Gedung SD Ambruk, Seorang Siswa Tewas
Tegal, Bernas
Satu orang murid Sekolah Dasar (SD) tewas dan 28 lainnya menderita
luka-luka, akibat sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Desa Cangkring,
Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, ambruk. Peristiwa memilukan itu terjadi
Jumat (28/3) sekitar pukul 09.30 WIB, ketika kegiatan belajar mengajar sedang
berlangsung.
Keterangan yang diperoleh Bernas menyebutkan, peritiwa tragis itu
berlangsung secara mendadak. Tiba-tiba tanpa sebab, bangunan atap di ruang
kelas satu SDN 2 Desa Cangkring itu roboh, sehingga menimpa para siswa yang
sedang belajar.
Suasana kemudian berubah menjadi gaduh, karena anak-anak berhamburan ke
luar ruangan kelas untuk menyelamatkan diri. Namun malang bagi Dicky Bastian
(7), dia tak bisa ikut lari sebab kepalanya tertimpa pilar atap gedung sekolah
tersebut.
Sementara itu, guru yang sedang mengajar, Masruroh (42) mengalami luka
parah di bagian punggung dan kaki, karena tertimpa potongan kusen atau kayu
penyangga genting.
"Begitu kami keluar, kami terkejut karena Dicky tidak ada diantara
anak-anak kelas satu tersebut. Ternyata dia tewas tertimpa kayu pilar itu,"
tutur seorang guru setempat.
Dicky bersama guru yang menjadi korban kemudian dilarikan ke RS Kardinah
Tegal. Namun, Dicky tidak kuat dan meninggal dalam perjalanan. Sementara
Masruroh hingga kemarin masih dirawat secara intesif di rumah sakit
tersebut.
Pjs Kepala SDN 2 Cangkring, Sugeng Ardiwiyoto, ketika dihubungi Jumat
(28/3) mengatakan, ambruknya gedung tersebut akibat bangunan yang sudah tua,
dan tidak pernah direhab oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal.
"Memang selama ini kami sudah usulkan agar dilakukan rehab, namun Pemkab
selalu menunda-nunda. Akibatnya, sekarang anak-anaklah yang menjadi korban,"
tutur Sugeng.
Sejumlah orang tua murid yang dihubungi menyayangkan kejadian tersebut.
Mereka mengaku sudah seringkali meminta pihak sekolah agar segera merehab
gedung tersebut. " Tapi, selalu saja alasannya belum ada dana. Padahal dalam
rapat-rapat dengan komite sekolah kami selalu mengatakan kekhawatiran
ambruknya gedung yang sudah tua itu," ujar Warjo (60)m orang tua murid.
(yy)