Penampilan impresif Argentina di ajang Copa Amerika 2007 seperti mengajarkan
Brasil, bagaimana sebuah tim unggulan bermain. Tampil konsisten dan atraktif sepanjang 90
menit. Tidak mengherankan jika Tim Tango bisa mencapai babak final.
Basile merespons komentar arsitek Tim Samba, Carlos Dunga, yang terkesan pragmatis dan
seperti mengesampingkan Jogobonito, ciri khas sepakbola indah ala Brasil.
Menurut Dunga, yang penting adalah efektivitas, kekompakan, dan kerja tim.
"Realitas ada di lapangan," cetus mantan kapten Timnas Brasil yang membawa
negaranya menjuarai Piala Dunia 1994.
Pandangan Dunga berbeda dengan Pelatih Argentina, Alfio Basile. "Ini bukan sekadar
menang. Anda gampang saja memenangi sebuah pertandingan. Tapi memenanginya dengan cara
seperti kami membuat saya bangga," timpal Basile dikutip Reuters.
Basile boleh merasa bangga pada timnya saat ini. Riquelme dan kawan-kawan selalu
menyuguhkan permainan yang indah. Terakhir, di babak perempatfinal, mereka melakukannya
saat menundukkan Peru 4-0.
Di fase yang sama Brasil memang melumat Chile dengan skor lebih telak, 6-1. Tapi
permainan Robinho dkk dinilai sebagian pengamat tidak terlalu mengesankan. Paling tidak,
karakter Brasil yang asli belum keluar.
Sebaliknya, Argentina hadir dengan kekuatan penuh. Mereka antara lain punya dua
playmaker jenius dalam diri Juan Roman Riquelme dan Juan Sebastian Veron, plus penyerang
cerdas Lionel Messi dan Carlos Tevez.
Yang menarik, Argentina dalam beberapa tahun terakhir selalu difavoritkan dalam setiap
turnamen yang diikuti. Tapi walaupun memainkan sepakbola yang indah, tapi mereka angkat
kaki lebih cepat. Terakhir kali Argentina merengkuh titel Copa Amerika 1993. Kebetulan,
ketika itu Basile pula pelatih Tim Tango.
Lawan Argentina di semifinal mungkin lawan yang terberat. Meksiko melangkah mulus ke
semifinal dengan mengalahkan Paraguay 6-0.
Pelatih Tim Sombrero, Hugo Sanchez menegaskan akan terus melanjutkan perjuangan
skuadnya. "Kami sudah kepalang basah di kejuaraan yang belum pernah kami menangi ini.
Kami akan memberi bukti, kalau kami mampu," tegasnya.
Menarik disimak, apakah penampilan gemilang bintang Meksiko Nery Castillo bakal kembali
muncul saat menghadapi tim kuat macam Argentina.
Ciri khas permainan asuhan Sanchez adalah penyerangan atraktif. Pada dasarnya dia
menggemari pola 4-4-2. Namun formasinya bisa berubah tergantung kebutuhan tim.Tak jarang
formasi dirubah saat pertandingan sendang berlangsung. JBP/TT/ant/bbc/sol