Selasa, 20 Maret 2001
BERITA UTAMA
BEM UI Dituding Culik Mahasiswa
Jakarta, Bernas---
Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Senin (19/3) melakukan aksi unjuk rasa di
depan Mepolda Metro Jaya. Mereka meminta agar aparat kepolisian mengungkap kasus penculikan dan penganiayaan
terhadap mahasiswa UKI yang aktif di elemen aksi Forum Kota (Forkot), Leon Poltak Simandjuntak oleh mahasiswa yang
tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Jakarta.
---
Sri Sultan: Ya Terserah Rakyat
Yogya, Bernas----
(YTB) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tak mempermasalahkan langkah Yayasan Tunas Bangsa (YTB) dalam
menyusun draft Rancangan Undang-undang (RUU) otonomi daerah, yang salah satu poinnya membatasi masa jabatan
gubernur DIY. Bahkan, diharapkan draft YTB itu bisa dikomunikasikan dengan berbagai institusi untuk mencapai
pemahaman yang sinkron.---
Polling Bernas-Prodi Sosiologi UAJY
Wagub DIY Bukan Soal Kerabat Pakualaman atau "Orang Luar"
WACANA tentang sosok pemimpin DIY tentu bukan hanya soal gubernur saja, namun juga soal wakil gubernur
(wagub). Apalagi, menurut rencana, bulan Juni atau Juli 2001 mendatang akan dilakukan pemilihan wagub DIY. Posisi
wagub ini sudah beberapa tahun kosong setelah ditinggalkan almarhum Paku Alam VIII.
---
Dua Panitia Jumpa Fans A1 Jadi Tersangka
Jakarta, Bernas----
Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat menjadikan dua panitia jumpa fans kelompok vokal asal Inggris, A1,
sebagai tersangka, menyusul tragedi yang menewaskan empat remaja putri dalam acara yang digelar Minggu (18/3).
Sedangkan enam orang anggota panitia masih menjadi saksi.
---
Selebaran Kabinet Mega Beredar di Surabaya
* Gus Dur Isyaratkan Ganti Marzuki
Surabaya, Bernas---
Di tengah isu rencana perombakan kabinet yang semakin
menguat dalam pemerintahan Gus Dur, di Surabaya malah muncul
selebaran susunan kabinet pasca SI. Dalam susunan kabinet itu,
Mega diposisikan sebagai presiden, dan wakil presiden adalah
Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Sedangkan anggota
kabinet diisi kalangan PDI-P, Golkar, dan Poros Tengah, serta
bersih dari kalangan NU.
---
Menhan: DPR Penuh Orang Kalap
* 6 Fraksi Usul Bahas Memo II
Jakarta, Bernas---
Menteri Pertahanan (Menhan) Prof Dr Mahfud MD meminta agar
anggota DPR tidak bersikap apriori, sebelum Presiden KH Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) memberikan jawaban terhadap memorandum II. Mahfud
mengkhawatirkan, sikap kalap itu akan menimbulkan reaksi balik dari
pendukung Gus Dur.
---
SEPUTAR YOGYAKARTA
Pencuri Kabel PLN Diringkus
Bantul, Bernas---
Slamet (30) warga Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman, Senin (19/3) pagi sekitar pukul 06.00 WIB ditangkap
karena terbukti mencuri kabel listrik milik PLN sepanjang 200 meter yang ditaksir seharga Rp 2,7 juta. Tersangka
melakukan pencurian di Desa Calo, Donotirto, Kretek, Bantul dan ditangkap polisi bersama petugas PLN Cabang Bantul
di dekat Kali Opak saat menggulung kabel curiannya--
LPJ Ditolak, Bisa Turunkan Bupati
Sleman, Bernas---
Wakil Ketua DPRD Sleman, Drs Ovie Supyanto mengatakan, sesuai UU No 22 tahun 1999, Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati tidak hanya berupa progress report saja, sehingga jika LPJ itu ditolak dewan, Bupati
bisa diturunkan atas usulan kepada Presiden.--
METRO YOGYAKARTA
Dewan Desak Pemda Tutup PT BAS
Warga Keluhkan Limbah yang Menyengat
Kota, Bernas----
Jika tak segera melakukan perbaikan, Komisi D Dewan Kota akan mendesak agar Pemda menutup pabrik
penyamakan kulit PT BAS yang beralamat di Jalan Sukonandi No 7. Selama bertahun-tahun warga sekitar mengeluh
karena limbah buangan cair dari pabrik tersebut menimbulkan bau yang menyengat.
