Pemekaran RT Berujung Penutupan Jalan
PEMEKARAN RT tak selamanya mulus. Malah, tak sedikit yang justru memicu masalah di
antara warga. Salah satunya seperti yang terjadi di Kompleks Surya Sakti, Banjarmasin
Barat.

Gara-gara warga membentuk RT baru, ketegangan terjadi di kompleks elite itu. Pada
Selasa (10/7) dinihari, puluhan warga berasal dari dua RT, yakni RT 43 dan RT 26 saling
nongkrong di jalan yang menghubungkan dua lingkungan tersebut.
Bahkan, para ibu-ibu serta anak-anak juga turut berbaur meskipun hanya duduk di teras
rumah. Dengan begitu, suasana di kompleks yang baru dibangun itu tampak semakin tegang.
Ketegangan terjadi, menyusul aksi penutupan jalan yang dilakukan warga RT 26 tepatnya
di jembatan yang menghubungkan dua kawasan tersebut. Diduga ketegangan berawal dari
pemekaran lingkungan, sebagian warga membentuk RT baru.
Mereka dengan cepat menggelar proses pemilihan ketua RT secara langsung.
Bahkan, ketua RT terpilih, H Saman juga langsung dilantik sehari sebelum aksi
penutupan jalan.
Saat ditemui bersama para warganya, menurut Saman, pemekaran RT dilakukan sesuai
aturan berlaku, yakni minimal sebanyak 50 rumah. Bahkan, pihaknya juga sudah
mengkonsultasikan kepada kepala kelurahan setempat.
"Di kompleks ini jumlahnya 54 rumah, jadi sudah tidak ada masalah kalau membentuk
RT baru," terangnya.
Hal itu diambil para warga mengingat jumlah anggota dalam RT 26 sebelumnya melebihi
dari 100 rumah. Apalagi jarak yang sangat jauh, sehingga dianggap kurang efektif dalam
menjalin komunikasi.
"Akhirnya warga sepakat membentuk RT baru yang satu kawasan ini, setelah
konsultasi dengan kelurahan. Bahkan, saat pelantikan pak lurah juga hadir," tegasnya.
Sementara, ketua RT 26, H Rusdi menuturkan, aksi penutupan jalan yang dilakukan
warganya lantaran kecewa dengan warga yang memisahkan diri dengan membentuk RT baru.
Menurutnya, sekarang ini, kondisi jalan di kawasan tersebut sudah baik. Padahal
sebelumnya, waktu masih satu RT kondisinya rusak dan sulit dilalui.
"Sekarang sudah nyaman memisahkan diri. Jelas saja warga sini kecewa. Apa ruginya
jika RT-nya tetap gabung, kan malah terlihat bersatu," katanya.
Penutupan jalan dilakukan dengan menanam tiang kayu di tengah jembatan itu. Dengan
begitu, semua kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke kompleks Surya Sakti.
Padahal, para warga yang tinggal di kompleks tersebut mayoritas memiliki mobil. Dengan
begitu, mereka kalau pergi atau kembali ke rumah harus memutar. coi/ais/dua/ck6/mdn |