Nyaris Adu Jotos
RAPAT paripurna membahas interpelasi Iran sempat diwarnai ketegangam sesama anggota
DPR, Ali Mochtar Ngabalin dan Sutan Bhatoegona. Tak hanya adu argumentasi tetapi juga
nyaris adu jotos.
Pertikaian terjadi ketika Ngabalin dari Fraksi Bintang Demokrasi melakukan interupsi
yang menyerang kebijakan pemerintah. Interupsi ini memicu emosi anggota Fraksi Partai
Demokrat, Sutan Bhatoegana. Dia menantang Ngabalin agar membuktikan ucapannya terutama
mengenai penilaian bahwa pemerintah adalah kepanjangan tangan atau antek pemerintah AS.
Sutan pun mengancam memperkarakan Ngabalin jika tidak bisa membuktikan ucapannya.
Ngabalin tidak gentar. Dia justru balik menantang Sutan. "Catat itu pimpinan,
aturan mana yang bisa diterapkan untuk menjerat secara hukum pernyataan anggota DPR.
Pernyataan seperti itu sesat," teriaknya.
Sutan kian emosi. Dia tetap menantang Ngabalin membuktikan ucapannya. Keduanya terus
saling memaki bahkan nyaris adu jotos jika tidak dilerai anggota-anggota lainnya.
Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif yang memimpin rapat pun meminta keduanya menahan
diri. Aabila ada jawaban pemerintah kurang memuaskan sebaiknya anggota DPR menggunakan hak
menyatakan pendapat pemutusan masa sidang yakni 20 Juli 2007. "Jika masih tidak puas,
bisa masuk ke suasana lain, termasuk impeachment presiden," tandasnya.
Untuk mencairkan suasana, Zaenal pun meminta seluruh anggota DPR mendoakan kesebelasan
Indonesia yang bertanding dalam Piala Asia. Setelah itu dia langsung menutup rapat. JBP/son/ant |