Umat Islam Yogyakarta Kutuk Invasi ke Irak
*Mega Diminta Usir Dubes Amerika

Gondomanan, Bernas
Umat Islam Yogyakarta, Jumat (28/3) siang, memusatkan aksi keprihatinan di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Berbagai elemen umat Islam, mulai dari partai Islam sampai organisasi keagamaan dengan bendera kebesaran masing-masing bergabung dalam aksi yang berlangsung hingga sekitar pukul 15.30 itu.
Diawali dengan ratusan massa dari Forum Silaturrahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY) yang mengambil start di Masjid Gedhe Kauman, aksi kemudian disemarakkan dengan elemen-elemen lain, di antaranya Majelis Mujahidin, Sekar Surya PAN, Partai Keadilan Sejahtera, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Yang datang dan bergabung belakangan adalah Forum Aksi Lembaga Dakwah Kampus Kota Yogyakarta.
Dalam aksi itu turut tampil memberikan orasi dengan berapi- api, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY KH Thoha Abdurrahman. Beberapa perwakilan elemen yang tergabung dalam aksi secara bergiliran diberi kesempatan untuk berorasi di atas mobil.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani ketuanya M Fadlun Amin, FSRMY mengecam keras PBB yang terbukti menjadi kepanjangan tangan Amerika. Bahkan kalau perlu, FSRMY meminta lembaga negara- negara dunia itu dibubarkan saja. FSRMY juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk merapatkan barisan serta menggelorakan semangat jihad fisabilillah.
FSRMY mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk membebaskan diri dari penjajahan Amerika dan sekutunya dengan memboikot produk-produk negara tersebut. Secara tegas, FSRMY memberita date line 3x24 jam kepada Presiden Megawati Soekarnoputri untuk segera mengusir duta besar, konsulat atau perwakilan Amerika dan sekutunya dari Indonesia.
Sebelum ke perempatan Kantor Pos Besar, Sekar Surya memulai aksi dari halaman Kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Aksi yang diikuti mayoritas perempuan itu dilengkapi dengan happening art tentang kekejaman perang. Sepanjang jalan kaki, dua orang perempuan yang digambarkan sebagai ibu-ibu korban perang tampak menggendong 'bayi' sembari mencucurkan air mata darah. Mereka juga mengusung spanduk "Suara Perempuan PAN untuk Perdamaian Dunia".

Pasukan berani mati

Partai Keadilan Sejahtera yang menurunkan Garda Keadilan- nya, melakukan aksi dengan mengilustrasikan kesiapan pasukan berani mati untuk berjihad ke Irak. Digambarkan, beberapa orang berpenutup kepala dan bendera hitam siap berperang dengan meledakkan diri dengan bom yang dipasang di badan mereka.
Sementara AMM memulai aksi dari Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta. Mereka menyatakan dukungan kepada warga Irak dalam mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman imperialisme Amerika dan meminta kepada pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika dan sekutunya.
Selain dengan aksi, sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Irak yang menjadi korban perang, AMM selama sebulan, mulai 28 Maret-28 April akan melakukan penggalangan dana di beberapa ruas jalan strategis dan posko AMM di Jalan Kauman 51- 52, Yogyakarta.
Sedangkan Forum Aksi Lembaga Dakwah Kampus Kota Yogyakarta mengawali aksi dari beberapa kampus dan berkumpul di Universitas Ahmad Dahlan. Selanjutnya mereka menuju ke perempatan Kantor Pos Besar.
Dalam pernyataan sikap mereka menuntut pemerintah Megawati untuk bertindak tegas dengan jalan memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika, segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Irak, mendesak masyarakat dunia untuk menyeret dan mengadili George Bush, Tony Blair dan John Howard ke mahkamah internasional sebagai penjahat perang dan menyerukan kepada umat Islam untuk mewujudkan persaudaraan Islamiyahnya dengan jalan mendoakan bagi kemenangan rakyat Irak, berdoa untuk kehancuran kaum kuffar dan memboikot seluruh produk Amerika.

Rekomendasi

Sementara itu Kamis (27/3) di Masjid Gedhe Kauman, MUI DIY memprakarsai pertemuan sejumlah lembaga dan pemuka Islam yang ada di Yogyakarta. Pertemuan menghasilkan tiga rekomendasi dan pernyataan sikap. Pertama, mengecam agresi Amerika ke Irak dan invasi ke negara lain.
Kedua, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mengajak negara-negara lain di dunia untuk menghentikan peperangan dan menghimbau kepada Amerika untuk menarik pasukan dari wilayah Irak. Ketiga, memeberikan dukungan moral kepada warga Irak dan menyerukan kepada umat Islam di Indonesia, khususnya Yogyakarta untuk melakukan jihad, antara lain dalam bentuk memanjatkan doa qunut nazilah, penghimpunan dana solidaritas dan pengiriman sukarelawan.
Peserta pertemuan yang diundang antara lain NU, Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Hizbu Tahrir Indonesia, Majelis Mujahidin, PK, PKB, PAN, PPP, PBB, ICMI, Gerakan Pemuda Ka'bah, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Aisyiyah, Muslimat NU dan sebagainya. Diundang pula sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta yang bercorak Islam, yakni IAIN, UII, UMY, UAD dan UCY.
Kepada wartawan di Gedung PDHI, Jumat (28/3) sore, Ketua MUI DIY KH Thoha Abdurrahman menjelaskan, untuk penggalangan dana akan dilakukan oleh tiap-tiap elemen dan organisasi Islam. Di samping itu, pengumpulan dana akan dilakukan di masjid-masjid di setiap hari Jum'at selama sebulan dimulai Jum'at depan. Pengumpulan dana yang dilakukan bekerjasama dengan Forum Ukhuwwah Islamiyyah (FUI) Dana terutama akan diperuntukkan bagi pembelian obat-obatan bagi warga Irak.
Pada kesempatan itu, FUI dalam pernyataan sikap yang dibacakan sekretaris Drs Adaby Darban SU, selain mengutuk serangan Amerika atas Irak, juga mempertegas seruan kepada seluruh masyarakat untuk memboikot produk-produk Amerika sebagai bentuk penolakan terhadap penajajanan oleh negara Paman Sam itu. (idy/ndo)