MARTAPURA, BPOST- Tanpa ragu-ragu,
Wakil Gubernur Kalsel, Rosehan NB mengambil sebuah gelas dan langsung mengisinya dengan
air kran. Sambil tersenyum dia menenggak air itu dan mencecap dinginnya.
"Segar," katanya singkat.
Ya. Sabtu (7/7) lalu, Rosehan bersama Wakil Bupati Banjar, Hatim Salman, Wakil Walikota
Banjarbaru Ruzaidin Noor dan Direktur Utama PDAM Intan Banjar Rifqie Basri menikmati
dinginnya air kran di hutan pinus Mentaos Banjarbaru.
Mereka, sekaligus merayakan puncak HUT ke-19 PDAM Intan Banjar yang dipusatkan di
tempat itu. Air tersebut hasil olahan PDAM Intan Banjar yang baru dilaunching.
Untuk sementara, air kran langsung bisa diminum itu baru bisa dinikmati masyarakat di
Perumahan Tia Permata Resort 1 dan 2, Kompleks Pinus Indah, Kompleks Pinus Baru, Kompleks
Griya Meranti Asri 1 dan 2, Jalan Garuda dan Jalan Kasuari.
Selanjutnya, pipa air yang sudah steril dan layak konsumsi itu akan dikembangkan
jaringannya secara bertahap untuk masyarakat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Air steril
itu juga sudah diuji kesehatannya sehingga layak langsung diminum masyarakat tanpa dimasak
lagi.
Rosehan mengatakan, negara menjamin ketersediaan air bersih untuk warganya. Untuk itu,
PDAM Intan Banjar harus terus mengembangkan pelayanannya kepada masyarakat.
"Apalagi, dari 453 ribu warga Banjar, kini baru 20 persen saja yang bisa
dilayani," kata Rosehan. Rifqie Basri mengatakan, dua tahun terakhir PDAM Intan
Banjar sudah untung, tahun 2005 keuntungannya Rp 700 juta dan 2006 untung Rp 1 miliar.
Kini, PDAM terus melakukan perubahan mainset, paradigma seluruh karyawan dan direksi
agar bisa memberi layanan profesional. Menurutnya, pembenahan instalasi pengolahan,
seperti penggantian filter, pencucian, penggantian pompa, pembenahan jaringan perpipaan
dan penggantian pipa keropos telah menggunakan dana sendiri. sig