kelurahan setempat.

"Di kompleks ini jumlahnya 54 rumah, jadi sudah tidak ada masalah kalau membentuk RT baru," terangnya.

Hal itu diambil para warga mengingat jumlah anggota dalam RT 26 sebelumnya melebihi dari 100 rumah. Apalagi jarak yang sangat jauh, sehingga dianggap kurang efektif dalam menjalin komunikasi.

"Akhirnya warga sepakat membentuk RT baru yang satu kawasan ini, setelah konsultasi dengan kelurahan. Bahkan, saat pelantikan pak lurah juga hadir," tegasnya.

Sementara, ketua RT 26, H Rusdi menuturkan, aksi penutupan jalan yang dilakukan warganya lantaran kecewa dengan warga yang memisahkan diri dengan membentuk RT baru.

Menurutnya, sekarang ini, kondisi jalan di kawasan tersebut sudah baik. Padahal sebelumnya, waktu masih satu RT kondisinya rusak dan sulit dilalui.

"Sekarang sudah nyaman memisahkan diri. Jelas saja warga sini kecewa. Apa ruginya jika RT-nya tetap gabung, kan malah terlihat bersatu," katanya.

Penutupan jalan dilakukan dengan menanam tiang kayu di tengah jembatan itu. Dengan begitu, semua kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke kompleks Surya Sakti.

Padahal, para warga yang tinggal di kompleks tersebut mayoritas memiliki mobil. Dengan begitu, mereka kalau pergi atau kembali ke rumah harus memutar. coi/ais/dua/ck6/mdn


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Banjarmasin Bungas
Bulan Depan 100 Km Jalan Mulus

Terkendala Pembebasan Lahan


Minimal Tak Bertambah


Sampurno Ditahan 20 Hari Lagi


Satu Kali Sedot Langsung Disergap


Pemekaran RT Berujung Penutupan Jalan


Lari 150 Meter Bersimbah Darah


Swasta Siap Menampung


Ditanami Tapi Tak Tumbuh


Yudhi Incar Salon Plus


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123