:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah Spirit Kalsel • Diafragma • PASAR

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Local Sport
Opini

Hot Line
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah
Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Wednesday, 11 July 2007 03:41


IRAN vs UZBEKISTAN

Melawan Eropa Timur

PERANG psikologis dilancarkan kubu Uzbekistan kepada lawannya Iran. Pemain muda Aziz Haydarov mengirim sebuah pesan bertuliskan ‘Iran pulanglah’. Serangan sebelum bertanding tersebut bagai pertanda Timnas harus hati-hati terhadap negeri pecahan Uni Soviet itu.

Haydarov menuliskan kata-kata itu pada sebuah kertas lalu memperlihatkan kapada media, menjelang pertandingan pembukaan Uzbekistan di Grup C melawan tim raksasa Asia itu.

Kapten Tim U-23 itu yakin, Uzbekistan tetap punya peluang untuk menang. Menurutnya kebiasaan pada pertandingan awal, tim favorit justru kalah.

"Seluruh tim datang untuk menang dan lolos ke putaran berikutnya. Tidak ada lawan yang mudah di turnamen ini, lihat saja Oman mampu menahan imbang 1-1 Australia," kata pemain berusia 22 tahun tersebut.

Meski ada sebungkah harapan, Pelatih Uzbekistan, Rauf Inileyev berpikir lebih realistis. Hasil seri sudah cukup bagus bagi Uzbekistan yang pernah memenangi gelar Asian Games 1994.

"Kami mencoba memenangi seluruh pertandingan dan Iran merupakan tim yang cukup bagus dan saya pikir seri melawan Iran merupakan hasil yang bagus bagi tim," katanya.

Keyakinan kubu Uzbekistan bisa jadi membetur tembok kokoh pemain-pemain Iran. Meskipun tidak lagi mengandalkan Ali Dae, Iran tetap kuat sebagai sebuah tim.

Iran sedang mengincar gelar setelah tim itu mengalami paceklik gelar selama 31 tahun di Piala Asia. Tim itu hanya mampu meraih semifinal pada 2004 setelah sempat tiga kali jadi juara.

"Kami yakin kami bisa memenangi turnamen, ini tim yang sangat kuat, mungkin lebih kuat daripada tim yang pernah main pada 2004," kata pemain belakang, Rahman Rezaei.

Dibandingkan Uzbekistan, Iran lebih berkualitas karena memiliki banyak pemain berkualtias yang merumput di Eropa. Striker Hannover 96 Vahid Hashemian, saat ini memimpin skuad Iran bersama pemain tengah Ali Karimi serta Mehdi Mahdavikia.

Mantan pemain terbaik Asia lainnya Mahdavikia yang baru-baru ini dikontrak Eintracht Frankfurt mengatakan, tim Iran melakukan beberapa perbaikan bersama para pemain muda serta pelatih baru Amir Ghalenoei.

"Satu-satunya perbedaan kami sekarang dengan tim lama adalah kami mempunyai para pemain muda yang bisa bermain lebih baik," kata Mahdavikia.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei tidak mau jumawa di partai perdananya. Uzbekistan bisa menjadi bukti pertama kekhawatiran Ghalenoei.

"Uzbekistan adalah salah satu tim top di Asia Tengah. Sepakbola mereka tidak berbeda dengan Eropa Timur. Jadi, mereka adalah rival berbahaya," cetus Ghalenoei. ant/bnc


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

SPORT VAGANZA
ARGENTINA vs MEKSIKO
Menuju Final Ideal

Ditawar El Che


KOREA SELATAN vs ARAB SAUDI
Target Juara!


IRAN vs UZBEKISTAN
Melawan Eropa Timur


MALAYSIA 1 vs 5 CHINA
Masih Kalah Kelas


Analisis - Duel Dua Striker Tajam


FANSBERAT - Batal Jadi Suporter


SuarasuPorter


Gedung HJ Djok Mentaya, Jl AS Musyaffa No16 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-3354370 Fax: +62-511-4366123