:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 04:07


Guru Ilmu Kebal Dibantai Murid

KANDANGAN, BPOST - Warga Desa Tawia RT 5 RK II Kecamatan Angkinang Hulu Sungai Selatan diselimuti duka mendalam. Senin (9/7) sekitar pukul 20.00 Wita, salah satu warganya, H Jamhari (50-an) dibunuh secara keji.

Kerap Banjir Tamu

SOSOK H Jamhari sudah dikenal baik hampir seluruh warga di Kecamatan Angkinang. Hampir setiap hari rumahnya kebanjiran tamu yang berdatangan dari berbagai wilayah bahkan dari luar HSS.

Mereka mendatangi rumah H Jamhari karena petani ini dikenal punya kelebihan ilmu mengobati orang. Bahkan banyak yang datang kepadanya minta ilmu kebal atau untuk sekadar melindungi diri dari serangan musuh.

Karena itulah warga tak curiga saat tiga pria datang ke rumahnya. Karena biasanya orang datang ke rumah H Jamhari bukan hanya bertamu belaka tapi kadang juga menginap khususnya yang datang dari jauh.

Pihak keluarga istri dan anaknya masih syok atas kejadian tersebut. Apalagi H Jamhari merupakan tulang punggung keluarga selama ini. ary

Petani ini tewas bersimbah darah dengan 13 mata luka di sekujur tubuhnya antara lain luka tusuk di leher, dada dan ketiaknya. Motif pembunuhan masih diselidiki Polsek Angkinang.

Namun diduga korban sebelum tewas dirampok. Dugaan itu karena dompet korban berisi uang Rp 3 juta raib dibawa pelaku. Informasi dihimpun, malam kejadian suasana Desa Tawia sepi. Selepas azan maghrib, tiga pria tak dikenal oleh warga kampung datang ke rumah korban.

Mereka menggunakan dua sepeda motor jenis Honda. Tamu itu dipersilakan masuk oleh korban yang memang dikenal ramah dan punya banyak teman.

Saat itu di rumah korban ada istrinya Hj Jumariah dan seorang anak perempuannya berumur 14 tahun. Salah satu pria yang bertamu itu mengutarakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk belajar ilmu kekebalan tubuh kepada korban.

Setelah terjadi pembicaraan, salah satu pria itu kemudian masuk ke sebuah kamar khusus bersama korban. Sementara dua lainnya menunggu di ruang tamu.

Hampir 1 jam korban dan pelaku berada dalam kamar. Tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti orang kesakitan. Istri korban yang saat itu sedang sakit keluar dari bilik kamar lainnya dan mendatangi kamar suaminya.

Namun betapa terkejutnya dia karena menyaksikan suaminya sedang diduduki dan ditusuk menggunakan belati oleh pelaku yang tak ia kenal sebelumnya.

Usai melihat pemandangan mengerikan ini, istri korban langsung berteriak minta tolong keluar rumah disertai dua kawan korban yang menunggu di ruang tamu tadi.

Warga pun berhamburan keluar memberikan pertolongan. Saat geger itulah, pelaku kabur sembari membawa dompet milik korban berisi uang Rp 3 juta lewat belakang rumah menuju lokasi persawahan.

Sedangkan dua kawannya juga menghilang pakai sepeda motor. Polisi sempat melakukan pengejaran ke lokasi persawahan tersebut. Namun pelaku yang licin bak belut berhasil lolos.

Diduga ia sempat lari melewati Desa Taniran Kubah masih wilayah Kecamatan Angkinang. Selasa (10/7) pagi, warga menemukan dompet kosong berisi KTP milik korban.

Kapolres HSS AKBP Taufik Supriyadi melalui Kapolsek Angkinang Sutrisno mengatakan masih mengejar pelaku. Namun ia belum bisa memastikan motif pembunuhan, karena menurut saksi pelaku datang ke sana untuk minta diajari ilmu kekebalan tubuh. ary


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Selatan
Pendaftar Cuma Belasan

SPBU Serongga Terkendala Listrik


Sebaiknya Perdamian Disaksikan Dua Habib


Ratusan Motor Karatan


Pesimis Habiskan Rp 1,4 Miliar


Guru Ilmu Kebal Dibantai Murid


Baliho Calon Mulai Marak


Hacker Serang Website PSB


Tim Elang Jelajah Singgahi Syamsudin Noor
Wah Terbangnya Rendah Sekali


Pilih Menebang Mangrove daripada Sekolah


Gadaikan Televisi untuk Sekolahkan Anak


Warga Harapkan Aruh Ganal Diterangi Listrik


HUT Ke-19 PDAM Intan Banjar
Wakil Gubernur Minum Air Kran


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123