Rabu, 28 Februari 2001
BERITA UTAMA
Rupiah Bergolak Hingga 12 Maret
* Dollar Urung Capai Rp 10 Ribu
Jakarta, Bernas---
Kekhawatiran nilai tukar rupiah anjlok sampai ke level psikologis Rp 10.000 pada Selasa kemarin, akhirnya tidak
terjadi. Hal itu karena Bank Indonesia (BI) mengintervensi pasar uang melalui bank-bank Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dengan volume 20 juta dolar sampai 30 juta dolar AS
---
Sultan Prihatinkan Kekerasan Massa di DIY
Yogya, Bernas ---
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, kondisi keamanan akibat kekerasan massa di
Yogyakarta saat ini cukup memprihatinkan. "Masyarakat Yogya saat ini telah banyak berubah. Dulu lembah manah
(lemah-lembut dan rendah hati-red), sekarang mulai keras," kata Sultan prihatin.
---
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi
Selamatkan Orang Lain, Pertaruhkan Nyawa Sendiri
KANTUK belum lagi lepas dari bola matanya dan mimpi pun mungkin baru sepenggalan jalan dilakoninya.
Tapi, lagi-lagi rutinitas kerja di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang,
tak mungkin dapat dielakkannya. Pukul 03.30, tak ada pilihan lain bagi Yulianto (29), petugas Pos Babadan, kecuali
harus segera beranjak dari tempat tidurnya.
---
METRO YOGYAKARTA
Mobil, Motor dan Sertifikat Koko Hilang
Diduga untuk Kaburkan Motif
Kota, Bernas---
Sejumlah barang diambil dari tempat tinggal Koko Kudratullah
(38) di Kompleks Perumahan Colombo No 9 Catur Tunggal, Depok,
Sleman. Barang-barang itu antara lain, Toyota Kijang warna putih AB
7328 DE, Honda C-70 warna hijau AB 3176 E, sertifikat tanah atas
nama korban di Pamulang Tangerang seluas 143 m2, sebuah jas warna
biru tua, piring, kompor minyak dan pompa air. Sedangkan benda yang
diduga dipakai untuk membunuh korban, selain kapak dan pipa besi,
juga sebuah batu ulekan yang ternoda bercak darah
---
Hentikan Pemutaran Dokumenter SO 1 Maret
Kota, Bernas---
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogya meminta Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) untuk menghentikan secara serentak pemutaran film
dokumenter Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949,dan digantikan dengan
film dokumenter yang berdasarkan pada fakta sejarah yang benar.
Permintaan itu dituangkan dalam surat nomor 045/SK/LBH/H/2001 yang
ditandatangani oleh Kabid Operasional A Budi Hartono SH.
---
Papillon Bantah Suap Warga
Kota, Bernas---
Penanggung jawab Diskotek Graha Pramitha atau Papillon Harry
Tan mengaku tidak pernah membagi-bagikan uang alias menyuap warga
Ratmakan guna memperoleh tanda tangan sebagai syarat dikeluarkannya
izin keramaian oleh Poltabes. Menurut Harry, Ketua RW 01, 07, 08,
09 serta beberapa Ketua RT telah membubuhkan sendiri tanda tangan
mereka pada 20 Februari lalu dan izin pun diperpanjang hingga 20
Maret 2001
---
SEPUTAR YOGYAKARTA
Pengerjaan Janti Fly Over Sampai Larut
*Dikeluhkan Warga Janti dan Sekitarnya
Sleman, Bernas---
Masyarakat sekitar Janti, yang tinggal di kampung Tambakraman, Janti, dan Ngaglik, mulai terganggu dengan
proyek pembuatan jembatan layang Janti (Janti Fly Over). Gangguan itu berkaitan dengan adanya polusi suara ribut yang
disebabkan oleh bor pembuat tiang, serta polusi udara yang disebabkan oleh debu-debu proyek
---
Wonosari Jadi Pembuangan Gepeng dan Orang Gila
Wonosari, Bernas---
Sudah sejak sekitar 2 bulan terakhir, Kabupaten Gunungkidul
terutama kota Wonosari dan sekitarnya, menjadi tempat pembuangan
gelandangan dan pengemis (gepeng). Kesan Wonosari jadi 'bak sampah'
gepeng ini muncul karena tidak ada instansi yang bertanggungjawab,
sehingga gepeng tetap berkeliaran.
---
Warga Kecewa, Dewan Absen dalam 'Open House'
Bantul, Bernas
Ketidakhadiran anggota DPRD Bantul dalam forum open house yang
digelar Selasa (27/2) di Pendopo Parasamya Pemda Bantul, mendapat
sorotan tajam. Bahkan sempat menimbulkan kekecewan masyarakat
---