:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 04:06


Pilih Menebang Mangrove daripada Sekolah

  • Ratusan Anak Putus Sekolah

MARTAPURA, BPOST- Anak-anak kampung nelayan di Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar memilih bekerja membuat tambak dengan menebang kayu bakau di hutan mangrove, daripada harus melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.

Informasi yang dihimpun, di SD Sungai Musang, dari 10 anak yang lulus pada tahun 2007 ini, tercatat hanya dua orang yang melanjutkan sekolah. Delapan siswa lainnya, memilih bekerja membantu orangtuanya membuka tambak melaut atau bercocok tanam.

Satu dari dua orang yang masih bisa melanjutkan sekolah yaitu, Ramadhani (13), mengaku bisa melanjutkan sekolah karena kakaknya berada di Kota Banjarmasin.

"Untung ada kakak di kota, seandainya tidak ada saudara yang bekerja di Banjarmasin, mungkin saya juga tidak bisa sekolah," katanya. Ramadhani menuturkan, teman-temannya tak bisa melanjutkan sekolah karena sampai sekarang di desa itu belum ada sekolah setingkat SMP.

Satu-satunya SMP berada di kota Kecamatan, yang jaraknya cukup jauh, dan hanya bisa ditempuh dengan angkutan sungai lebih dari satu jam. "Bila harus pulang pergi Sungai Musang-Aluh-Aluh memerlukan biaya transportasi cukup tinggi.

Begitu juga bila harus kos atau ngontrak rumah, sehingga para orangtua memilih anaknya membantu bekerja daripada harus sekolah," kata Arsyad, kakak Ramadhani.

Hingga saat ini tercatat ratusan anak-anak Sungai Musang hanya mampu menamatkan SD. Setelah itu mereka bekerja melanjutkan pekerjaan orangtuanya dan menikah. Sedangkan anak-anak gadis, terlihat hanya membantu ibunya memasak dan bertanam padi pada saat musim tanam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Faturakhman mengungkapkan, tingginya jumlah anak putus sekolah tak hanya di Sungai Musang. Di Kabupaten Banjar, tercatat 15 Desa dengan tingkat anak putus sekolah cukup tinggi, diantaranya Desa Kuin Besa, Kuin Kecil, Paramasan, Batu Tiris, Aranio, dan beberapa daerah terpencil lainnya.

Rata-rata desa tersebut tak memiliki fasilitas pendidikan lanjutan, sehingga anak-anak memilih tidak melanjutkan sekolah karena terkendala biaya.

Mengurangi anak-anak putus sekolah akibat minimnya fasilitas pendidikan tersebut, pada 2007 diprogramkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pada 10 titik desa yang tingkat anak putus sekolahnya tinggi. Program tersebut di antaranya, mendirikan SMP Kecil, SMP terbuka, program SD satu atap yaitu menjadikan SD sekaligus SMP. ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Pendaftar Cuma Belasan

SPBU Serongga Terkendala Listrik


Sebaiknya Perdamian Disaksikan Dua Habib


Ratusan Motor Karatan


Pesimis Habiskan Rp 1,4 Miliar


Guru Ilmu Kebal Dibantai Murid


Baliho Calon Mulai Marak


Hacker Serang Website PSB


Tim Elang Jelajah Singgahi Syamsudin Noor
Wah Terbangnya Rendah Sekali


Pilih Menebang Mangrove daripada Sekolah


Gadaikan Televisi untuk Sekolahkan Anak


Warga Harapkan Aruh Ganal Diterangi Listrik


HUT Ke-19 PDAM Intan Banjar
Wakil Gubernur Minum Air Kran


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123