Jum'at, 30 Maret 2001


BERITA UTAMA

Komisi A-Kapolda Hanya Ngobrol

* Wartawan Diusir

Yogya, Bernas--- Kunjungan jajaran Komisi A DPRD DIY ke Polda DIY, Kamis (29/3) siang, ternyata tak segarang rencana sebelumnya. Kalau semula kunjungan itu bertujuan mempertanyakan seputar penanganan anggota Dewan yang diduga terlibat kasus tewasnya Dan Pasanda PDI-P Gunungkidul, Sukarno HP, akhirnya hanya berupa silaturahmi. Anggota Komisi A dan Kapolda DIY hanya sebatas ngobrol saja. ---

Soal Tewasnya Sukarno HP

Ada Kemungkinan Anggota Dewan Jadi Tersangka

Yogya, Bernas--- Kapolda DIY Brigjen Polisi Drs Saleh Saaf mengatakan, polisi sudah mengantongi beberapa nama yang potensial diduga menjadi tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Dan Pasanda PDI Perjuangan (PDI-P) Gunungkidul, Sukarno HP. Orang yang potensial diduga menjadi tersangka dalam kasus tersebut diindikasikan lebih dari dua orang. Namun, Kapolda tidak menyebutkan identitas para calon tersangka itu--

PSS Punya Waktu Benahi Kekurangan

Sleman, Bernas--- Penundaan kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) VII 2000-2001 tak hanya mengkibatkan anggaran belanja Laskar Sembada PSS Sleman membengkak Rp 112 juta. Tapi di sisi lain juga ada manfaatnya. Paling tidak, hal itu memberi waktu cukup bagi PSS untuk membenahi segala kekurangan, sekaligus menyiapkan tim agar bisa tampil lebih baik pada pertandingan putaran II mendatang. ---

Wiranto Tuding Penggerak Demo

* Dalam Kasus Trisakti dan Semanggi

Jakarta, Bernas--- Bekas Menhankam/Pangab Jenderal TNI (Purn) Wiranto berpendapat, pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden berdarah Trisakti dan Semanggi I/II tahun 1998 lalu, adalah para penggerak demo, karena pemerintah dan aparat keamanan berada dalam posisi merespons. "Menurut saya, yang bertanggung jawab adalah yang menggerakkan demonstrasi brutal itu," kata Wiranto di depan para anggota Pansus Trisakti dan Semanggi I/II DPR RI, di gedung DPR Jakarta, Kamis (29/3) ---

Kompromi Politik Muncul Sebelum 30 April

* Bachtiar: 6 Fraksi Tolak Pembagian Kekuasaan

Jakarta, Bernas--- Anggota FPDI Perjuangan Sukowaluyo Mintohardjo merasa yakin dalam waktu satu bulan atau sebelum Rapat Paripurna DPR membahas jawaban memorandum I, 30 April mendatang, akan terjadi kompromi politik antara elit-elit parpol. Kompromi ini akan terbentuk guna mengakhiri stagnasi politik yang sudah berlangsung cukup lama ---


METRO YOGYAKARTA

Bambang Riyanto Dimakamkan

Kota, Bernas--- Jenasah almarhum Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM, Prof Dr Bambang Riyanto, Kamis (29/3) siang dikebumikan di peristirahatannya terakhir di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari. Sebelumnya, jenazah almarhum yang pernah menerima penghargaan Lencana Karya Satya dari Presiden itu disemayamkan di Balairung UGM sebagai penghormatan atas jasa-jasanya selama mengabdi menjadi dosen di kampus setempat ----

Warga Janturan Keluhkan Pembangunan Losmen

Kota, Bernas---- Pembangunan losmen bertingkat di Jalan Prof Dr Supomo dikeluhkan warga setempat. Sebab konstruksi bangunan itu dinilai sangat membahayakan keselamatan. Warga berpendapat Pemda Kota telah bersikap masa bodoh dan kurang efisien dalam menangani permasalahan.----


SEPUTAR YOGYAKARTA

Meriah, Kirab Budaya di Imogiri

Bantul, Bernas---- Kirab Budaya dan Pentas Seni 2001 yang digelar di sepanjang jalan menuju kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Kamis (28/3) kemarin berlangsung meriah. Selain diikuti elemen masyarakat, kegiatan rutin tiap tahun ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, diantaranya GBPH H Joyokusumo, GBPH Yudoningrat serta Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi.-

Ibu 9 Anak dan Sedang Hamil Divonis 4 Bulan

Wates, Bernas--- Gara-gara menipu sebagai petugas bank dan berjanji memberikan kredit, Parinem (37), seorang ibu sembilan anak yang kini sedang hamil dijatuhi hukuman 4 bulan penjara. Vonis tersebut diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates yang diketuai YB Gunadi SH dengan hakim anggota Diah Siti Basariah SH dan Dedeh S SH dalam sidang perkara singkat yang berlangsung Kamis (29/3) kemarin-


PELAYANAN KOTA

Awak Bus Kota Soal Rencana Penertiban Angkot:

Tetap Minta Sistem "Rolling"