---
Sultan: "Kene Tak Jagane"
Kota, Bernas---
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertanyakan,
sebetulnya Pemda Kota Yogya mampu atau tidak melakukan pengamanan
terhadap aset-aset di wilayah Shopping Centre. Jika memang Pemda
Kota tidak mampu lagi melakukan pengamanan, Gubernur menawarkan
agar mengirimkan surat ke Provinsi agar Provinsi yang menangani
---
Pemda Segera Tertibkan Lalu Lintas di Kota
Kota, Bernas---
Walikota Yogya HR Widagdo mengakui lalu lintas Kota Yogya sangat semrawut. Hal itu dipengaruhi oleh
beberapa faktor di antaranya adalah bercampurnya berbagai jenis kendaraan dan tingkat kecepatannya dalam satu ruas
jalan, bertambahnya jumlah kendaraan melampaui kapasitas jalan, ketersediaan perlengkapan jalan pendukung
manajemen arus lalu lintas dan kepatuhan pengguna jalan. Untuk itu dalam waktu dekat Pemda akan segera mem-
perbaiki kesemrawutan lalu lintas tersebut.
---
BISNIS
Pasar Modal Ajang Investasi Menarik
Yogya, Bernas----
Di tengah kelesuan berbagai sektor usaha, pasar modal merupakan salah satu alternatif menarik bagi pemilik
uang/modal untuk berinvestasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sebab instrumen pasar modal memiliki
likuiditas yang tinggi dan sekaligus berjangka panjang.
---
PPn-BM Emas Berlebihan
Yogya, Bernas----
Rencana pemerintah menerapkan pajak penjualan barang mewah
(PPn-BM) untuk emas sebesar 40 persen dinilai berlebihan. Pasalnya,
emas dimikili oleh semua kalangan, dari rakyat bawah hingga kelas
atas sehingga bukan menjadi barang mewah lagi.
---
PELAYANAN KOTA
Era Otda, Keuangan Tetap Dikuasai Pusat
Kota, Bernas---
Kebijakan otonomi daerah (otda) melalui UU No 22 dan 25 Tahun
1999 hanyalah isapan jempol. Dibandingkan periode sebelumnya,
terutama dipicu kebijakan rekapitalisasi perbankan yang diwariskan
oleh pemerintah orde baru, maka sentralisasi pengelolaan keuangan
publik justru semakin memburuk.
---
AJI Prihatinkan Penghasilan Pekerja Pers di Yogyakarta
Kota, Bernas----
Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Yogyakarta prihatin dengan
kondisi gaji atau pendapatan pekerja pers di Yogyakarta, yang pada
kenyataannya belum proporsional dibandingkan dengan kebutuhan riil.
Selain minimnya pendapatan, ada juga beberapa perusahaan pers yang
dinilai tidak memiliki kejelasan status maupun mekanisme
perekrutannya.
---
Selama Maret 350 Rombongan Berkunjung
Museum AU Dilengkapi "Home Theatre"
MUSEUM adalah wahana mengabadikan dan mendokumentasikan
kegiatan-kegiatan maupun peristiwa-peristiwa dan benda-benda
bersejarah. Di museum, orang dapat mengetahui bukti perjuangan dan
peristiwa bersejarah.
