Tim
Elang Jelajah Singgahi Syamsudin Noor
Wah Terbangnya Rendah Sekali
Raihan tak kuasa menahan rasa penasarannya,
tatkala melihat lima pesawat tempur terbang rendah melintas di atas rumahnya di Kertak
Hanyar Kabupaten Banjar. Bocah kelas II SD itu merengek, meminta orangtuanya mengejar ke
mana arah pesawat itu terbang.
Rupanya, keinginannya itu bersambut. Tedy, orangtuanya yang ternyata juga tak kalah
penasarannya.
Dengan cepat ia memacu laju mobilnya menuju Bandara Syamsudin Noor. Meski sadar,
buruannya tak terkejar, Tedy sekeluarga cukup senang karena dapat melihat dari dekat
pesawat hawk itu.
"Wah, pesawat yang terbang dekat rumah kita tadi banyak ya," kata Raihan
dengan nada penuh kegirangan, ketika dapat melihat dari dekat bahkan memegang badan
pesawat yang telah membuatnya penasaran itu.
Spontan, keceriaan anak semata wayangnya itu pun tak dilewatkan. Kamera digital yang
dibawa langsung beraksi, jepret...jepret merekam momen langka ini.
Ya, kedatangan pesawat hawk seri 100 dan seri 200 yang dikendalikan tim elang
jelajah, Selasa (10/7), menarik perhatian warga Banjarbaru, Banjarmasin dan Tanah Laut
(Tala). Kendati, kedatangannya hanya beberapa jam saja, tidak sedikit warga yang melakukan
hal serupa Tedy dan Raihan.
Kemarin, tim yang berasal dari Skuadron Udara I, Bandara Soepadia Pontianak Kalimantan
Barat ini menyinggahi Kalsel sebagai daerah terakhir sebelum balik kanan ke markasnya. Tim
tersebut memiliki misi menjalankan rutinitas latihan.
Selain itu juga, pasukan ini bertujuan mengasah kemampuan penerbang. Selama terbang,
mereka dilatih kemampuan navigasi dan pengenalan lokasi basis operasional TNI AU. Juga
pembinaan potensi yang intinya merupakan peningkatan SDM.
"Bandara Syamsudin Noor merupakan persinggahan terakhir dari tim elang jelajah.
Sebelumnya, pesawat ini singgah di Pontianak dan beberapa bandara di Indonesia,"
tandas Letkol Penerbang Amrizal Mansur, Danlanud Syamsudin Noor.
Selama dua jam di Kalsel, pesawat ini sengaja terbang rendah di sekitar Bandara bahkan
sampai Banjarmasin juga ke Tala. Sebelum mendarat di Syamsudin Noor, selama 10 menit warga
disuguhi pesawat yang terus menjelajahi kota-kota di sekitar bandara.
"Wah terbangnya rendah sekali," kata Yuli, warga Banjarmasin.
Di Banjarmasin, kejutan sempat diberikan oleh para penerbang ini. Mereka berkeliling
tepat di atas markas Korem 101/Antasari di sekitar kompleks perkantoran Pemprov. "Ya,
hitung-hitung memberi kejutan," ujar seorang kru.
Di antara kru ini ada seorang penerbang bernama Lettu Penerbang Supriyanto yang asli
orang Tala. Alhasil, persinggahan dan terbang rendah kemarin benar-benar dinikmatinya
sebagai nostalgia menikmati keindahan Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar Tanah Laut,
tempatnya dibesarkan. niz/ony |