Senin, 26 Februari 2001
BERITA UTAMA
Kalah Lagi, PSS Disalip Persijap
Sleman, Bernas---
Lagi, Laskar Sembada PSS Sleman tumbang di kandang sendiri. Kali ini, PSS tidak berdaya dipecundangi tim
"langganan kalah", Persipura Jayapura, dengan skor 0-1 langsung dalam lanjutan kompetisi sepakbola Divisi Utama Liga
Indonesia (LI) VII Grup Timur di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (25/2).
--
Amien: 4 Bulan Lagi Gus Dur "Habis"
* Gus Dur: Mereka Merongrong Pemerintah
Solo, Bernas---
Harapan rakyat untuk dapat melihat para tokoh politik rujuk dan duduk berdialog, tampaknya, hanya jadi
fatamorgana saja. Sebaliknya, pertarungan elit justru semakin meruncing. Ketua MPR Amien Rais menegaskan, umur
pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam waktu empat bulan lagi akan habis. Menurut Amien, fraksi
di DPR, kecuali Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB), sudah sepakat untuk menjatuhkan memorandum II kepada Gus Dur,
pada 1 Mei 2001.
---
Kejakgung Tetap akan Eksekusi Soeharto
* Bekas Anak Buah Ramai-ramai Membesuk
Jakarta, Bernas---
Meski Soeharto tengah berbaring di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) karena operasi usus buntu,
Kejaksaan Agung (Kejakgung) akan tetap melakukan eksekusi terhadap bekas Presiden Indonesia, Soeharto. Tetapi,
kapan eksekusi itu dilakukan, masih menunggu hasil perkembangan pemeriksaan kesehatan Soeharto di RSPP
---
Status Merapi Diturunkan Jadi "Siaga"
Yogya, Bernas---
Status aktivitas Gunung Merapi (2968 mdpl - meter di atas permukaan laut), terhitung sejak Minggu, 25
Februari 2001 pukul 10.00 diturunkan dari Awas Merapi menjadi Siaga Merapi. Keputusan ini diambil berdasar hasil
pengamatan visual dan instrumentasi, khususnya selama seminggu terakhir. Status Awas Merapi diberlakukan sejak
Sabtu Pahing 10 Februari 2001, ketika Merapi meletus.
---
Sehari, Kecelakaan Tewaskan 3 Orang
Yogya, Bernas--
Dalam sehari, Sabtu (24/2), kecelakaan lalu-lintas di Yogyakarta menewaskan tiga orang. Tabrakan antara truk
tangki AD 9509 HH yang dikemudikan Puji Sejati (42) dan Suzuki Carry D 216 SC yang dikemudikan Zaenal Azir (48)
itu mengakibatkan dua orang tewas dan enam luka parah. Tabrakan itu terjadi di Jalan Yogya-Wates Km 9, Dusun
Parangdawe, Balecatur, Gamping, Sleman, Sabtu (24/2), sekitar pukul 04.30.
---
METRO YOGYAKARTA
Mayat Sebulan Baru Ditemukan
Diduga Korban Pembunuhan
Kota, Bernas---
Kokok Kudratuwoh (38) warga Jalan Gejayan Kompleks Colombo 9, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (25/2)
pagi sekitar pukul 08.00 ditemukan tewas dan sudah menjadi kerangka di dalam kamar tidurnya. Korban diduga tewas
akibat pembunuhan terencana dan sudah selama sebulan tak ketahuan. Jenazahnya langsung dikirim ke kamar jenazah
RSUP Dr Sardjito untuk divisum
---
Somaken Mengadu ke F PDI-P
Kota, Bernas---
Solidaritas Masyarakat untuk Keadilan (Somaken) mengadukan
kasus sengketa tanah warga Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan
ke Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F PDI-P) DIY,
Sabtu (24/2) pukul 10.00. Langkah itu ditempuh setelah pada Rabu
(21/2) silam mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Pengadilan Negeri
(PN) Yogya. Lima orang perwakilan Somaken itu diterima langsung
oleh Ketua F PDI-P DPRD DIY Djuwarto dan jajaran anggota fraksi
---
Akademi Itu Nyaris Tak Terurus
Kini Buana Wisata Pindah Tangan
GEDUNG di Jalan Kemetiran Lor No 3A itu terdiam dalam sunyi. Sore hari membuatnya kian tampak
merana. Akademi Pariwisata Buana Wisata itu seolah tak mampu menyembunyikan kegundahan para penghuninya
yang selama hampir sepuluh tahun terombang-ambing dalam ketidakpastian dan mengalir tanpa harapan. Padahal
dari rahimnya telah lahir ratusan pimpinan hotel yang telah tersebar di berbagai tempat di Indonesia
---
SEPUTAR YOGYAKARTA
*Gara-gara Pemberitaan Soal Korupsi
Wartawan Dapat Surat Kaleng
Sleman, Bernas---
Munculnya pemberitaan tentang korupsi di Sleman yang dilontarkan kalangan anggota DPRD Sleman seperti
dimuat beberapa surat kabar beberapa waktu lalu, tampaknya membuat kalangan PNS di lingkungan Pemda Kabupaten
Sleman gerah. Diantarnya dengan membuat surat kaleng dan dikirimkan pada wartawan yang sering "ngetem" di Pemda
dan DPRD Sleman.
