Slemania Astoe Tea

Terpikat Gadis Tetangga

Sleman, Bernas
Slemania Astoe Tea. Sekilas terasa susah untuk mengeja nama kelompok pendukung Laskar Sembada yang satu ini. Namun kata yang empunya, nama ini dibaca: Astuti. Lho, kok kayak nama cewek? "Memang. Astuti itu adalah nama seorang gadis yang menjadi idola anak-anak yang kost di sini. Karena itu kami sepakat memberi nama kelompok kami Astoe Tea," kata salah seorang anggota Slemania Astoe Tea, Guruh, saat ditemui Bernas di base camp Slemania Astoe Tea, Jalan Timoho II UH I/599, kemarin.

Slemania Astoe Tea, kata Guruh, terbentuk sekitar sebulan lalu dengan anggota terutama adalah para mahasiswa Universitas Janabadra, UPN Veteran, dan Universitas Islam Indonesia yang kost di sekitar Jalan Timoho. "Karena kami semua adalah pecinta berat sepakbola, dan di DIY ini hanya PSS yang berkiprah di divisi utama, kami lantas membentuk kelompok ini," kata Guruh.

Sebelumnya, kata Guruh yang kemarin ditemani beberapa rekannya sesama Slemania Astoe Tea --Guntur, Agus dan Nanda-- mereka memang kebingungan memilih nama bagi kelompok. Teringat dengan nama gadis cantik anak tetangga bernama Astuti yang sering lewat di depan rumah kontarkan dan menjadi idola hampir semua penghuni rumah, akhirnya disepakati nama tersebut. Namun biar terkesan agak keren, kata Guruh lagi, akhirnya sedikit diplesetkan jadi Astoe Tea.

Di kelompok ini, sambung Guntur, yang tidak lain merupakan kakak kandung Guruh, tidak ada dikoordinator. "Segala sesuatu diatur bersama-sama. Semua adalah anggota dan sekaligus pemimpin," katanya.

Karena kelompok ini sering berangkat ke Stadion Tridadi bersama-sama untuk menonton aksi PSS, akhirnya beberapa warga sekitar pun ikut bergabung. "Tapi kalau ditanya jumlah anggota, belum kami daftar. Dan karena kami sebagian besar mahasiswa maka kemungkinan besar kami tidak dapat ikut mendukung PSS jika bertandang," kata Guntur. (cr1)