SPBU Serongga Terkendala Listrik
- Bupati dan Warga Ingin Beroperasi 24 Jam
KOTABARU, BPOST - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) Serongga yang baru diresmikan akhir pekan tadi tak bisa beroperasi maksimal, karena
terkendala aliran listrik dari PT PLN Kotabaru. Padahal Bupati H Sjachrani Mataja dan
masyarakat setempat menginginkan pelayanan SPBU tersebut selama 24 jam.
Pemilik SPBU Serongga H Amir, mengaku sudah berupaya mewujudkan keinginan masyarakat
Serongga dan sekitarnya serta pengguna Trans Kalsel-Kaltim agar SPBU buka 24 jam. Namun
permasalahannya hingga saat ini SPBU belum mendapatkan aliran listrik dari PT PLN.
"Untuk pelayanan listrik kami disarankan meminta saluran melalui PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tarjun, namun kami harus membuat pernyataan tidak beroperasi pada malam
hari. Saya tidak mau kalau seperti itu, kasihan masyarakat kita yang menginginkan
pelayanan 24 jam," katanya.
Pihaknya kata Amir siap membantu PT PLN listrik seperti pengadaan peralatan penunjang
yaitu tiang listrik dan lainnya, dengan syarat PT PLN bersedia memberikan saluran listrik
untuk operasional SPBU selama 24 jam. Saat ini operasional SPBU kepada menggunakan mesin
genset.
H Amir mengaku siap belajar dengan pengusaha besar BBM lainnya Syaid Jafar soal
pengelolaan distribusi BBM di Kotabaru dan sekitarnya.
Bupati Kotabaru H Sjachrani Mataja meminta agar PT PLN mengabulkan keinginan pengelola
SPBU. Sebab tujuannya untuk kepentingan masyarakat.
"Jika SPBU bersedia membantu pengadaan peralatan, kenapa PT PLN tidak memberikan
aliran listrik. Marilah kita bersama-sama membangun Serongga," katanya.
Pihak PLN Cabang Kotabaru belum berhasil dikonfirmasi, karena pimpinannya ke
Banjarbaru. dhs |