:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 01:31


Derita Bocah Cacat Ditolak Sekolah Favorit
Dia Sering Menangis dan Minder

Selain asa yang terpangkas, derita Muhammad Dwi Juli Setiawan (14) kian bertambah. Kejiwaan bocah pintar ini ikut terganggu.

Muhammad Dwi Juli Setiawan bersama seorang psikiater. BPOST/FATURRAHMAN

Pascapenolakan yang dilakukan Panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) Sekolah Percontohan SMPN-2 Pahandut Palangka Raya, Kalteng, Dwi sering melamun dan menangis di dalam kamar. Waswas dengan kondisi putra keduanya itu, Syamsul Haris dan Tina memeriksakannya ke psikiater.

Kepada BPost di Balai Kesehatan Jiwa Kalawa Atei Palangka Raya, Selasa (10/7), Tina terlihat sedih. Menurut ibu tiga anak ini, sikap Dwi jauh berbeda dibandingkan saat mendaftar di sekolah percontohan itu.

"Biasanya dia ceria, penuh semangat dan tidak minder ketika dijumpai orang. Tapi sekarang Dwi sering menyendiri dan menangis tanpa kami jelas penyebabnya," ujarnya.

Tina pun mengaku telah berusaha membangkitkan semangat kepada anaknya tersebut. "Tetapi kondisinya semakin memburuk. Biasanya Dwi makan tiga kali sehari dengan lahap. Sekarang, dia malah jarang makan sehingga tubuhnya makin kurus," ujarnya lirih.

Bahkan, Dwi pernah berucap sangat sakit hati dengan pernyataan yang menyebutkan dirinya tidak lulus tes. "Dwi mendengar dan melihat sendiri ucapan panitia yang datang ke rumah kami satu jam sebelum kami yang menyatakan Dwi lulus seluruh tes, tapi diminta menandatangani surat pengunduran diri oleh panitia sekolah karena alasan kondisi tangannya cacat," ujar Tina.

Ketika membaca koran dan melihat televisi, ada pejabat yang menyebut dirinya tidak lulus, Dwi langsung menangis dan mengurung diri di dalam kamar. Dia pun menjadi minder bila bertemu orang lain.

Dokter Kejiwaan Balai Kesehatan Jiwa Kalawa Atei, dr Ferri Iriawan, mengatakan secara psikis anak seumur Dwi pasti terganggu. "Dia pasti mengalami tekanan akibat penolakan itu apalagi alasannya karena kelainan fisik," ujarnya.

Dimusnahkan
Menyikapi tidak adanya hasil kelulusan tes administrasi dan tertulis Dwi, wakil keluarga Dwi, Arief Budiatmo menduga adanya upaya melemahkan langkah hukum yang akan mereka ambil.

"Ada pihak-pihak tertentu yang ingin melemahkan bahkan membatalkan upaya gugatan kami ke jalur hukum, sehingga sejumlah barang bukti otentik berupa sejumlah berkas hasil tes kelulusan Dwi sengaja dimusnahkan," ujarnya.

Namun, keluarga Dwi tetap membawa kasus ini ke jalur hukum. "Saya sudah melakukan koordinasi bersama orangtua Dwi dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Ketua Tim Advokasi LPA untuk menuntut secara hukum perlakuan diskriminasi terhadap Dwi," tegasnya.

Ketua LPA Kalteng, Hj RA Setiyo Hidayati pun mengatakan telah membentuk tim penasihat hukum untuk mendampingi keluarga Dwi. "Keluarganya telah melakukan koordinasi dengan kami terkait rencana gugatan itu. Kami telah membentuk sebuah tim advokasi yang terdiri dari para pengacara di Kalteng," ujarnya.

Untuk mengetahui permasalahan ini, DPRD Kalteng berencana memanggil Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota Palangka Raya serta Panitia PSB SMP Negeri 2 Pahandut, Jumat (13/7). "Kami ingin megetahui akar permasalahan yang sebenarnya dan akan mencarikan solusi terbaik secara bijaksana," ujar Wakil Ketua DPRD, H Bambang Suryadie. tur/sut


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Berita Utama
Isu Sogokan Redam Interpelasiz

Nyaris Adu Jotos


Hairul Saleh Pojokkan Rudy


Indonesia 2 VS 1 bahrain
Bergetar!


Indonesia 2 VS 1 bahrain
"Ini Baru Awal"


50 Santri Diberondong


Warga Aranio Demo di Istana


LATEST NEWS! - Bunuh Diri dalam Sidang


Derita Bocah Cacat Ditolak Sekolah Favorit
Dia Sering Menangis dan Minder


Polri Larang Atribut GAM


Dermawan Itu Luluh Lihat Mata Donny


Tarif Produk Hutan Dihapus


Rp 300 M untuk Nada Ponsel


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123