---
Ternak Sapi Masih Bersifat 'Klangenan'
Sleman, Bernas---
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menilai, peternak sapi di DIY
belum mengelola usahanya secara ekonomi produktif dan masih
terbelenggu pada konsep ternak sapi sebagai klangenan. Sehingga
kegiatan beternak sapi belum dilandasi perhitungan untung rugi.
---
Bupati Tidak Indahkan Peringatan Dewan
*Soal Renovasi Pasar Bermasalah
Wates, Bernas--
Sering tersandungnya Bupati Kulonprogo dengan perkara hukum yang disebabkan oleh persoalan renovasi pasar,
ditanggapi dingin oleh kalangan DPRD. Bahkan hal itu dianggap sebagai konsekuensi karena bupati tidak mengindahkan
peringatan dewan tentang masalah itu
---
PELAYANAN KOTA
Malam Ini Pertanggungjawaban Walikota
Jangan Ada Politisasi Anggaran
Kota, Bernas---
Senin (26/2) malam ini, Walikota Yogyakarta HR Widagdo akan
membacakan 70 lembar laporan pertanggungjawaban akhir tahun
anggaran 2000 yang diperkirakan memakan waktu 1,5 jam. Akan
dilaporkan pula perhitungan APBD yang memuat laporan perhitungan
APBD, nota perhitungan, aliran kas dan neraca kas. Menghadapi momen
tersebut, Dewan Kota Yogyakarta mengingatkan agar politisasi
anggaran tidak mencuat dalam laporan.
---
PRT Dianggap Bukan Pekerjaan
Kota, Bernas---
Budaya memandang rendah kedudukan pekerja rumah tangga (PRT)
rupanya masih terasa hingga sekarang. Terbukti, berdasarkan data di
Yayasan Tjoet Nya Dien dan Serikat Bersama Perempuan Yogyakarta
(SBPY), PRT yang menjadi korban majikan masih tetap banyak.
Artinya, hingga sekarang PRT masih belum dianggap sebagai sebuah
pekerjaan sehingga penghargaan padanya pun sangat rendah
---
Soal Alat Uji Kendaraan Bermotor
Sultan Usulkan Sistem Pinjam Pakai
Kota, Bernas---
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan sistem
pinjam pakai alat pengujian kendaraan bermotor milik Pemda DIY,
dalam rangka pengujian kendaraan bermotor untuk pemerintah
kabupaten dan kota se-DIY. Hal itu dikatakan Gubernur dalam pidato
penghantaran terhadap rancangan keputusan Guebernur DIY di DPRD
DIY, Jumat (23/2) malam lalu.
---
HIBURAN
UAD Gelar Musik Peduli Kulonprogo
* Digelar dari Siang Hingga Tengah Malam
Yogya, Bernas---
Menggalang dana kemanusiaan lewat pagelaran musik sekarang ini
mungkin sudah menjadi trend yang sedang berkembang bagi perguruan
tinggi negeri maupun swasta yang ada di Yogya ini. Hal yang sama
juga dilakukan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Minggu (25/2)
kemarin, dengan mengadakan pagelaran musik peduli kemanusiaan di
Kampus I UAD di Jalan Kapas nomor 9, Yogyakarta.
---
BISNIS
Mesin Mobil dan Vespa pun Dijual
TIDAK hanya mobil, mesin mobil dan mesin vespa pun dijual di arena Pasar Tiban Bernas (PTB), Minggu (25/2)
kemarin. Mesin mobil Kijang tahun 1991 milik Eman ini dijual dengan harga Rp 3,750 juta. Sedangkan mesin Vespa tahun
1964 milik Isa dijual dengan harga Rp 750 ribu.
---
Kenaikan BBM Picu Protes Masyarakat
Semarang, Bernas---
Ekonom Sri Edi Swasono meminta pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), karena
dampak buruknya lebih besar ketimbang dampak positifnya.
