Sabtu, 17 Maret 2001
BERITA UTAMA
Kasus Tabrak Lari di Temon
Bento Serahkan Diri
Wates, Bernas---
Setelah delapan hari dalam pencarian polisi, satu lagi penumpang sedan berdarah yang melakukan tabrak lari
di Temon Kulonprogo, akhirnya menyerahkan diri. Alberto Napitupulu alias Bento (22) menyerahkan diri, Jumat (16/3)
siang, kepada petugas gabungan dari Polres Kulonprogo dan Polsek Kebayoran di Jakarta
---
Jawaban Memorandum I: Gus Dur Tak Salah
Jakarta, Bernas---
Jawaban memorandum I yang ditunggu-tunggu kalangan legislatif, akhirnya akan dikeluarkan juga oleh
pemerintahan Gus Dur. Menhan Mahfud MD mengungkapkan, draft jawaban memorandum itu sudah siap 100 persen.
Isinya, Presiden Gus Dur tidak bersalah. Hari Senin (19/3), Gus Dur akan memberikan penilaian akhir pada isi draft
tersebut.
Pasanda se-DIY Gerudug DPRD
* Tuntut Kasus Sukarno HP Dituntaskan
Yogya, Bernas---
Buntut tewasnya Komandan Pasukan Andalan (Dan Pasanda) PDI-P Gunungkidul Sukarno HP (40), ratusan
anggota Resimen Pasanda (RP) PDI-P se-DIY, Jumat (16/3) menggerudug DPRD DIY. Menggunakan seragam Pasanda
doreng-doreng merah dan mewakili Pasanda dari empat kabupaten dan Kota Yogyakarta, mereka menuntut penuntasan
kasus pembunuhan atas Sukarno HP. Selain itu, mereka juga menuntut pertanggungjawaban moral dan hukum seluruh
pengurus DPD PDI-P DIY.
---
Prof Dr Syafii Ma'arif:
Muhaimin Digaransi Muhammadiyah, Bukan PAN
Yogya, Bernas---
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr M Syafii Ma'arif menegaskan, PP Muhammadiyah tidak akan
mengikuti jejak DPP PAN untuk memecat Dr Yahya Muhaimin dari kepengurusan PP Muhammadiyah. Pasalnya,
posisi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang kini dijabat Yahya Muhaimin itu, merupakan jabatan untuk
kepentingan bangsa dan negara di bidang pendidikan
---
Dituduh Mencuri, Siswa SLTP Disekap 35 Hari
Kota Mungkid, Bernas---
Malang nian nasib yang dialami Septian Untoro (13), siswa kelas II SLTP Ahmad Yani, Mertoyudan, Kabupaten
Magelang. Gara-gara dituduh mencuri uang milik tetangganya, Yuni, remaja itu harus menjalani "hukuman" di komplek
asrama Akademi Militer (Akmil) Magelang selama 35 hari. Ia disekap di sebuah ruangan di blok K. Selama 15 hari ia tidak
bisa bertemu ibu kandungnya. Bahkan, ia tidak dapat mengikuti tes sumatif dan dikeluarkan dari sekolahnya
---
PSS Incar Pemain Persikab
Sleman, Bernas---
Laskar Sembada PSS Sleman akan terus berusaha mencari seorang striker tambahan. Seandainya Persebaya
Surabaya tidak berhasil mencarikan pengganti Aliudin, PSS tetap akan melakukan upaya sendiri untuk mendapatkan
pemain yang dibutuhkan itu, dari klub lain.
Jumat Hal itu ditegaskan mana
---