Warga Aranio Demo di Istana
- Menteri ESDM Tak Mau Menemui
JAKARTA, BPOST - Sebanyak 65 warga korban pembangunan
Waduk Riam Kanan, di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, kecewa berat karena aksi
demonstrasi yang mereka gelar di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), Jakarta, Selasa (10/7), tak ditanggapi sang menteri, Purnomo Yusgiantoro.
Oleh karena itu, warga perwakilan sembilan desa tersebut tetap melanjutkan aksinya Rabu
ini. Bahkan mereka akan demo di depan Istana Kepresidenan dan Istana Wakil Presiden.
Dalam aksi kemarin, mereka bergantian orasi untuk menyuarakan aspirasi terkait ganti
rugi lahan pembangunan PLTA Riam Kanan yang tak ada kejelasan sejak tahun 1968 silam.
Warga datang dengan mengenakan baju sasirangan. Mereka juga membawa fotokopian putusan
PN Jakarta Pusat yang memenangkan gugatan warga.
Koordinator lapangan aksi, Anang Syahrani SE MM, saat dihubungi di Jakarta menyatakan,
warga tetap menuntut pemerintah pusat segera membayar ganti rugi sebesar Rp 573 miliar.
Mereka akan menuntut direalisasikannya eksekusi PN Jakarta Pusat tertanggal 6 Desember
2006-- yang isinya memenangkan gugatan warga atas tuntutan sebelumnya senilai Rp 1,1
triliun.
"Pada putusan tersebut, pemerintah diminta membayar ganti rugi sebesar Rp 573
miliar. Putusan PN itu sudah turun enam bulan lebih," ujar Anang.
Dikatakan Anang, perjuangan yang dilakukan warga sudah sesuai jalur hukum. Jika
pemerintah tetap tak memenuhinya, dia bersama warga akan terus menuntut hak-hak mereka
sampai kapan pun.
Pembangunan waduk tersebut membawa tumbal tenggelamnya sembilan desa, yaitu
Artain, Kalaan, Tiwingan Lama, Bunglai, Apuai, Rantau Balai, Rantau Bujur, Benua Riam dan
Tanjung Baru. Warga pun lantas menuntut keadilan dengan meminta ganti rugi.
Anang menceritakan, warga berangkat dari Aranio, Banjar sejak Sabtu (7/7) lalu, yang
kebanyakan menumpang kapal laut. Saat di Jakarta, warga menginap di Kompleks TNI AL di
Cinere, Jakarta Selatan.
Camat Aranio, Makhruddin, mengaku belum mengetahui kebenaran turunnya keputusan dari
pengadilan yang memenangkan gugatan warga tersebut. Kini, dia masih melakukan cross
check ke lapangan.
"Itu masih baru berupa kabar saja. Kebenarannya belum tahu. Saya akan cek melalui
lurahnya dulu," kata Makhruddin, sore kemarin.
Mengenai kondisi di Aranio, warga masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
Kebanyakan warga Aranio adalah bertani. sig |