APBD Kota Magelang Ditetapkan
* Pendidikan Dapat Alokasi 33,12 Persen
Magelang, Bernas
Seluruh fraksi DPRD Kota Magelang menyatakan menerima dan
menyetujui Raperda APBD untuk ditetapkan menjadi Perda APBD 2003.
Anggaran tahun ini meningkat 2,51 persen. Untuk pelayanan publik
difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan.
Dalam sidang paripurna DPRD Kota Magelang, Kamis (27/3)
disebutkan, anggaran belanja tahun 2003 ditetapkan sebesar Rp
165.664.427.000 surplus 646.135.000 dari total pendapatan sebesar
Rp 166.310.562.000.
Kendati anggaran mengalami kenaikan, pendapatan juga
mengalami peningkatan sebesar 2,91 persen. Peningkatan itu
berasal dari peningkatan PAD mencapai 7,8 persen atau naik
sebesar Rp 1.282.596.000 dari tahun 2002 sebesar Rp 16.502.-
743.000 menjadi Rp 17.785.339.000.
Untuk belanja aparatur mencapai 40,66 persen dari total
belanja Rp 66.028.510.000. Untuk belanja publik sebesar Rp
99.635.917.000 yang dialokasikan ke sektor pendidikan, kesehatan,
ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan bangunan.
Ketua DPRD Tri Joko Minto Nugroho mengemukakan, untuk
pelayanan publik lebih difokuskan pada bidang pendidikan dan
kesehatan. Anggaran pendidikan mencapai 33,12 persen atau Rp
53.795.599.000 sedang anggaran kesehatan mencapai 17 persen
diantaranya dialokasikan untuk pembangunan bedah sentral RSU
Tidar.
"Sesuai visi Kota Magelang sebagai kota jasa, sektor pendi-
dikan dan kesehatan memang diprioritaskan, kata Trijoko.
Ia menolak anggapan, APBD 2003 lebih banyak untuk pem-
bangunan fisik. Menurutnya, belanja publik yang disetujui lebih
difokuskan untuk meningkatkan kualitas dan daya dukung sarana dan
prasarana.
Letkol Laut Kusdariyah dari Fraksi TNI/POLRI mengemukakan,
karena dana untuk pendidikan serta kesehatan sangat besar,
hendaknya sektor itu dilaksanakan secara profesional, tepat
sasaran, waktu maupun mutu. Agar bisa terwujud out come
pendidikan dan kesehatan terutama peningkatan pelayanan kepada
masyarakat.
Sugito dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, dana sektor
pendidikan sangat besar agar pelaksanaan pendidikan di Kota
Magelang bisa mewujudkan 3 pilar pendidikan yakni alokasi, sumber
dana sekolah dan pengolahan sekolah serta manajemen keuangan
sekolah. Apabila ke 3 pilar itu terwujud makan akan berpengaruh
pada standart kompetensi bagi siswa yakni siswa yang berakhlak
mulia, disiplin dan memiliki pengetahuan serta ketrampilan yang
berkualitas. (tie)