Tahun Depan Unesco akan Teliti Candi Borobudur
* Termasuk Teliti Struktur Fondasi Candi yang "Mblesek"
Kota Mungkid, Bernas
Candi Borobudur yang terletak di wilayah Kabupaten Magelang
pada bulan Juni 2003 mendatang dijadwalkan akan menjadi tempat
pertemuan para ahli dari Unesco (expert meeting). Para ahli dari
Unesco tersebut akan mengadakan penelitian terhadap sejumlah
benda-benda bersejarah di tanah air termasuk di antaranya Candi
Borobudur yang masa pemugarannya akan berakhir pada tahun 2003
depan.
Rencana penelitian terhadap sejumlah tempat bersejarah dan
Candi Borobudur tersebut dibenarkan pula Kepala Balai Studi dan
Konservasi Borobudur, Drs Dukut Santoso.
Kepada Bernas, Dukut Santoso mengatakan penelitian terhadap
benda-benda bersejarah di tanah air yang akan datang merupakan
program kerja Unesco dan Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata.
Dijelaskan, beberapa benda bersejarah yang akan diteliti itu
seperti Candi Sewu, Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Benda-
benda bersejarah tersebut diteliti bertujuan untuk melestarikan
dan memanfaatkannya.
Khusus Candi Borobudur, ujar Dukut Santoso, para ahli dari
Unesco tersebut juga akan meneliti konstruksi maupun fisik candi
apakah mengalami perubahan atau tidak.
Karena menurut dia, pemugaran yang dilaksanakan pada tahun
1983 silam daya tahannya hanya selama 20 tahun dan akan berakhir
pada tahun 2003 mendatang.
Seperti pernah diberitakan sebelumnya (Bernas, 9/11),
fondasi sebelah Barat Candi Borobudur mblesek sedalam 1,7 cm.
Sedangkan pada bulan Februari 2003 mendatang diprediksikan akan
mblesek sedalam 4 cm. Hasil temuan tersebut berdasarkan
penelitian yang dilakukan 3 tahun silam oleh pakar Geoteknik dan
Geohidrologi.
Menurut Dukut Santoso, mbleseknya pondasi Candi Borobudur
tersebut disebabkan karena tidak kuat menahan beban pengunjung
maupun para pedagang yang terus berkeliaran di zona larangan
khususnya di zona 2 maupun zona 1.
Masih Berkeliaran
Sementara itu sampai dengan hari kedua tahun 2002 kemarin,
para pedagang masih tetap saja berjualan di zona larangan
meskipun pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) telah
menyediakan tempat relokasi bagi mereka.
Berdasarkan pantauan Bernas di lapangan, para pedagang yang
sebagian besar pedagang souvenir, minuman, makanan dan buah-
buahan itu tidak hanya berjualan di daerah terlarang zona 2 saja
tetapi juga sudah memasuki kawasan candi di zona 1. (mgs)