---
KRIDA
Persijap Pasrah Dikenai Sanksi
Jepara, Bernas---
Manajer Tim Persijap (Jepara) H Bambang Sanubari mengaku
pasrah jika PSSI akan menjatuhkan sanksi menyusul kerusuhan lawan
Persebaya, Minggu (18/3), di Stadion Kamal, Djunaedi, Jepara. Namun
sanksi denda dan hukuman larangan bertanding di kandang
diperkirakan akan lebih menyulitkan kiprah tim berjuluk Laskar
Kalinyamat LI VII.
---
PSS Benahi Lini Tengah dan Depan
Sleman, Bernas---
Upaya meningkatkan daya serang dan akurasi penyelesaian akhir
tim Laskar Sembada PSS mendapat penanganan khusus menjelang tampil
menjamu Petrokimia Putra dalam lanjutan kompetisi sepakbola Divisi
Utama Liga Indonesia (LI) VII di Stadion Tridadi, Sleman, Kamis
(22/3). Selain itu, pergerakan tanpa bola para pemain pun mendapat
perhatian serius.
.---
Siap Rambah Jateng-Jabar
TAHUN 2001 tampaknya menjadi tahun keberuntungan bagi Drs H
Najib M Saleh, yang dikenal sebagai promotor event otomotif ulung
di DIY. Simak saja gelarannya awal tahun ini. Sudah 5 event
otomotif lokal maupun nasional yang berhasil digelar dengan sukses
lewat sentuhan tangan dingin pria kelahiran Bima (Nusa Tenggara
Barat), 12 Februari 1952.--
HIBURAN
Jumenengan Ke-12 Sri Sultan Hamengkubuwono X
8 Sanggar Anak-anak Tampilkan Operet
BERBAGAI ragam ekspresi seni anak-anak ditampilkan pada festival operet anak-anak se-Jawa-Bali bertajuk
Gita Satyawada Prawira yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Musik Kuncup Mekar, Senin (18/3) malam. Acara
dalam rangkaian peringatan Jumenengan Ke-12 Sri Sultan Hamengkubuwono X ini digelar di halaman Keraton Yog-
yakarta
---
Sambut Satria Piningit dengan Kegembiraan
Yogya, Bernas---
Datangnya Satria Piningit mestinya disambut dengan kegembiraan dan juga dengan senyuman. Bersikap dan
berprilakulah yang baik sehingga antara yang disambut dengan yang menyambut akan tercipta kebaikan.---
JAWA TENGAH
Bermutu Rendah, Dewan Minta Atap Bangunan 2 SD Dibongkar
Klaten, Bernas----
Sejumlah guru-guru yang mengajar di SDN Blanciran 1, Kecamatan Karanganom, Klaten, merasa sedih.
Karena jika hujan turun ruangan kelas yang dipakai belajar murid-murid berubah menjadi genangan air. Sebagian
besar genteng gedung SD tersebut pecah, padahal sekolahan itu baru saja direhabilitasi oleh pemerintah.
---
Kejari Bantah Peras Terdakwa Korupsi Perusda
Purworejo, Bernas----
Kejaksaan Negeri Purworejo membantah telah memeras terdakwa Drs Toto Isworo dalam kasus korupsi di
perusahaan daerah (Perusda) Apotek Daerah Purworejo. Waktu itu pihak Kejari justru ditawari oleh bekas penasihat
hukum terdakwa untuk menyelesaikan perkara lewat Tuntutan Pengembalian Ganti Rugi (TPGR).
---
Panggung Roboh, Peserta Istighotsah Kalang Kabut
Muntilan, Bernas---
Akibat terpaan hujan angin yang cukup keras, panggung yang
digunakan untuk acara istighotsah warga NU Magelang, di Lapangan
Gunung Pring, Muntilan, Senin (19/3) roboh. Tak ada korban jiwa
dalam insiden ini. Namun akibat kejadian tersebut, acara istigotsah
sempat kacau dan sekitar 10 ribu peserta kalang kabut.
---