Kota, Bernas---- Sebagian awak bus kota Yogyakarta tetap meminta sistem rolling, dan merasa keberatan jika jalur bus kota dibuat secara tetap. Jika jalur tetap diterapkan, mereka minta pengaktifan kembali fungsi sub-terminal. Demikian yang terungkap dari sejumlah awak bus kota ketika ditemui Bernas di Terminal Umbulharjo Yogya, Kamis (29/3). ---

Amin Abdullah Raih Dukungan Terbanyak Sebagai Calon Rektor IAIN Suka

Kota, Bernas--- Guru besar Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta Prof Dr HM Amin Abdullah memperoleh dukungan terbanyak, yakni 630 suara dari 1.163 suara sah, sehingga menyingkirkan lima orang kandidat lainnya pada Penjaringan Calon Rektor IAIN Suka. Penjaringan Calon Rektor untuk masa jabatan 2001-2005 ini diselenggarakan Panitia Pemilihan Rektor (PPR), dan berlangsung di Aula I, II dan Auditorium kampus setempat, Kamis (29/3) mulai pukul 08.00 sampai 14.00. ---


BISNIS

Gapina Migas Dideklarasikan

Yogya, Bernas--- Ingin mengubah nasib sekaligus menaikkan posisi tawar, pengusaha kecil di bidang minyak dan gas membentuk organisasi Gabungan Pengusaha Kecil Nasional Minyak dan Gas (Gapina Migas). Organisasi ini dideklarasikan di Sahid Garden Hotel Yogya, Kamis (29/3). ---

Harga Rokok Sudah Naik

Yogya, Bernas--- Sejak pekan lalu harga rokok di Yogyakarta naik sekitar Rp 100 hingga Rp 400 per bungkus. Padahal, pemerintah baru akan menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) rokok mulai 1 April 2001 sebesar Rp 15-30 per batang, sebagaimana diberitakan Bernas (28/3). ---

Metrosel Blokir "Warsel"

Yogya, Bernas--- Warung telekomunikasi (Wartel) yang menggunakan jaringan telepon seluler -- bukan jaringan kabel milik Telkom, akan diblokir. ---


KRIDA

PSS-Pedagang Kaos

Ciptakan Hubungan Saling Menguntungkan

Sleman, Bernas--- Masuknya PSS ke Divisi Utama Liga Indonesia VII ini, ternyata menciptakan hubungan saling menguntungkan antara tim kebanggan masyarakat Sleman itu dengan para pedagang kaos. Para pedagang yang membuat beraneka ragam dan motif kaos Slemania meraup keuntungan yang tidak sedikit, namun di sisi lain, dukungan dan kecintaan terhadap PSS semakin kuat. Stadion Tridadi menjadi hijau total ketika PSS berlaga. Hal ini sudah tentu menambah motivasi para pemain untuk selalu meraih angka. ---

Kompetisi Divisi Utama PSS

Mulai Digelar Sore ini

Sleman, Bernas--- Dua pertandingan akan mengawali kompetisi sepakbola an- tarperkumpulan anggota Divisi Utama Perserikatan Sepakbola Sleman (PSS) 2000-2001 yang digelar serentak di 2 tempat, Jumat (30/3) sore. Di Lapangan Gendengan, Margodadi (Seyegan), bertanding 2 tim anggota Grup Barat, PS Gapura melawan PS Pemda Sleman. Pertandingan 2 tim Grup Timur; Merapi Putra kontra Cakar Mas Berbah (CMB), dilangsungkan di Lapangan Raden Ronggo, Tirtomartani, Kalasan. ---


MAGELANG PLUS

Anggota FPDI-P Sepakat Tri Djoko Dinonaktifkan

Magelang, Bernas--- Sekelompok warga PDI-P yang menyebut diri Massa Arus Bawah PDI-P Rabu (28/3) kemarin kembali mendatangi kantor DPRD II Kota Magelang. Mereka menekan anggota Fraksi PDI-P untuk menyetujui tuntutan mereka agar Ketua DPRD Tri Djoko Minto Nugroho dinonaktifkan karena diduga terlibat dalam kasus penipuan jual beli tanah di Kecamatan Tempuran Magelang. ---

Sriyanto Bantah Rolling di FPDI-P

Klaten, Bernas--- Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Klaten Drs Sriyanto membantah isu yang berkembang berkaitan dengan akan dilakukan rolling (pergeseran) anggota DPRD dari FPDI-P. Sriyanto bahkan mengatakan orang yang menyebarkan isu mempunyai tujuan tertentu untuk memperkeruh suasana. ---


NASIONAL

Suku Cadang Pesawat Tempur Tergantung Pemasok Swasta

Madiun, Bernas--- KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan mengakui, situasi ekonomi nasional sekarang ini belum memungkinkan bagi TNI-AU untuk menambah jumlah personel dan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang sekarang ini masih sangat jauh dari ideal. Bahkan untuk melawan embargo peralatan pesawat tempur, pihaknya terpaksa mengandalkan kelincahan pemasok swasta. ---

Idham Mengaku masih Konsisten Soal Udin

Bantul, Bernas-- Bupati Bantul Drs H Mohammad Idham Samawi sampai saat ini mengaku masih konsisten untuk membantu menyelesaikan kasus terbunuhnya wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin. Bahkan pihaknya berulang kali terus mendesak kepada pihak Polri agar dapat segera menyelesaikannya. ---