Gadaikan Televisi untuk Sekolahkan Anak
SIREGER terpaksa harus menahan diri tak menonton televisi bulan ini. Satu-satunya
televisi kesayangannya harus diserahkan ke Pegadaian Cabang Martapura, Senin pagi (9/7).
Masalahnya, dia sangat membutuhkan uang tunai untuk biaya sekolah anaknya di salah satu
SMP di Martapura. Sebetulnya, dia punya uang awal bulan ini. Karena ada keperluan lain,
uang pensiun bulanannya itu dipakai untuk kebutuhan sehari hari.
Anaknya sudah didaftarkan ke salah satu SMP, dan biaya pendaftarannya gratis. Tapi,
untuk berjaga-jaga anaknya akan ditagih biaya lain-lain, seperti biaya bangku dan biaya
perlengkapan sekolah dia merasa perlu menyiapkan uang tunai sejak awal.
"Terpaksa saya gadaikan televisi. Maklum kebutuhan makin banyak, tapi penghasilan
tidak ada nambah," kata pensiunan PNS ini. Menurutnya, di saat krisis seperti ini,
keberadaan pegadaian sangat membantunya. Sebetulnya, dia malu datang ke pegadaian. Dia
juga tidak pernah menggadaikan barangnya sebelum ini.
Karena terpaksa, dia harus melakukannya. Karena baru pertama kali menggadaikan barang,
dia tampak kikuk saat memasuki kantor Pegadaian Cabang Martapura kemarin. Bahkan, saat
datang pertama kali, dia belum membawa televisinya. Katanya, dia merasa malu. Baru setelah
mendapat informasi dari petugas pegadaian dia pulang mengambil televisinya.
Pelanggan pegadaian lainnya, Ny Ade mengatakan, terpaksa menggadaikan gelang dan
kalungnya untuk biaya pendaftaran dua anaknya. Satu anaknya masuk SD dan satunya lagi
masuk SMP. Meski biaya pendaftaran sekolah itu gratis, biaya lainnya dipastikan ada.
"Saya sudah biasa ke sini (pegadaian). Biasanya saat mau puasa. Sekarang, saya
perlu uang untuk sekolah anak saya," kata pedagang di Martapura ini.
Manager Cabang Pegadaian Martapura, Ahdiani Noor SE mengatakan, ada peningkatan sekitar
20 persen omzet di kantornya. Peningkatan itu terjadi sejak awal bulan Juli ini.
Peningkatan itu biasa terjadi awal musim sekolah dan mendekati bulan puasa serta lebaran.
"Hingga hari ini, omzet kami telah mencapai lebih dari setengah miliar. Kalau
dibanding tahun lalu ada penurunan karena Pegadaian Cabang Banjarbaru telah dibuka,"
kata Ahdiani.
Juni lalu, Pegadaian Cabang Martapura meraih omzet sampai Rp 2,2 miliar. Transaksi
terbanyak adalah perhiasan emas berupa kalung, gelang, cincin dan anting. Selain
perhiasan, pegadaiannya juga menerima peralatan elektronik, kendaraan roda dua dan roda
empat. sigit |