:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 04:09


Titik Api Muncul di Areal Perusahaan

PALANGKA, BPOST - Makin sedikitnya hujan membuat hot spot atau titik panas di Kalteng bermunculan. Dari pantauan satelit NOAA yang dicocokkan dengan peta, sebagian besar lokasi hot spot di areal perusahaan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng Edy Sutiyarto, menerangkan hot spot muncul di areal dan eks areal perusahaan perkebunan maupun Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Meski demikian, dia mengatakan hot spot yang terpantau oleh satelit belum tentu titik api.

"Kami belum berani memastikan itu sebuah titik api karena belum ada laporan lapangan dari instansi terkait," katanya, Selasa (10/7).

Disebutkan, dari pantauan satelit NOAA pada Senin (9/7) terdapat dua hot spot di Kabupaten Barito Timur. Hot spot berada di areal PT Paminggir.

Rabu lalu terdapat tujuh hot spot. Masing-masing dua di Kabupaten Kotawaringin Barat, dua di Kotawaringin Timur, dua di Seruyan dan satu di Lamandau.

Di Kotawaringin Barat, hot spot berada di eks areal PT Inhutani III. Di Kotawaringin Timur di areal PT Bina Daya Titra. Dua hot spot di Seruyan berada di areal PT Sarmento Parakantja Timber (Sarpatim). Sedangkan hot spot di Lamandau terdeteksi di luar areal perusahaan.

Jumat lalu terdapat satu hot spot di areal eks PT Inhutani III di Kabupaten Seruyan. Sabtu, hot spot terpantau di Kabupaten Kotim.

"Hot spot bisa saja muncul karena suhu di atas 45 derajat sementara di bawahnya adalah pasir sehingga menimbulkan panas yang bisa terdeteksi satelit karena luasannya di atas satu hektare. Namun selama ini titik munculnya hot spot berubah-ubah lokasinya. Kalau beberapa hari berturut-turut hot spot muncul di tempat yang sama dan jumlahnya besar, kami baru yakin itu adalah titik api," ucapnya.

Edy mengakui dari data hot spot yang terpantau selama 2006, lokasi terbanyak di areal perusahaan perkebunan sawit dan lahan pekarangan. Sementara 20 persen sisanya berada di kawasan hutan.

Kalteng yang sebagian besar merupakan kawasan gambut memang sangat rentan terbakar. Saat itu gambut menjadi kering padahal di dalamnya menyimpan karbon. Sehingga jika terjadi panas maupun percikan api maka sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

"Data-data hot spot kami sebarkan kepada instansi terkait dan pemerintah daerah masing-masing. Tujuannya agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera mencek ke lapangan," pungkasnya. mgb


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Kalimantan Tengah
"Saya Minta Keadilan"

Titik Api Muncul di Areal Perusahaan


2008 Maliku-Sebangau Mulus


Obat Serba Rp 1.000 Tanpa Resep


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123