Tampil Beda di Album Baru
- Beraksi di Banjarmasin 21 Juli
DALAM filsafat, ada satu periode masa-masa
kegelapan yang disebut disolasi. Pada masa itu, nyaris semua karya sastra terlihat suram
dan rada gothic. Kata-katanya murung, suasananya pun terlihat seperti kesedihan dan
keluhan yang berkepanjangan. Meski masih terdengar rancak, band papan atas Tanah Air asal
Bandung, Peterpan mendelegasikan perasaan itu.
Ya. Itulah yang sedang dirasakan Ariel sang vokalis bareng Reza (drum), Uki (gitar) dan
Lukman (gitar) saat menggarap album Hari Yang Cerah. Tetapi seiring berjalannya
waktu, bak judul album, Peterpan pun kembali bersinar cerah dan meniti jalur sukses. Dan
menariknya, ternyata Sahabat Peterpan di Tanah Air, khususnya di Banjarmasin masih setia
dan tetap menunggu kehadirannya.
Tak percaya? Ini bisa dibuktikan di ajang Konser Hari Yang Cerah Bersama Peterpan di
SKB Mulawarman Banjarmasin, Sabtu (21/7) malam. Di ajang ini bakal menyapa Sahabat
Peterpan di Kota Seribu Sungai.
Seperti yang hadir di album Hari Yang Cerah, menjadi evolusi baru dariAriel cs.
"Ini adalah hasil dari lirik-lirik kita yang muncul dari tekanan yang negatif,"
papar pemilik nama asli Nazril Irham ini dalam www.djarumsuper.com.
Untungnya, tekanan negatif itu tak selamanya buruk. "Akhirnya malah memacu kita
untuk memberikan sesuatu yang benar-benar baru di album baru ini," tambahnya.
Kalau diperhatikan, album yang covernya didominasi warna merah ini, memang memberikan
aroma baru dari sisi musikalitas. "Memang ini seperti merasakan nuansa baru. Ada
player baru, drum baru, sound-sound yang kita mainkan juga baru,"jelasnya lagi.
Pasalnya, pasca cabutnya dua personil, Andhika dan Indra yang kemudian membentuk TheTitans,
personil tersisa sepakat untuk album baru harus memberikan perbedaan yang dapat dirasakan.
"Kita nggak mau ngulang yang sudah kita lakukan di album sebelumnya," tandas
Ariel.
Ada beberapa lagu yang diberi catatan khusus oleh anak-anak asal Bandung ini.
"Lagu Cobalah Mengerti menjadi lagu yang paling susah, karena suaraku harus
direndahin karena kalo tinggi, biasanya cepat habis," terang Ariel dari sisi vokal.
Sementara Reza dan Loekman menyebut lagu Melawan Dunia sebagai lagu yang paling
gampang. "Lagu ini ciptaan Reza dan kayaknya dia memang lagi dendam tapi memilih
berteriak di lagu saja," paparnya.
Single pertama yang diputar di radio adalah Menghapus Jejakmu Padahal menurut anak-anak
Peterpan, sebenarnya kalau mau beda, bukan lagu itu yang harusnya dijagokan. "Ada dua
lagu yang tadinya kita sodorkan untuk mengagetkan penggemar kita. Lagu itu adalah Cobalah
Mengerti dan Hari Yang Indah," terangnya.
Peterpan juga menggarap beberapa lagu yag eksperimental, tapi tidak ada yang masuk ke
dalam list lagu. "Kita saja dengarnya rada aneh, kok bisa seperti itu. Tapi di album
selanjutnya, kita mau coba beberapa lagu yang eksperimental banget," tambah Ariel.
Toh, saat album ini mulai rilis ke pasar, mereka merasa lega juga. Meski ada hal-hal
lain yang belum mereka capai juga, "Belum kesampaian bikin lirik bahasa
Inggris," ungkap Ariel yang masih mendominasi pembuatan lirik di album ini.
Dari respon launching di tiga kota dan dua negara mulai Jakarta, Bandung dan Kuala
Lumpur, Peterpan masih bisa berharap banyak. Bagaimana menurut Sahabat Peterpan
Banjarmasin? ncu/dsc
|