| IRAN vs
UZBEKISTAN Melawan
Eropa Timur
PERANG psikologis dilancarkan kubu Uzbekistan kepada lawannya Iran. Pemain muda
Aziz Haydarov mengirim sebuah pesan bertuliskan Iran pulanglah. Serangan
sebelum bertanding tersebut bagai pertanda Timnas harus hati-hati terhadap negeri pecahan
Uni Soviet itu.
Haydarov menuliskan kata-kata itu pada sebuah kertas lalu memperlihatkan kapada media,
menjelang pertandingan pembukaan Uzbekistan di Grup C melawan tim raksasa Asia itu.
Kapten Tim U-23 itu yakin, Uzbekistan tetap punya peluang untuk menang. Menurutnya
kebiasaan pada pertandingan awal, tim favorit justru kalah.
"Seluruh tim datang untuk menang dan lolos ke putaran berikutnya. Tidak ada lawan
yang mudah di turnamen ini, lihat saja Oman mampu menahan imbang 1-1 Australia," kata
pemain berusia 22 tahun tersebut.
Meski ada sebungkah harapan, Pelatih Uzbekistan, Rauf Inileyev berpikir lebih
realistis. Hasil seri sudah cukup bagus bagi Uzbekistan yang pernah memenangi gelar Asian
Games 1994.
"Kami mencoba memenangi seluruh pertandingan dan Iran merupakan tim yang cukup
bagus dan saya pikir seri melawan Iran merupakan hasil yang bagus bagi tim," katanya.
Keyakinan kubu Uzbekistan bisa jadi membetur tembok kokoh pemain-pemain Iran. Meskipun
tidak lagi mengandalkan Ali Dae, Iran tetap kuat sebagai sebuah tim.
Iran sedang mengincar gelar setelah tim itu mengalami paceklik gelar selama 31 tahun di
Piala Asia. Tim itu hanya mampu meraih semifinal pada 2004 setelah sempat tiga kali jadi
juara.
"Kami yakin kami bisa memenangi turnamen, ini tim yang sangat kuat, mungkin lebih
kuat daripada tim yang pernah main pada 2004," kata pemain belakang, Rahman Rezaei.
Dibandingkan Uzbekistan, Iran lebih berkualitas karena memiliki banyak pemain
berkualtias yang merumput di Eropa. Striker Hannover 96 Vahid Hashemian, saat ini memimpin
skuad Iran bersama pemain tengah Ali Karimi serta Mehdi Mahdavikia.
Mantan pemain terbaik Asia lainnya Mahdavikia yang baru-baru ini dikontrak Eintracht
Frankfurt mengatakan, tim Iran melakukan beberapa perbaikan bersama para pemain muda serta
pelatih baru Amir Ghalenoei.
"Satu-satunya perbedaan kami sekarang dengan tim lama adalah kami mempunyai para
pemain muda yang bisa bermain lebih baik," kata Mahdavikia.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei tidak mau jumawa di partai perdananya. Uzbekistan bisa
menjadi bukti pertama kekhawatiran Ghalenoei.
"Uzbekistan adalah salah satu tim top di Asia Tengah. Sepakbola mereka tidak
berbeda dengan Eropa Timur. Jadi, mereka adalah rival berbahaya," cetus Ghalenoei. ant/bnc |