Bosan Jual Buah, Jadi Maling

"DULU
sih, dagang buah. Cari kerja juga sulit. Ya, udah, jalan aja (maksudnya memilih menjadi penjahat, red)..." Begitu pengakuan yang disampaikan Ben (40) asal Palembang, yang juga hidup merantau cukup lama di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (27/3) di Mapolsek Depok Barat Sleman.
Ben yang menjadi tulang punggung keluarganya terdiri seorang istri dan seorang anak berusia 6 tahun itu akhirnya memilih menjadi maling. Komplotan Ben memilih sasaran khusus dan menggunakan modus operandi membobol pintu mobil yang diparkir.
Sementara, dua teman Ben, yaitu MY alias Usp dan Sup alias Ucu sebenarnya memiliki pekerjaan tetap sebagai pedagang sepatu bekas dan tukang semir sepatu. Namun, ia terbujuk ikut-ikutan bertualang di lembah kejahatan karena dibujuk Ben dan US.
Ben mengajak tiga rekannya, masing-masing US, MY alias Usp dan Sup alias Ucu ke Yogyakarta dan menginap di rumah pamannya di Jalan Magelang itu mengaku baru tiga hari lalu tiba di Yogyakarta dengan kereta api ekonomi. Ia juga mengaku baru sekali memimpin aksi pembobolan pintu mobil itu.
Namun sebaliknya, tersangka US yang menjadi pengangguran dan hanya lulus SD itu mengaku sudah sebanyak lima kali membobol pintu mobil di kawasan Bengkulu bersama teman-temannya. Dia berdalih kunci letter "T" hanya diperoleh secara kebetulan saat dia menemukan barang itu di jalan. Dia kemudian memilih mengembangkan bakatnya di Jakarta dengan memilih calon korbannya yang lengah memarkir mobilnya di tepi jalan umum.
Seperti diberitakan (Bernas 27/3), empat "tikus" yang diduga penjahat spesialis pembobol mobil di lingkungan Kampus UGM Yogyakarta, diringkus massa saat beraksi, Rabu (26/3) sekitar pukul 11.00 di kompleks Fakultas Pertanian (FP) UGM Yogyakarta. Empat penjahat itu tertangkap tangan seusai membobol Honda Civic milik Pembantu Dekan III FP UGM Ir Moesantoro Prenggo Saputra SP yang diparkir di kompleks kampus itu. Dua orang di antara mereka terpaksa ditembak kakinya lantaran nekad mencoba kabur dari kejaran polisi.
Keempat penjahat, masing-masing US (25) asal Bengkulu serta Ben (40), MY alias Usp (22) dan Sup alias Ucu (22), ketiganya asal Palembang ditahan di sel tahanan Mapolsek Depok Barat, Sleman. Polisi juga menyita sebuah kunci letter "T" serta sebuah tas warna hitam merk Pressident milik korban yang dibawa tersangka US. Sedangkan tersangka MY alias Usp dan Sup alias Ucu menderita luka tembak di kakinya dan sempat mendapatkan perawatan di RSUP Dr Sardjito.
Sebaliknya, menurut petugas keamanan Kampus FP UGM, Mursidi, di kompleks kampusnya sudah sering terjadi aksi kejahatan serupa. Yakni, pembobolan pintu mobil milik dosen yang diparkir di kompleks kampus itu. Belum lama juga terjadi penjugilan pintu mobil seorang dosen bernama Tri Wibowo di kampus itu. Korban kehilangan sejumlah uang dan berkas penting yang disimpan di dalam tas. Ia mencurigai komplotan Ben adalah pelaku kejahatan yang akhir-akhir ini beraksi di kampusnya.
"Di kampus memang sering terjadi. Belum lama mobil Pak Tri Wibowo juga dijugil, kehilangan tas berisi uang dan barang-barang penting," ujarnya. (rts)