---
Perlu Sosialisasi UU Perlindungan Konsumen
* Kasus Promosi Produk yang Menjurus Penipuan
Yogya, Bernas---
Munculnya beberapa kasus promosi yang menjerumuskan konsumen
yang dilakukan oleh beberapa distributor di mal-mal di Yogyakarta
belakangan ini, menunjukkan perlunya perangkat baru yang mengatur
kontrak awal antara pemilik mal dengan pihak distributor
---
KRIDA
Off Roader Yogya Ditantang
Yogya, Bernas---
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gudang Garam-VSC Speed Off Road
(GGVSOR) 2001 seri I yang digelar Pengda IMI DIY bersama Venture
Sport Club (VSC) Yogyakarta di sirkuit Pantai Glagah Indah, 3-4
Maret mendatang, merupakan kesempatan emas para off roader
Yogyakarta untuk menunjukkan tajinya sekaligus bersaing dengan off
roader nasional.
---
PSS Kalah, Slemania "Ngamuk"
Sleman, Bernas----
Dukungan penuh antusias para Slemania yang memenuhi Stadion
Tridadi, akhirnya balik menjadi bumerang bagi PSS. Kecewa dan marah
karena tim kesayangannya tidak dapat mencetak gol untuk mengejar
ketinggalan 0-1 atas Persipura dalam lanjutan LI VII, Minggu
(25/2), para Slemania malah balik mencerca dan menghujat tim
kesayangannya itu
---
PSS Kalah, Panitia "Menang"
Sleman, Bernas----
PSS memang menderita kekalahan 0-1 saat menjamu Persipura di
Stadion Tridadi, Minggu (25/2). Namun panitia boleh dikatakan
"menang", sebab pendapatan hasil penjualan karcis melonjak tajam.
Kalau sewaktu melawan Persma (Manado), Rabu (21/2), panitia meraup
keuntungan sebesar Rp 59.450.000,- maka kemarin panitia mengantongi
pendapatan sebesar Rp 90.459.000. Keuntungan ini diperoleh dari
hasil menjual tiket sebanyak 13.000 lembar.
---
JAWA TENGAH
Kendal Tertutup bagi PNS Luar Daerah
Kendal, Bernas---
Dalam rangka otonomi daerah serta memberdayakan warga setempat, Bupati Kendal Hendy Boedoro SH
menandaskan, Pemerintah Kabupaten Kendal tertutup bagi PNS luar daerah. Terutama bagi pejabat di tingkat Kepala
Dinas/Kabag dan mereka yang di eselon III.
---
Dicopot Kejagung, Kajari Kudus Membela Diri
Kudus, Bernas---
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Soekoyo SH bersikukuh akan
tetap menjalankan tugas sehari-hari meski dirinya sudah mengantongi surat
pencopotan jabatan dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Soekoyo menilai surat
Kejagung belum final selama dirinya tidak diberitahu kesalahan yang pernah
dibuatnya. Jika jawaban Kejagung masih menggantung kasus pencopotan jabatan
tersebut akan dituntaskan lewat jalur hukum PTUN
---
Keluarga Bupati Diancam "Tumpes Kelor"
Kendal, Bernas---
Bupati Kendal mendapat ancaman melalui surat kaleng yang intinya keluarganya akan dihabisi bila salah
seorang pejabat yang sekarang memegang posisi digeser tanpa diberi job.
---
MAGELANG PLUS
Kapolda Bentuk Tim Usut Tragedi Secang
* Nasib Kapolwil/res Ditentukan 2 Minggu Lagi
Magelang, Bernas---
Nasib Kapolwil Kedu dan Kapolres Magelang akan ditentukan
paling lama 14 hari lagi. Bahkan bukan hanya pejabat selaku
penanggungjawab manajemen yang dimungkinkan akan dikenai sanksi,
anggota yang dianggap bersalah juga akan diambil tindakan tegas.
---
Kapolres Didesak Serahkan Tersangka
* Soal Dugaan Penghinaan Kepala Negara
Kota Mungkid, Bernas---
Tim penyidik kejaksaan dalam perkara dugaan penghinaan kepala
negara dengan tersangka KH Afifudin mendesak Kapolres Magelang
untuk menyerahkan tersangka dalam waktu singkat. Hal itu
dimaksudkan agar BAP atas nama tersangka yang dinyatakan sudah
lengkap 2 bulan lalu itu dalam waktu dekat dapat dilimpahkan ke PN
untuk disidangkan.
---