Disinyalir, aksi anak durhaka ini berawal dari sikap tidak suka Spt kepada ayahnya yang mencoba mengukur tanah miliknya. Apalagi sebelumnya sang ayah menceraikan ibunya dan kawin lagi dengan janda, Ny Kip.
Keterangan yang dikumpulkan Bernas, sebelum kejadian, Sutar tengah mengukur tanah milik anaknya. Kemungkinan bapak lima anak ini bermaksud mendirikan rumah 'dompleng' di tanah milik anak pertamanya itu. Maklum, sejak menceraikan istri pertamanya, Sutar tinggal di rumah istri keduanya.
Ulah Sutar agaknya diketahui oleh Spt. Saat itu juga, terjadi perang mulut antara ayah dan anak. Karena tidak mampu meredam emosinya, Spt nekat mengambil cangkul dan menghantamkan ke bagian kepala ayahnya. Sutar roboh mandi darah.
Perang mulut, sempat mengundang tetangganya. Kuarin dan Zaenal Abidin yang datang sesaat setelah aksi peng- aniayaan, langsung membawa korban ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri. Sedangkan tersangka diamankan di Mapolsek setempat.
Menurut penuturan warga setempat dan pengakuan Sutar, Spt setidaknya telah tiga kali melakukan tindak main hakim sendiri terhadap ayahnya. Hanya saja kali ini, paling brutal. Sutar bersikeras akan meneruskan ke meja hijau meski anaknya sudah menyesal dan minta maaf. (sdt)