Rabu, 14 Maret 2001
BERITA UTAMA
* Kasus Tewasnya Dan Pasanda PDI-P Gunungkidul
Tersangka Lebih dari Seorang
Yogya, Bernas---
Polisi sudah mengantongi tersangka penganiaya Komandan Pasukan Andalan (Dan Pasanda) PDI Perjuangan
(PDI-P) Gunungkidul, Sukarno HP (40). Tetapi, tentang identitas nama dan kepastian jumlahnya belum dapat
diungkapkan, karena mereka masih buron. Hanya, menurut polisi, jumlah tersangka lebih dari seorang.
di Selain mengantongi nama-nama tersangka, polisi juga memeriksa 11 saksi. Delapan saksi perbuatannya.
---
Pelaku Tabrak Lari di Temon, Trauma Melihat Sedannya
Wates, Bernas---
Salah satu pelaku tabrak lari di Temon Kulonprogo, Yuna Laspradiana (25), diperiksa di Mapolres Kulonprogo,
Selasa (13/3). Dua temannya hingga kemarin masih buron. Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus tabrak lari yang
menewaskan Rahmad Subarkah (15), pelajar SLTP Masehi Kebumen, Kamis (8/3) lalu.
---
MPR Tak Bisa Percepat SI
* Gagal Cari Landasan Konstitusi
Jakarta, Bernas---
Aksi "pendudukan" gedung DPR/MPR oleh kelompok mahasiswa yang
tergabung dalam jaringan Badan Mahasiswa Eksekutif (BEM) se Jawa-
Sumatra, untuk mendesak percepatan Sidang Istimewa (SI) menurunkan
Gus Dur, tampaknya tak akan membuahkan hasil. Pasalnya, para
politisi di DPR dan MPR yang juga getol mendorong percepatan SI
itu, akhirnya kebingungan sendiri, karena tidak ada peraturan yang
dapat dijadikan landasan konstitusi. Ketua MPR Amien Rais dan Ketua
DPR Akbar Tandjung, misalnya, saling seperti saling lempar
"tanggung jawab.
---
BISNIS
BPR Himpun Dana Masyarakat Rp 671,4 Miliar
Klaten, Bernas --
Tingkat kepercayaan masyarakat menyimpan uang (menabung) di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) makin tinggi. Jika selama 1999, jumlah dana masyarakat yang dihimpun di BPR-BPR yang ada di Jawa Tengah dan DIY mencapai Rp 391,2 miliar maka tahun 2000 meningkat tajam menjadi Rp 671,4 miliar atau naik 72 persen.
---
Kenaikan BBM Ditunda, Rakyat Tetap Susah
Yogya, Bernas ---
Kendati pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Oktober mendatang, ternyata tidak terlalu berpengaruh bagi masyarakat kecil. Pasalnya, para wong cilik ini tetap saja susah, karena harga sembako (sembilan bahan pokok) di pasaran sudah telanjur naik.
---
BI Tak Perlu Lakukan Intervensi
Yogya, Bernas ---
Bank Indonesia (BI) tidak perlu melakukan intervensi ke pasar dengan menjual dolar AS untuk mengendalikan nilai tukar rupiah. Sebab, selain akan menghabiskan cadangan devisa yang kini kian menipis, langkah itu sudah tidak efektif lagi untuk mengendalikan nilai tukar rupiah. Apalagi faktor penyebab merosotnya nilai tukar rupiah bukan karena faktor ekonomi melainkan faktor politik, keamanan atau faktor non ekonomi.
---
PELAYANAN KOTA
Ebtanas Gratis, Guru "Nombok"
Kota, Bernas ---
Ketua PGRI DIY Drs Soegito MSi menilai penghapusan biaya ebtanas bagi siswa SD, SLTP dan SMU akan memaksa tenaga pendidik atau guru untuk merogoh kocek guna menutup kekurangan biaya tersebut. Pasalnya, subsidi biaya ebtanas sebesar Rp 20.000 tiap siswa diperkirakan tidak akan mampu menutup seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses ebtanas.
---
DIY Perlu Kuota Perdagangan Ular
76.000 Ekor/Bulan Dijual Bebas
Kota, Bernas ---
Untuk mengatasi perdagangan ular di DIY yang makin meningkat, diperlukan adanya kuota -- pembatasan kuantitas dan spesies -- perdagangan ular. Dibandingkan hasil penelitian tahun 1996 yang hanya mencapai 15 ribu ular per bulan pada bulan basah (musim hujan), kini telah mencapai 76 ribu ular per bulan yang ditangkap pemburu dan diperjualbelikan. Peningkatan tersebut akan mengancam keberadaan ular yang seharusnya dipertahankan dalam ekosistemnya.
