:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 01:30


Rp 300 M untuk Nada Ponsel

SANA’A, BPOST - Gonta-ganti nada telepon seluler (ponsel) dan tukar-menukar pesan singkat (SMS) yang sebagian berisi suara atau gambar mesum, menguras kantong warga Mesir sebesar 186 juta pound Mesir (sekitar Rp 300 miliar) per tahun.

Hasil penelitian terbaru di negeri Lembah Nil itu, seperti dikutip harian Al-Bayan, Uni Emirat Arab (UAE), Senin (9/7) menyebutkan bahwa warga negeri itu menghabiskan biaya tersebut untuk membeli nada panggil dan tukar menukar SMS ‘tidak senonoh’.

Harga satu nada panggil 1,5 pound (sekitar 26 sen) dan bagi kalangan pemuda setempat, tukar menukar SMS berisi gambar dan nada mesum sesama mereka merupakan kebanggaan, meskipun secara tidak sadar telah menguras isi kantong mereka.

Hasil penelitian yang dilakukan Badan Telkom Nasional Mesir itu menyebutkan, nada-nada panggil yang laris di kalangan remaja adalah lagu-lagu terbaru termasuk soundtrack sinetron.

Sedangkan kelompok yang berumur 50 tahun ke atas lebih senang menggunakan nada panggil lagu-lagu lama yang dinyanyikan artis legendaries semisal Ummu Kalsum dan Abdul Halim Hafiz.

Penyalahgunaan ponsel tersebut menimbulkan kekhawatiran banyak pihak di negeri Piramida itu, karena selain biaya yang dikeluarkan tergolong besar, juga dapat berdampak terhadap akhlak.

"Harus ada pengawasan terhadap penyalahgunaan SMS dan nada dering yang berbau mesum tersebut di kalangan remaja, agar dampaknya tidak meluas di tengah masyarakat Mesir," kata Ir Ala Fahmi, mantan kepala Telkom Mesir.

"Perlu dilakukan penyadaran di kalangan remaja agar alat tersebut yang sedianya dapat digunakan secara produktif tidak menjadi alat penghancur dan merusak akhlak mereka," ujar Dr Hashim Bahri, guru besar ilmu jiwa Universitas Al-Azhar. ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Isu Sogokan Redam Interpelasiz

Nyaris Adu Jotos


Hairul Saleh Pojokkan Rudy


Indonesia 2 VS 1 bahrain
Bergetar!


Indonesia 2 VS 1 bahrain
"Ini Baru Awal"


50 Santri Diberondong


Warga Aranio Demo di Istana


LATEST NEWS! - Bunuh Diri dalam Sidang


Derita Bocah Cacat Ditolak Sekolah Favorit
Dia Sering Menangis dan Minder


Polri Larang Atribut GAM


Dermawan Itu Luluh Lihat Mata Donny


Tarif Produk Hutan Dihapus


Rp 300 M untuk Nada Ponsel


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123