Tebing di Wonosobo Longsor, 1 Tewas

Wonosobo, Bernas
Tebing setinggi sekitar 10 meter di Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, hari Minggu, longsor dan mengakibatkan Ny Sarki (30), warga setempat, tewas dan dua rumah rusak.
Keterangan yang dihimpun, di Wonosobo, Minggu (30/3) kemarin, tebing di atas selokan air dengan panjang sekitar 25 meter itu longsor sekitar pukul 06.30 WIB. Ketika itu Ny Sarki sedang buang air besar di tempat itu.
Penduduk setempat yang mendengar suara keras longsoran tebing segera menuju ke tempat kejadian. Mereka secara bergotong royong melakukan evakuasi terhadap korban.
Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah penduduk secara bergotong royong menyingkirkan tanah yang longsor tersebut. Upaya evakuasi dilaksanakan sekitar tiga jam.
Dua rumah penduduk setempat yang rusak tertimpa longsoran itu milik Miyanto (40) dan Tiarno (40).
Sedangkan tiga kandang ternak juga rusak akibat tertimpa longsoran masing-masing milik Yastono (60), Marwaji (30) dan Wiyato (50).
Warga setempat juga bergotong royong memperbaiki dua rumah penduduk setempat yang turut tertimpa longsoran tebing itu.
Munculnya bencana tanah longsor di Wonosobo itu menambah daftar panjang korban tanah longsor di wilayah eks Karesidenan Kedu.
Dalam kesempatan lalu, Kepala Bakorlin (Badan Koordinasi Pembangunan Lintas) Kabupaten/Kota Wilayah II Provinsi Jawa Tengah mengakui belum mampu secara optimal menangani masalah bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.
"Ketidakmampuan ini karena laporan peristiwa bencana alam yang disampaikan pemerintah kabupaten atau kota sering terlambat," katanya, (Bernas, 28/3).
Beberapa kabupaten/kota yang termasuk wilayah Bakorlin II Jateng meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kebumen dan Purworejo. Di wilayah itu bencana alam yang sering terjadi adalah tanah retak, tanah longsor, banjir dan kebakaran.
Sismiyadi sendiri beraharap berharap pemerintah kabupaten dan kota secepatnya untuk memberikan laporan kejadian bencana alam pada kesempatan pertama. Sehingga petugas bisa secara optimal memberi pertolongan.
Dalam tahun 2003 sampai pertengahan Maret 2003 telah terjadi 38 kali bencana alam berupa tanah longsor (19 kali), angin topan (8 kali), banjir (4 kali), hujan relatif deras (4 kasus) dan kebakaran (3 kasus). (rif)