---
Gubernur-DPRD DIY Sama-sama Tagih DAU ke Pusat
Kota, Bernas ---
Gubernur dan DPRD DIY sudah memastikan diri untuk segera bersama-sama ke Jakarta menyerahkan draft RAPBD yang sudah dilengkapi besarnya Dana Alokasi Umum (DAU) secara riil, yang dibutuhkan untuk menggaji para pegawai dari sembilan kantor wilayah (kanwil) yang akan segera dilimpahkan ke daerah. Kesepakatan itu dicapai antara Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran dewan di Hotel Garuda Yogyakarta, Selasa (13/3).
---
KRIDA
Pembalap Grass Track Ditantang
Yogya, Bernas ---
Selain melombakan kelas Special Engine (SE) 80 cc dan 125 cc, seri II Kejurnas Motocross 2001 bertajuk VSC Motocross 2001 yang digelar Pengda IMI DIY dan Venture Sport Club (VSC) Yogyakarta di sirkuit Pantai Glagah Indah, Wates, Kulonprogo, Sabtu-Minggu (17- 18/3), juga melombakan kelas khusus grass track. Kelas tersebut adalah Bebek Standar 115 cc Pemula Lokal DIY, Bebek Standar 115 cc Pemula Terbuka, Bebek Modifikasi 115 cc Junior dan campuran s/d 115 cc.
---
Pengurus Belum Juga Dilantik
PSIM Bakal Tak Ikut Divisi I
Yogya, Bernas ---
Sampai dengan pertengahan bulan Maret ini, kepastian rencana pelantikan/pengukuhan pengurus baru PSIM masa bakti 4 tahun ke depan belum diketahui kabarnya. Padahal salah satu syarat agar tim berjuluk Laskar Mataram ini bisa mengikuti kompetisi Divisi I PSSI yang pelaksanaannya tinggal dua minggu lagi yakni harus adanya kepengurusan perserikatan secara definitif.
.---
"Kartika Dewi" Gelar Lomba Aerobic dan Body Fitness
Yogya, Bernas ---
Dalam rangka memperingati HUT-nya yang ke-30, Kartika Dewi Fitness Centre (KDFC) akan menggelar lomba aerobic dan body fitness di hall KDFC, Minggu (18/3). Even ini diperkirakan akan diikuti sekitar 300 peserta member aktif/alumni KDFC.
---
MAGELANG PLUS
Kawanan Perampok Dibekuk, Seorang Ditembak
Magelang, Bernas ---
Tim reserse Polres Magelang meringkus 10 tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini mereka buru. Penangkapan itu mengungkap serangkaian peristiwa curas yang selama ini terjadi, termasuk kasus pembobolan Kantor Urusan Gaji Pemkab Magelang beberapa waktu lalu. Terungkapnya serangkaian peristiwa curas tersebut berawal ketika petugas meringkus 2 pelaku utama masing-masing Nur Muhammad (27) warga Mertoyudan dan Saryanto (30) warga Candimulyo di rumahnya masing-masing. Kedua pencoleng itu mengakui setiap menjalankan selalu dibantu rekan-rekannya.
---
Harga Cengkih Melambung, Pabrik Rokok "Byar-Pet"
Kudus, Bernas ---
Harga bahan baku pokok industri rokok kretek, yakni cengkih sebulan terakhir terus melambung. Tercatat sampai Senin (12/3) kemarin harga cengkih sudah mencapai Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kg tergantung kualitas. Akibatnya kehidupan puluhan pabrik rokok (PR) terutama kelas kecil atau kecil sekali (K-1000) "byar-pet". Selama seminggu kerja pabrik hanya buka usaha 3 hari saja, tidak mampu membeli cengkih yang kelewat mahal.
---
Empat Perampas Motor Ditahan
Purworejo, Bernas ---
Empat pelaku yakni Mus (16), Swt ((16), Eko (17) dan Dang (16) yang diduga melakukan perampasan motor Yamaha RX King AB 4716 WA dan membacok pengendaranya, Widodo (17) warga Desa Nampurejo, Kecamatan Purwodadi Purwodadi ditahan dan diperiksa secara intensif di Polres Purworejo. Enam kawan tersangka yang mengetahui kejadian kini masih dicari polisi.---
Rustriningsih Diadu dengan Kiai
Kebumen, Bernas ---
Bupati Kebumen Drs Rustriningsih, dalam sebulan ini digoyang tiga surat palsu yang mencatut namanya. Surat pertama, berisi instruksi agar perangkat Pemkab loyal hanya kepada Bupati. Dua surat lainnya, mengadu Rustriningsih dengan kalangan ulama di Kebumen.---