Titik Api Muncul di Areal Perusahaan
PALANGKA, BPOST - Makin sedikitnya hujan membuat hot spot atau titik panas
di Kalteng bermunculan. Dari pantauan satelit NOAA yang dicocokkan dengan peta, sebagian
besar lokasi hot spot di areal perusahaan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng Edy Sutiyarto,
menerangkan hot spot muncul di areal dan eks areal perusahaan perkebunan maupun Hak
Pengusahaan Hutan (HPH). Meski demikian, dia mengatakan hot spot yang terpantau
oleh satelit belum tentu titik api.
"Kami belum berani memastikan itu sebuah titik api karena belum ada laporan
lapangan dari instansi terkait," katanya, Selasa (10/7).
Disebutkan, dari pantauan satelit NOAA pada Senin (9/7) terdapat dua hot spot di
Kabupaten Barito Timur. Hot spot berada di areal PT Paminggir.
Rabu lalu terdapat tujuh hot spot. Masing-masing dua di Kabupaten Kotawaringin
Barat, dua di Kotawaringin Timur, dua di Seruyan dan satu di Lamandau.
Di Kotawaringin Barat, hot spot berada di eks areal PT Inhutani III. Di
Kotawaringin Timur di areal PT Bina Daya Titra. Dua hot spot di Seruyan berada di
areal PT Sarmento Parakantja Timber (Sarpatim). Sedangkan hot spot di Lamandau
terdeteksi di luar areal perusahaan.
Jumat lalu terdapat satu hot spot di areal eks PT Inhutani III di Kabupaten
Seruyan. Sabtu, hot spot terpantau di Kabupaten Kotim.
"Hot spot bisa saja muncul karena suhu di atas 45 derajat sementara di
bawahnya adalah pasir sehingga menimbulkan panas yang bisa terdeteksi satelit karena
luasannya di atas satu hektare. Namun selama ini titik munculnya hot spot
berubah-ubah lokasinya. Kalau beberapa hari berturut-turut hot spot muncul di
tempat yang sama dan jumlahnya besar, kami baru yakin itu adalah titik api," ucapnya.
Edy mengakui dari data hot spot yang terpantau selama 2006, lokasi terbanyak di
areal perusahaan perkebunan sawit dan lahan pekarangan. Sementara 20 persen sisanya berada
di kawasan hutan.
Kalteng yang sebagian besar merupakan kawasan gambut memang sangat rentan terbakar.
Saat itu gambut menjadi kering padahal di dalamnya menyimpan karbon. Sehingga jika terjadi
panas maupun percikan api maka sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
"Data-data hot spot kami sebarkan kepada instansi terkait dan pemerintah
daerah masing-masing. Tujuannya agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera
mencek ke lapangan," pungkasnya. mgb |