Terjadi Lagi, Remaja Cabuli Balita
Klaten, Bernas
Kasus pencabulan yang dilakukan lelaki di bawah
umur dengan korban juga masih berada di bawah umur
kembali terjadi di Klaten. Empat orang ibu warga
Dimoro, Desa Jebukan, Kecamatan Klaten Utara, melapor
ke Polres Klaten, Jumat (28/3) malam, karena
anak-anak perempuan mereka menjadi korban
pencabulan.
Ibu-ibu itu melaporkan Joko alias Joker (12) yang
masih terbilang tetangga mereka kepada polisi. Joker
selama ini memang dikenal amal nakal sehingga warga
sepakat melaporkan kejadian tersebut ke polisi
sebagai pelajaran. Joker kemudian dijemput polisi
untuk dimintai keterangan.
Berdasarkan keterangan yang terhimpun, tindak
asusila yang dilakukan Joker terhadap empat bocah
perempuan tetangganya itu, dilakukan dalam waktu
hampir bersamaan, Kamis (27/3), sekitar pukul
10.00.
Seorang saksi mata yang juga warga setempat,
mengatakan, gadis-gadis cilik itu semula bermain
benthik di halaman rumah Joker yang cukup luas.
Rupanya Joker mengawasi semua permainan gadis-gadis
cilik anak tetangganya itu dari dalam rumahnya.
Joker kemudian keluar rumah dan memanggil Mekar
(9) --bukan nama sebenarnya-- untuk masuk ke dalam
rumahnya. Dengan bujukan akan diberi sejumlah uang,
Kuncup kemudian dipangku pelaku. Saat itulah terjadi
pencabulan berupa rabaan tangan di tempat terlarang.
Hal yang sama juga dilakukan terhadap Kuncup (5),
Semi (7) dan Tunas (5). Para korban juga diancam
untuk tidak menceritakan apa yang dilakukannya kepada
sipapun.
Sore harinya, Kuncup mengeluh kepada ibunya bahwa
kelaminnya sakit jika dia buang air kecil. Mulanya,
gadis cilik itu tidak mengaku apa yang telah terjadi.
Namun, setelah didesak terus akhirnya gadis yang
duduk di bangku TK itu mengaku daerah sensitifnya itu
telah diraba-raba oleh Joker, Kamis siang. Kontan
saja sang ibu marah besar.
Kabar itu cepat tersebar. Warga semakin gregetan
karena berdasarkan pengakuan Kuncup tidak hanya
dirinya yang dicabuli Joker, tapi juga tiga temannya
mengalami hal yang sama saat bermain bentik di depan
rumah pelaku.
Akhirnya, malam itu juga, ibu-ibu yang merasa
anaknya menjadi korban pencabulan melaporkan Joker ke
polisi. Sebelumnya, mereka juga mencari visum di
rumah sakit.
Kapolres Klaten AKBP Drs Djarot Subroto yang
dihubungi melalui Pamapta Ipda Kanang Asiyanto
membenarkan adanya laporan pencabulan dengan empat
tersebut. "Kasus ini sudah dilimpahkan ke Satuan
Reserse untuk ditindaklanjuti," katanya. (amu)