DI tengah gemuruh Stadion Gelora Bung Karno, Ivan
Venko Kolev, berjingkrak kegirangan usai pertandingan. Ia layak bergembira karena tim
Indonesia berhasil menundukkan Bahrain 2-1 pada pertandingan pembukaan Grup D Piala Asia,
Selasa (10/7). Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas mencetak gol kemenangan Tim Merah
Putih tersebut.
Kemenangan ini membuat Indonesia memperlebar kesempatan untuk
memenuhi targetnya lolos dari babak grup. Dengan tiga poin di kantong membuat Elly Aiboy
cs memimpin klasemen sementara Grup D. Namun dua lawan tangguh masih menunggu di
pertandingan selanjutnya yakni Korea Selatan dan Arab Saudi.
Indonesia memimpin lebih dulu lewat gol Budi Sudarsono di menit ke-14. Gol ini diawali
umpan cantik dari Firman Utina yang mengangkat bola dari tengah pertahanan lawan. Kiper
Abdulrahman Abdulkarim yang maju, gagal menyergap bola. Dengan tenang Budi mengarahkan
bola ke gawang yang kosong.
Namun menit ke-27, semifinalis Piala Asia 2004 itu berhasil menyamakan kedududkan.
Berawal dari kemelut di depan gawang, Sayed Mahmood Jalal yang berada di depan gawang
dengan cepat menyambar bola yang lepas dari tangkapan Jendri Pitoy.
Kedudukan 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama, meski kedua tim sama-sama memiliki
peluang untuk menambah gol. Di babak kedua, pertarungan kian seru.
Bambang Pamungkas akhirnya memastikan tiga poin bagi tim Indonesia pada menit ke-64.
Tendangan keras yang sporadis dari Firman Utina membentur tiang kanan gawang Bahrain. Bola
mental tepat mengarah ke Bambang Pamungkas, hingga ia pun langsung menyambarnya. Bola
menggetarkan jala di sisi kiri atas gawang lawan.
Tertinggal 1-2 membuat pemain Bahrain tertekan. Mereka secara bertubi-tubi mengurung
pertahanan Indonesia. Bahkan di masa injury time, Bahrain bak tak memberi nafas bagi
Indonesia. Namun dengan pertahanan berlapis, gawang Pitoy tetap aman hingga peluit panjang
dibunyikan.
Tak Ringan
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut dengan gembira kemenangan Indonesia itu.
Hasil ini diharapkan menjadi modal besar untuk menghadapi partai selanjutnya.
"Semangat juang anak-anak Indonesia ternyata mampu mengatasi kemampuan teknis
pemain Bahrain," kata Kalla usai menyaksikan langsung pertandingan Indonesia-Bahrain
melalui layar TV di rumah dinasnya.
Kalla menuturkan, dirinya berencana menonton laga perdana Ponaryo Astaman cs di Piala
Asia 2007 itu langsung di Gelora Bung Karno. Namun, karena kesibukannya dalam memimpin
rapat dengan para menterinya, dia akhirnya memutuskan menonton dari rumahnya saja.
Meski menang, bukan berarti langkah Tim Indonesia berikutnya kian ringan. Sebab di grup
yang sama bertengger dua raksasa Asia, Korea Selatan dan Arab Saudi-- yang tahun lalu ikut
berlaga di Piala Dunia 2006. Indonesia akan menghadapi Korea pada 18 Juli dan Arab Saudi
14 Juli mendatang.
Republik Korea sendiri, telah bertekad membekuk Saudi Arabia pada laga perdana.
Kemenangan itu akan jadi langkah awal nan penting untuk memboyong Piala Asia yang sangat
mereka rindukan.
Sudah 47 tahun Korea tidak pernah lagi jadi juara Piala Asia. Sukses menjadi juara
diraih saat Piala Asia pertama kali digelar di Hongkong 1956, dan ketika menjadi tuan
rumah 1960. Kegagalan dianggap sudah terlalu lama dirasakan, hingga mereka tak mau
mengulanginya.
"Target jelas menangkan Piala Asia, bawa pulang Piala Asia ke Korea," ujar
kiper sekaligus kapten Korea, Lee Won Jae dalam konpers di hotel JW Marriot, kemarin.
Hal itupun diamini pelatihnya, Peter Verbeek. Walau tanpa diperkuat beberapa pemain
andalan, pelatih asal Belanda itu percaya pemainnya bakal sukses juara.
Mengomentari target bisa lolos babak penyisihan grup, Ivan Kolev tak banyak mengumbar
janji. Ia menyatakan akan berusaha sekuat tenaga, meski hal itu tidak ringan.dts/ant/arl