Hacker Serang Website PSB
BANJARBARU, BPOST - Penerimaan siswa baru (PSB)
SMA/SMK terpadu se- Kota Banjarbaru terganggu. Sistem semi online yang diterapkan
diserang hacker, akibatnya dua hari terakhir data rekapitulasi nilai tertinggi dan
terendah masing-masing sekolah tak dapat diketahui.
Situs resmi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru di www.disdik.banjarbarukota.go.id
tak dapat diakses.
Cukup Lihat di Sekolah Pilihan
Disdik tak
bisa menjamin situs bisa diakses saat pengumuman hari ini, Rabu (11/7), sehingga
pengumuman dilakukan secara manual. "Calon siswa bisa melihat pengumuman di sekolah
pilihannya," ujar Amin.
Seperti tahun lalu, pengumumuman
ini sengaja diatur dengan lebih memudahkan. Semua peserta tak perlu repot dan cukup hanya
melihat langsung di sekolah pilihan karena pengumuman PSB SMA/SMK dapat dilihat utuh.
Menurutnya, prinsip transparansi
juga diterapkan saat pengumuman. Sama ketika mendaftar yang dipadukan di satu tempat, kini
saat pengumuman mereka tidak perlu juga kerepotan dan mengeluarkan tenaga berlebih untuk
datang ke sekolah-sekolah saat melihat pengumuman.
Cukup datang ke sekolah pilihan
utama, maka terlihat jelas hasil seleksi PSB. Nilai yang didasarkan nilai UN dikalikan
bobot masing-masing Bahasa Indonesia dikalikan 2, Bahasa Inggris dikalikan 4 juga
Matematika dikalikan 4 terangking jelas, akan terlihat nama-nama siswa yang masuk ke
sekolah-sekolah negeri yang sangat didambakan sebagian besar pendaftar. niz |
Ngadatnya website PSB terpadu ini tentu saja membuat calon
siswa yang ingin mengetahui apakah dirinya terjaring ke sekolah pilihannya kebingungan.
"Kok situsnya susah dibuka ya. Malah dua hari ini
sepertinya macet total. Wah, jadi repot ini," kata Lingga, orangtua calon siswa.
Lingga termasuk orang yang memanfaatkan situs tersebut.
Menurutnya, setiap hari ia terus memantau pergerakan nilai di PSB itu melalui internet
karena lebih mudah prosesnya. Cukup klik di warnet, ia tak perlu setiap hari memantau ke
Disdik di mana PSB Terpadu berlangsung.
Ketika ditelusuri kepada petugas PSB, memang ada gangguan.
Hal ini dibenarkan pula M Amin, kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdik
setempat.
"Ya, memang situs resmi Disdik ada gangguan. Sempat
diganggu hacker," tandasnya.
Hacker dengan keahliannya dapat melihat kelemahan perangkat
lunak di komputer milik Disdik. Pihaknya terus melakukan upaya perbaikan. Salah satunya
dengan memberikan proteksi kepada setiap pengguna situs.
Kalau dulu saat mengakses tidak perlu login, sekarang harus
mempergunakan user acount. Namun sayang, upaya itu pun tak terlampau ampuh. Hacker
masih saja merajalela merusak tatanan situs. niz |