:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 01:30


Dermawan Itu Luluh Lihat Mata Donny

  • Suaka Ananda BPost Dampingi ke Australia

SIAPA pun yang melihat wajah Donny Lukmana (8) pasti hatinya luluh dan iba. Dua bola mata bocah penderita crouzon syndrome (pembesaran tulang tengkorak) ini membesar dan nyaris keluar dari kelopaknya.

Donny Lukmana - BPOST/IDDA ROYANIERasa iba itu pun dirasakan seorang penumpang taksi, yang saat itu bersamaan dengan Donny dan ibunya, Saripah (35), dalam perjalanan dari Pal 6 Jalan A Yani menuju Kantor Askes Banjarmasin, Senin (9/7).

"Pas saya mau turun, tiba-tiba seorang bapak yang satu taksi dengan saya langsung membayarkan ongkos taksi dan memberikan uang Rp 100 ribu," kata Saripah, Selasa (11/7).

Saripah menceritakan pengalamannya itu kepada Bupati Tala Drs H Adriansyah, Kadiskes Tala dr H Gt Rifaniansyah, dan rombongan Yayasan Suaka Ananda BPost yang dipimpin Ketuanya dr Dharma PTR Maulega, A Wahyu Indriyanta, yang juga pemimpin perusahaan BPost Group dan anggota lainnya. Mendengar cerita Saripah tersebut, Bupati dan semua yang hadir tertegun.

Pertemuan di ruang kerja Bupati tersebut merupakan acara pelepasan Donny yang akan menjalani operasi mata di Australia. Yayasan Suaka Ananda BPost bekerjasama dengan Yayasan Citra Baru (Surabaya) serta Pemkab Tala akan menanggung biaya operasi Donny selama di Rumah Sakit Adelaide Australia.

Rencananya, Kamis (12/7), Donny didampingi ibunya akan dibawa ke RS Doktor Soetomo Surabaya guna menjalani persiapan dan pemeriksaan kesehatan tahap akhir selama tiga minggu.

Kemudian, tanggal 5 Agustus, Donny terbang ke Ausralia melalui bandara internasional di Bali. Selama di Australia, Donny didampingi dr Dharma. Lama operasi diperkirakan tiga bulan.

Bola mata Donny sendiri tidak apa-apa. Namun bola mata bocah kelas II SDN Kunyit Kecamatan Pelaihari ini menonjol ke luar karena terus terdorong oleh tulang tengkorak yang mengalami pembesaran. Jika dibiarkan, lama-kelamaan bola mata Donny akan ke luar dari ‘cangkang’nya.

Saat ini saja kelopak mata Donny tidak mampu lagi menutup secara sempurna. Donny pun tidak bisa lepas dari topi. Jika bola matanya langsung terkena sinar matahari, selain pedih, air matanya langsung bercucuran.

Itu sebabnya, jelas dr Dharma, operasi mata Donny akan menyita waktu. "Operasinya pun tidak bisa langsung, mesti bertahap," jelas dokter spesialis bedah plastik RS Ulin Banjarmasin ini.

Untuk mempelancar keberangkatan Donny ke Australia, Pemkab Tala membantu biaya tiket Surabaya-Denpasar-Australia plus uang saku. Sebelumnya, Aad juga memberikan bantuan Rp10 juta untuk biaya akomodasi selama Donny menjalani perawatan di RS Doktor Soetomo.

Saripah sangat berbahagia. Bola matanya tampak berkaca-kaca, menahan haru atas kepedulian Pemkab Tala, Yayasan Suaka Ananda BPost dan Yayasan Citra Baru. "Terimakasih, Pak. Terimakasih," tuturnya dengan suara bergetar.

Tanpa uluran tangan dari dermawan, Saripah memang tak sanggup membiayai operasi anak sulungnya itu. Jangankan untuk operasi, untuk makan sehari-hari saja pas-pasan.

Gabah yang masih ada di rumah, tutur Saripah, hanya sembilan karung. "Kemarin baru dijual tiga karung untuk bayar utang pupuk," ujarnya.

Kerana kesahajaan itu pula, tidak ada rencana menggelar selamatan menjelang keberangtakan Donny.

"Nggak ada uang lagi, Pak. Yang penting saya mohon doanya semoga operasinya berjalan lancar," ujar Saripah.

Donny sendiri lebih banyak diam. Bocah berkulit gelap ini tergolong pendiam. Jika ditanya, ia lebih banyak menggelengkan atau menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Donny kangen dengan sekolah? Ia pun menggeleng. "Malu," ucapnya sengau sambil menyembunyikan wajahnya di dekapan sang ibu. Rupanya bocah ini terbayang-bayang, wajahnya kelak menjadi jelek setelah dioperasi. Namun setelah sang ibu menjelaskan kelak wajahnya justru akan lebih baik, matanya tidak menonjol lagi, Donny langsung tersenyum.

Ia pun mengaku mau bersekolah lagi agar menjadi orang pandai. idda royani


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Isu Sogokan Redam Interpelasiz

Nyaris Adu Jotos


Hairul Saleh Pojokkan Rudy


Indonesia 2 VS 1 bahrain
Bergetar!


Indonesia 2 VS 1 bahrain
"Ini Baru Awal"


50 Santri Diberondong


Warga Aranio Demo di Istana


LATEST NEWS! - Bunuh Diri dalam Sidang


Derita Bocah Cacat Ditolak Sekolah Favorit
Dia Sering Menangis dan Minder


Polri Larang Atribut GAM


Dermawan Itu Luluh Lihat Mata Donny


Tarif Produk Hutan Dihapus


Rp 300 M untuk Nada Ponsel


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123