Guru Ilmu Kebal Dibantai Murid
KANDANGAN, BPOST - Warga Desa Tawia RT 5 RK II Kecamatan Angkinang Hulu Sungai
Selatan diselimuti duka mendalam. Senin (9/7) sekitar pukul 20.00 Wita, salah satu
warganya, H Jamhari (50-an) dibunuh secara keji.
Kerap Banjir Tamu
SOSOK H Jamhari sudah dikenal baik
hampir seluruh warga di Kecamatan Angkinang. Hampir setiap hari rumahnya kebanjiran tamu
yang berdatangan dari berbagai wilayah bahkan dari luar HSS.
Mereka mendatangi rumah H Jamhari karena petani ini
dikenal punya kelebihan ilmu mengobati orang. Bahkan banyak yang datang kepadanya minta
ilmu kebal atau untuk sekadar melindungi diri dari serangan musuh.
Karena itulah warga tak curiga saat tiga pria
datang ke rumahnya. Karena biasanya orang datang ke rumah H Jamhari bukan hanya bertamu
belaka tapi kadang juga menginap khususnya yang datang dari jauh.
Pihak keluarga istri dan anaknya masih syok atas
kejadian tersebut. Apalagi H Jamhari merupakan tulang punggung keluarga selama ini. ary |
Petani ini tewas bersimbah darah dengan 13 mata luka di
sekujur tubuhnya antara lain luka tusuk di leher, dada dan ketiaknya. Motif pembunuhan
masih diselidiki Polsek Angkinang.
Namun diduga korban sebelum tewas dirampok. Dugaan itu
karena dompet korban berisi uang Rp 3 juta raib dibawa pelaku. Informasi dihimpun, malam
kejadian suasana Desa Tawia sepi. Selepas azan maghrib, tiga pria tak dikenal oleh warga
kampung datang ke rumah korban.
Mereka menggunakan dua sepeda motor jenis Honda. Tamu itu
dipersilakan masuk oleh korban yang memang dikenal ramah dan punya banyak teman.
Saat itu di rumah korban ada istrinya Hj Jumariah dan
seorang anak perempuannya berumur 14 tahun. Salah satu pria yang bertamu itu mengutarakan
maksud kedatangan mereka, yaitu untuk belajar ilmu kekebalan tubuh kepada korban.
Setelah terjadi pembicaraan, salah satu pria itu kemudian
masuk ke sebuah kamar khusus bersama korban. Sementara dua lainnya menunggu di ruang tamu.
Hampir 1 jam korban dan pelaku berada dalam kamar.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti orang kesakitan. Istri korban yang saat itu sedang
sakit keluar dari bilik kamar lainnya dan mendatangi kamar suaminya.
Namun betapa terkejutnya dia karena menyaksikan suaminya
sedang diduduki dan ditusuk menggunakan belati oleh pelaku yang tak ia kenal sebelumnya.
Usai melihat pemandangan mengerikan ini, istri korban
langsung berteriak minta tolong keluar rumah disertai dua kawan korban yang menunggu di
ruang tamu tadi.
Warga pun berhamburan keluar memberikan pertolongan. Saat
geger itulah, pelaku kabur sembari membawa dompet milik korban berisi uang Rp 3 juta lewat
belakang rumah menuju lokasi persawahan.
Sedangkan dua kawannya juga menghilang pakai sepeda motor.
Polisi sempat melakukan pengejaran ke lokasi persawahan tersebut. Namun pelaku yang licin
bak belut berhasil lolos.
Diduga ia sempat lari melewati Desa Taniran Kubah masih
wilayah Kecamatan Angkinang. Selasa (10/7) pagi, warga menemukan dompet kosong berisi KTP
milik korban.
Kapolres HSS AKBP Taufik Supriyadi melalui Kapolsek
Angkinang Sutrisno mengatakan masih mengejar pelaku. Namun ia belum bisa memastikan motif
pembunuhan, karena menurut saksi pelaku datang ke sana untuk minta diajari ilmu kekebalan
tubuh. ary |