Meski tubuh Rahmat Hidayat (29) bersimbah darah yang
mengucur dari beberapa mata luka tusukan senjata tajam, bapak dua anak yang tinggal di
Jalan Tanjung Harapan RT 35 Kelurahan Teluk Tiram ini, tetap berusaha menyelamatkan diri.
Sayangnya, setelah lari sejauh 150 meter dia roboh hingga menghembuskan napas terakhir.
Sementara itu, lima tersangka Farid alias Fardu, Fauzi, Budianto alias Kacong, Taufik
alias Ufik dan Hendri yang baru saja menggelar pesta miras, dengan pisau menghunus terus
berusaha mengejar korban.
Namun, begitu melihat korban terjatuh di Gang ODI, kelima tersangka malah bubar.
Masing-masing melarikan diri sambil membuang pisau yang baru saja digunakan untuk menusuk
tubuh korban ke sungai di kawasan itu.
Sedangkan gitar yang baru saja digebukkan di kepala korban, tetap dibawa kabur salah
satu tersangka. Maklum saja, gitar tersebut selain baru juga mahal harganya.
Itulah gambaran dari rekonstruksi pengeroyokan hingga korban meninggal dunia, Minggu
(24/6) lalu. Sebanyak 17 adegan diperagakan lima tersangka. Bahkan masing-masing
tersangka, masih ingat berbagai gerakan saat berusaha mengeroyok korban.
Tidak hanya itu, berbagai posisi yang dilakukan korban juga masih diingatnya. Termasuk
tersangka saat memukul kepala korban menggunakan gitar, hingga akhirnya korban berusaha
lari sejauh 150 meter hingga roboh dan menghembuskan napas terakhir.
Rekonstruksi yang digelar di lokasi kejadian, Selasa (10/7) dinihari itu menyita
perhatian warga. Meski berlangsung dinihari, ratusan warga tetap berjubel untuk
menyaksikan langsung adegan pembunuhan yang sempat menggegerkan masyarakat tersebut.
Tak ayal, kegiatan tersebut mendapat pengamanan ketat dari puluhan petugas kepolisian
Polsekta Banjarmasin Barat serta puluhan anggota Balai Kemitraan Perpolisian Masyarakat
(BKPM) Teluk Tiram, untuk mengantisipasi aksi balas dendam dari keluarga korban. Namun,
hingga rekonstruksi berakhir sekitar pukul 01.00 Wita, prosesi itu berjalan lancar. coi