Menuju
Kampus Extravaganza 2007
Bawa Puluhan Kostum
BABAK utama Kampus Extravaganza 2007 memang
masih sebulan lagi. Tetapi tiga duta Banjarmasin Punia Dewi, Rahmat Sandy dan Ummi Aiman
Hakimuddin menatapnya dengan sangat serius. Memasuki karantina di kawasan daerah wisata
Cibubur Jakarta, bukan hanya menyiapkan puluhan kostum unik, juga rajin berdoa dan
kampanye bak Pilkada.
Ini diungkapkan ketiga calon bintang ini sebelum berangkat ke Jakarta, Selasa (10/7)
via Bandara Syamsudin noor Banjarbaru untuk masuk ke karantina Kampus Extravaganza 2007 di
Kawasan Wisata Cibubur Jakarta, mulai pekan ketiga Juli hingga pekan pertama Agustus.
"Aku sih sekarang banyak berdoa saja dan menjaga kondisi fisik. Soalnya di sana
kan perlu akting yang macam-macam. Kemudian ya banyak berdoa lah. Soalnya lolos atau tidak
ke babak selanjutnya ya karena rezki masing masing," papar Punia.
Mengenai dukungan, Punia sudah melakukan "kampanye" kepada keluarga dan teman
di kampus untuk meminta dukungan SMS. "Keluarga dan teman-teman sudah janji
mendukung. Semoga hasilnya nanti memuaskan," tambahnya.
Khusus akting yang menjadi dasar penilaian, kata cewek kelahiran Banjarmasin ini,
natural saja dan tak terlalu menyiapkan akting yang khusus saat tampil. "Ya lihat
peran nanti aja. Apapun perannya akan aku lakonkan dengan maksimal," ungkapnya.
Hal senada dikemukakan Rahmat Sandy. Menurutnya, sudah menyiapkan banyak kostum untuk
tampil. "Banyak kostum yang aku bawa ke Jakarta. Soalnya kan nanti banyak yang akan
diperankan. Jadi tak usah lagi mencari kostum di sana," paparnya.
Ada kostum cewek, kemudian perawat, orang tua hingga ke kostum bak penyanyi rocker
menjadi pilihannya. "Aku perkirakan aja sih apa kostumnya nanti. Tentu nggak
jauh-jauh dari cerita bintang extravaganza yang sudah tampil sebelumnya," tambahnya.
Mengenai aktingnya yang terkadang over, menurut pengakuannya sudah diperbaiki.
"Aku belajar lagi bagaimana penghayatan akting dengan nanya teman-teman dari teater
di Banjarmasin. Banyak masukan yang aku dapatkan," paparnya lagi.
Berbeda dengan calon bintang lainnya, Ummi saat saat dihubungi tak terlalu banyak
persiapan. "Nanti kan ada pembekalannya juga. Jadi masalah kostum dan akting tak
terlalu dipermasalahkan. Nanti kan yang menyiapkan panitia kita tinggal tampil aja,"
kata.
Walaupun demikian, Ummi-panggilannya sudah menyiapkan amunisi untuk tampil
menjadi yang terbaik. "Andalan aku seperti di ajang Kampus Extravaganza episode
sebelumnya. Karena aku lolos di babak sebelumnya dari dukungan SMS, maka aku kembali
memperkuat dukungan dari SMS ini," cerita Ummi.
Produser Extravaganza Trans TV, Muhammad Ikhsan mengatakan, sesuai rencana awal, Senin
(13/8) akan diadakan penjaringan dari 30 finalis berbagai daerah menjadi 20 terbaik.
"Tak ada jatah khusus untuk masing-masing daerah. Dari 20 terbaik ini akan
dieliminasi tiap minggunya sekitar tiga orang di babak utama," jelas Ikhsan.
Perlu diingat katanya, penilaian dari segi dukungan SMS, kemudian penilaian juri dan
tim produksi. "Jadi penilaiannya tak hanya dari SMS, tetapi ada segi lain yang
dipertimbangkan. Kami ingatkan, tampillah semaksimal mungkin terbaik," imbuhnya. ncu |