SEDIKITNYA 50 santri bersenjata tewas diberondong pasukan Pakistan dalam operasi
militer besar-besaran terhadap Masjid Merah di Islamabad, Selasa (10/7). Dalam baku tembak
ini, delapan tentara juga tewas terkena tembakan para santri radikal tersebut.
"Ini merupakan upaya terakhir untuk membersihkan area masjid dari kelompok militan
bersenjata," tegas Jubir Militer Pakistan Mayor Jenderal Arshad Waheed kepada AFP.
Penyerbuan militer ini mendapat perlawanan sengit ratusan santri yang dipimpin Wakil
Imam Masjid, Abdul Azis Ghozi. Tak hanya menembak, mereka juga menembakkan roket dari
menara-menara masjid.
"Namun, kami berhasil menekan mereka dari tiga arah. Karena melawan, kami terpaksa
menembak Abdul Azis Ghozi," tegas Arshad.
Bentrokan bersenjata yang telah terjadi selama sepekan ini berawal dari keinginan ulama
masjid tersebut menjalankan undang-undang syariah di Islamabad. Pemerintah menolak
keinginan itu. Negosiasi pun beberapa kali gagal. Namun, ulama dan para santri bersikeras
hingga terjadi bentrokan.
Beberapa hari lalu, para santri telah menculik polisi dan orang-orang yang mereka
yakini terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam penyerbuan ini, sebanyak 24 santri ditangkap dan 50 santri lainnya memilih
menyerahkan diri kepada pasukan keamanan. Sebanyak 20 anak-anak yang berada dalam masjid
berhasil diselamatkan. Pers dilarang memasuki kompleks masjid dan rumah sakit yang merawat
korban luka-luka.
Wartawan BBC, Syed Shoaib Hasan melaporkan orang-orang yang berada di masjid
menggunakan granat tangan, bom molotov, dan senapan mesin ringan. Namun, tidak diketahui
jumlah orang yang berada di dalam masjid. *